Bagi kamu yang hobi naik gunung, sudah pasti pernah mengunjungi yang namanya Ranu Kumbolo. Danau yang berada di kaki gunung Semeru dan memiliki ketinggian 2.389 mdpl ini menyuguhkan keindahan alam yang amat luar biasa dan membuat kamu terkagum-kagum.

Sementara bagi kamu yang pendaki pemula, Ranu Kumbolo sebaiknya masuk dalam wishlistmu. Pasalnya, danau ini cukup unik dan panorama di sekitarnya sangat memesona. Pokoknya, kamu enggak bakal menyesal, deh! Namun, sebelum mendaki gunung Semeru dan singgah ke Ranu Kumbolo, jangan lupa perhatikan beberapa hal berikut supaya perjalananmu lebih lancar dan nyaman.

1. Hormati mitos yang dipercaya masyarakat setempat

Hormati mitos yang dipercaya masyarakat setempat
Kemping di Ranu Kumbolo – Sumber Gambar: instagram.com/generasipendaki

Mitos sering kali terasa aneh dan dianggap tidak masuk akal. Namun, itu bukan alasan bagi kamu untuk menganggapnya remeh. Bagaimanapun, masyarakat setempat mempercayai mitos-mitos tersebut. Kamu sebagai pendatang pun sebisa mungkin menghormatinya.

Di Ranu Kumbolo, paling enggak ada 3 mitos yang berkembang. Pertama, air danau Ranu Kumbolo diyakini sebagai air suci. Karena itu, kamu enggak boleh mandi, mencuci, atau buang air di danau. Carilah tempat sekitar 10-15 meter dari tepi danau untuk melakukan aktivitas ini.

Mitos kedua lebih terkesan romantis. Menurut kepercayaan, barangsiapa mendaki tanjakan yang ada di sebelah barat Ranu Kumbolo sambil memikirkan pasangannya, cintanya akan happy ending. Terakhir, kamu dilarang memancing karena mitos ikan mas. Warga setempat percaya bahwa ikan mas yang ada di danau ini merupakan jelmaan dewi penunggu Ranu Kumbolo.

2. Optimalkan fasilitas yang tersedia

Optimalkan fasilitas yang tersedia
Kemping – Sumber Gambar: instagram.com/pesonagunung

Pendaki pemula nggak perlu khawatir bakal kesulitan saat akan berkunjung Ranu Kumbolo. Meskipun jarak tempuhnya mencapai 4-5 jam, treknya lumayan landai. Hanya sebagian rute aja yang cukup menantang, tepatnya dari Pos 3 ke Pos 4.

Bahkan, kamu bisa menyewa porter kalau nggak ingin bersusah payah membawa barang berat. Bukan hanya itu, porter juga bisa memasak makanan saat kalian tiba di Ranu Kumbolo, lho! Praktis, kan. Tarifnya pun nggak terlalu mahal, antara Rp200.000 sampai Rp250.000 per hari.

Untuk mendukungmu dalam perjalanan, ada pula fasilitas seperti pos pendakian dan shelter penunjuk jalan. Jadi, kamu akan semakin mudah untuk mencapai tujuan bahkan tanpa bantuan Google Maps.

3. Perhatikan tata cara mendirikan tenda

Perhatikan tata cara mendirikan tenda
Kemping – Sumber Gambar: instagram.com/piknikliburan

Karena letaknya yang strategis dan suasananya yang indah, Ranu Kumbolo menjadi lokasi beristirahat favorit bagi para pendaki Semeru. Banyak di antaranya bermalam di tepi danau ini sebelum menuju puncak. Ada pula yang camping di Ranu Kumbolo sekadar untuk menikmati keindahannya pada malam hari.

Apa pun motivasinya, kamu wajib mengetahui aturan mendirikan tenda di Ranu Kumbolo. Hal yang paling penting adalah lokasinya. Hanya ada dua tempat yang diperbolehkan untuk mendirikan tenda, yaitu di savana dekat Pos 4 dan di dekat shelter di balik bukit.

Jangan mendirikan tenda terlalu dekat dengan danau. Jaraknya paling tidak 15 meter. Hal ini karena tanah di sekitar Ranu Kumbolo masih dianggap sakral oleh penduduk sekitar.

4. Jagalah kebersihan

Pemandangan Ranu Kumbolo - Sumber Gambar: instagram.com/supriandiiiii
Pemandangan Ranu Kumbolo – Sumber Gambar: instagram.com/supriandiiiii

Sebenarnya, aturan ini bukan hanya berlaku di Ranu Kumbolo, sih. Ke mana pun kamu pergi, wajib hukumnya menjaga kebersihan. Apalagi di Ranu Kumbolo yang suasananya masih sangat bersih dan alami. Airnya pun sangat jernih. Sayang banget kalau sampai dikotori.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah mempersiapkan kantong plastik khusus untuk sampah. Simpan dan bawa turun sampah plastik yang kamu hasilkan selama mendaki atau bermalam di Ranu Kumbolo.

