Jika Amerika punya Hollywood, India punya Bollywood, maka Indonesia punya yang namanya Tangkiwood. Nama Tangkiwood mungkin pada zaman dulu, adalah sebuah tempat yang tidak pernah sepi dengan hiruk pikuk hiburan atau bisa juga disebut dengan kampung artis. Berada di sebuah daerah dekat dengan Batavia tempo dulu, Tangkiwood berasal dari sebuah pemukiman bernama Gang Tangki. Di seberang Gang Tangki inilah dulu berdiri sebuah pusat hiburan di Jakarta yaitu Prinsen Park yang kini disebut dengan kawasan Lokasari.

sejarah Tangkiwood
Image: mulpix.com

Prinsen Park sebenarnya adalah salah satu taman yang ada di Batavia kala itu selain Hestog Park, Decha Park, dan beberapa taman lainnya. Tempatnya yang dekat dengan kota lama Batavia dan berada di sekitaran kawasan Pecinan di Batavia membuatnya dikenal dengan sangat cepat. Tangkiwood memiliki sejarah panjang terhadap perkembangan zaman artis-artis di Indonesia.

Dapat dikatakan bahwa dari Prinsen Park adalah cikal bakal dari banyak bioskop di zaman modern ini. Bioskop, opera, ataupun teater-teater dari yang lokal hingga berskala internasional hampir setiap malam menghiasi di Tangkiwood. Beberapa artis besar ibukota zaman dahulu bahkan berasal dari Tangkiwood, seperti Bing Slamet, Aminah Cendrakasih, Hj. Laila Sari, dan masih banyak lainnya yang memang akrab dan dikenal malang melintang di dunia perfilman Indonesia.

Bing Slamet
Image: Alchetron

Seperti yang pernah dijelaskan oleh Hj. Laila Sari, seorang artis yang bahkan telah merentang 3 zaman ini menceritakan pengalamannya saat menjadi narasumber dalam sebuah acara Napak Tilas. Kata Hj. Laila Sari, dulu bapaknya adalah seorang pemain opera di Prinsen Park. Hampir semua pemain teater tidak sebaik kelihatannya di atas panggung. Saat bercerita tentang masa kecilnya, Nenek Laila sapaan akrab dari Hj. Laila Sari mengatakan “Dulu itu Tangkiwood sama Princen Park cuma dibatasi oleh tembok, dan kalau mau masuk Prinsen Park harus lewat pintu yang dimintai tiket. Jadi, dulu main kucing-kucingan aja sama penjaga tiketnya sampai akhirnya buat pintu masuk rahasia.”

kampung artis
Image: mulpix.com

Tangkiwood tercipta dari kebaikan seorang pemilik Prinsen Park yaitu Tan Hin Hie yang melihat kasihan para wayang orang atau pemain opera yang jika Prinsen Park sudah waktunya tutup, maka mereka selalu tidur di atas panggung. Hingga akhirnya didirikanlah penginapan bagi para pemain teater dan opera di sana. Nah, itulah cikal bakal munculnya Tangkiwood.

Prinsen Park riwayatmu kini

Wajah Prinsen Park kini menjadi berubah 180 derajat dari yang sebelumnya sebagai pusat hiburan Jakarta dengan berbagai pertunjukan dan taman bermain yang seru, menjadi sebuah kawasan yang dianggap minus. Bagaimana tidak, sejak beberapa dekade terakhir semenjak pusat pertunjukkan menggunakan gedung megah yang kini menjadi Gedung Kesenian Jakarta, Prinsen Park hamper kehilangan taringnya sebagai pusat hiburan Jakarta.

Prinsen Park
Image: hotelmanggabesar.blogspot.co.id

Prinsen Park yang dulu tak pernah sepi kini menjadi pusat hiburan seperti kuburan. Hampir setiap orang yang dahulunya datang untuk melihat pertunjukkan komedi, opera ataupun teater mulai ke gedung megah itu. Hal yang tersisa dari Prinsen Park dengan Tangkiwoodnya justru adalah bisnis lokalisasi yang bertahan hingga kini dan mulai dikenal dengan nama Lokasari. Bahkan, pada tahun 1942 sepulangnya Bung Karno dari pengasingannya di Sumatra. “Hampir setiap malam Bung Karno mampir ke sana sepulangnya dari pengasingan dari Sumatra. Itu terjadi karena Ibu Inggit tidak mau di madu, sedangkan Bung Karno sedang tergila-gila seorang dara cantik bernama Fatmawati.” jelas Wenri Wanhar seorang sejarawan.

Editor: Sintya W

Feature image: mulpix.com