Untuk sisa makanan, ada trik khusus yang bisa kamu terapkan. Buatlah lubang galian sekitar 15 meter dari tepi danau. Di lubang galian ini, kamu bisa mencuci peralatan makan yang digunakan sekaligus membuang sisa makanan. Setelah selesai, timbun kembali lubang tersebut dengan tanah.

5. Jangan menyalakan api unggun sendiri

Jangan menyalakan api unggun sendiri
Api unggun – Sumber Gambar: pxhere.com

Rasanya, nggak seru bermalam di ketinggian tanpa membuat api unggun. Selain membuat suasana menjadi lebih hangat, berkumpul dan bercerita dengan teman satu rombongan di sekitar api unggun juga pasti bakal sangat menyenangkan.

Namun, hal seperti itu tidak bisa kamu lakukan sendiri di Ranu Kumbolo. Alasannya karena pepohonan yang tumbuh di sekitar tempat ini sudah semakin jarang. Batang pohon atau kayu yang digunakan untuk membuat api unggun pun makin susah didapatkan.

Meskipun demikian, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan membuatkan satu api unggun untuk semua pengunjung di tempat ini. Selain nggak repot, momen tersebut juga bisa kamu manfaatkan untuk berkenalan dengan pendaki lain.

6. Persiapan menentukan keberhasilan perjalanan

Persiapan menentukan keberhasilan perjalanan
Foto Siluet – Sumber Gambar: instagram.com/mr_rahmanariya

Bukan hanya saat berada di Ranu Kumbolo, persiapan mendaki pun sangat menentukan keberhasilan perjalananmu. Ada berbagai hal yang wajib banget kamu lakukan sebelum mendaki.

Pertama, pastikan fisik kamu harus fit dan siap diajak untuk menjelajah. Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung, latih tubuh dengan banyak olahraga terlebih dahulu. Kedua, jangan lupa melakukan registrasi online sebelum melakukan pendakian.

Ketiga, bawalah obat-obatan yang diperlukan dan perlengkapan untuk bertahan di tengah hawa dingin. Kamu bisa membawa kupluk, sarung tangan, syal, selimut, dan jaket tebal. Biasanya, hawa dingin akan semakin menusuk menjelang pagi hari.

Terakhir, kamu juga harus memesan transportasi menuju Kota Malang jika berasal dari luar kota. Transportasinya yang kamu gunakan bisapesawat, kereta maupun kendaraan pribadi. Nah, dari kota kamu harus menuju Tumpang, lalu naik jip ke Desa Ranu Pani.

7.  Melanjutkan perjalanan atau pulang? Tentukan sejak awal

Melanjutkan perjalanan atau pulang? Tentukan sejak awal
Menikmati Sunrise – Sumber Gambar: instagram.com/saipulbahri109

Sebagian pendaki yang beristirahat di Ranu Kumbolo akan melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju puncak. Jika kamu masuk dalam kelompok ini, jaga kondisi tubuh agar tetap fit. Usahakan tidak tidur terlalu malam sehingga bisa bangun lebih awal untuk melanjutkan perjalanan.

Namun, jika kamu sekadar ingin bersantai di Ranu Kumbolo, enggak perlu terburu-buru. Kamu bisa mengabadikan keindahan danau instagramable ini dengan lebih leluasa. Bahkan, kamu bisa mendekat ke tepi danau untuk memotret keindahannya. Spot favorit lainnya adalah Oro Oro Ombo dengan padang sabana yang indah.

Setelah puas menjelajahi Ranu Kumbolo, kamu pun sebaiknya mempersiapkan diri untuk turun. Usahakan jangan tunggu hingga sore karena kamu bisa kemalaman tiba di Malang. Perjalanan turun butuh waktu sekitar 3-4 jam juga. Oh, iya, pastikan kamu udah janjian di Ranu Pani dengan supir jip yang kamu pesan. Dari Ranu Pani, waktu menuju Tumpang hanya sekitar 1 jam.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat hendak berkunjung ke Ranu Kumbolo. Dijamin, pendaki pemula pun enggak bakal terlalu kesulitan melakukannya. Karena itu, jika kamu memiliki impian untuk mendaki gunung, mulailah dari Gunung Semeru.

Bukan sekadar menaklukkan ketinggian atau tantangan dalam perjalanan, mendaki gunung juga menjadi cara untuk menaklukkan diri sendiri. Bonusnya, kepuasan menikmati panorama alam yang tak ada duanya.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk segera buat perencanaan  untuk naik gunung dengan mempersiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan. Jika belum punya, kamu bisa membeli segala peralatan gunung di e-commerce kesayanganmu. Jangan lupa awali dengan ShopBack saat berbelanja. Dengan menggunakan ShopBack, kamu akan mendapatkan lebih hemat karena dapat cashback.

Lihat juga review tempat wisata lainnya: