Moda transportasi publik di kota-kota besar sudah semakin variatif dewasa ini. Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi tumbuh di Indonesia, seperti Gojek, Grab, Uber, misalnya–tiga ‘pemain’ besar layanan ini.

[promotion_banner id=”595416″ title=”Promo Belanja Online, Kode Voucher Toko Online, Diskon, dan Kupon” image_url=”https://content.shopback.com/id/wp-content/uploads/2017/12/12103254/847×1001.gif”]

Bagi kita konsumen, ini merupakan kabar baik, karena layanan transportasi motor/mobil ini bisa lebih murah dibanding moda lainnya. Pada praktiknya, ada banyak hal yang kerap dialami oleh konsumen terkait pelayanan dari driver-nya. Dari yang nggak enak, sampai yang paling asyik. Tidak satu-dua dari Anda yang merasakan hal-hal di bawah ini. Walau menimpa Anda, atas alasan-alasan tertentu, Anda lebih memilih transportasi melalui app, ketimbang yang konvensional. Apa saja yang tak bisa Anda hindari saat menggunakan aplikasi layanan transportasi?

Tersenyum lega saat buka app, ada banyak armada di sekitar Anda

Ketika membuka aplikasi, ternyata terlihat ada banyak kendaraan yang siap menjemput Anda, untuk membawa Anda sampai ke tempat tujuan. Padahal belum book si driver, tapi kelegaan akan terpancar dari wajah Anda.

Armada banyak, tapi tak ada yang mau menjemput

Biasanya terjadi di jam-jam sibuk–pulang kantor, misalnya (pukul 4 sore sampai 7 malam). Aplikasi menyatakan ada banyak armada, namun order Anda selalu tak berhasil. Baru berhasil–setelah belasan kali order.

Pengguna App Transportasi Nggak Akan Terhindar dari Hal-hal Ini
Image: Flickr.com/Erwin Abdulrahman

Baru saja order, sang driver telepon, “Saya sudah di tempat ya, Mas/Mbak.”

Phew, lega rasanya kalau pesanan kendaraan ternyata memang ada di sekitar Anda, dan bahkan sudah di meeting point yang ditentukan. Proses perjalanan Anda pun jadi lebih hemat.

Penantian yang tak kunjung berakhir

Pesan ojek lewat app, tapi si motor seperti tidak pernah sampai menjemput Anda. Penantian yang lama ini kadang membuat Anda geregetan. Kalau di Jakarta, alasan yang paling umum adalah, sang driver dan motornya terjebak kemacetan saat menjemput Anda.

“Tolong kasih tahu jalannya ya, Mbak/Mas.”

Kira-kira begitu pesan Pak Driver saat kendaraan siap dijalankan. Tak sedikit driver yang tak tahu jalan. Kalau kendaraannya adalah mobil, si driver bisa tinggal menyalakan aplikasi peta real-time. Tapi kalau motor–yang belum tentu ada fasilitas penahan ponsel di setang motor, Anda mesti siap-siap membantu driver mengarahkan jalan.

Pengguna App Transportasi Nggak Akan Terhindar dari Hal-hal Ini
Image: Pixabay.com/ofravim

Sedih kalau sedang ada surge price

Surge price adalah harga yang naik 1,5 sampai sekian kali lipat karena ramainya permintaan, namun armada hanya sedikit. Aplikasi seperti Uber menerapkan sistem ini. Anda mesti merogoh kocek lebih dalam karena ongkos Anda ke tempat tujuan jadi lebih mahal.

Kalau sabar, tunggu beberapa menit, dan voila, harga turun kembali ke angka normal. Semoga beruntung!

Driver Anda suka ngobrol

Tak ada masalah untuk Anda yang tergolong easy going person kalau driver mengajak Anda ngobrol soal topik-topik tertentu. Tapi bisa bermasalah kalau Anda sudah penat pulang dari kantor, dan ingin menyimpan energi lebih banyak. Diajak ngobrol dengan orang yang baru ditemui pasti lumayan menguras energi.

Kena PHP Pak Supir

Sudah berhasil book driver, lalu Anda menunggu kedatangannya. Nggak kunjung datang, si driver membatalkan pemesanan Anda. Selanjutnya, Anda mesti berjuang kembali memesan motor/mobil di jam-jam ramai. Pesan kami: jangan gampang menyerah di situasi ini. Masih banyak motor/mobil yang siap mengantarkan Anda sampai tujuan.

Daripada kena PHP, mending incar motor Anda di ShopBack. Anda berkesempatan mendapatkan hadiah utama motor Honda dengan mengajak teman untuk daftar di ShopBack.

Tak ada kembalian

Ini masalah bagi mereka yang membayar driver dengan uang tunai. Kadang-kadang, driver suka tidak sempat menyiapkan uang kembalian saat mereka bekerja hari itu. Konsekuensinya ada di antara dua ini: 1) Anda mesti menunggunya berjuang mencari kembalian di warung terdekat; 2) Anda mesti mengikhlaskan sebagian uang ke driver. Anggap aja tip dia hari itu.

Di ShopBack, kalau Anda belanja online malah bisa dapat kembalian. Jadi nggak akan rugi, lho.

Kebagian driver bandel, satu bintang untuknya, dan marah-marah di medsos

Ada kalanya, Anda mendapat driver yang bandel, dalam arti; bawa kendaraannya sembarangan, tidak mematuhi aturan lalu lintas, tak sabaran. Di belakang, Anda cuma bisa menahan emosi sambil meratapi nasib–mengapa mesti bertemu dengan driver seperti itu? Sebagai hukuman, Anda memberinya rate satu bintang. Tak cukup sampai situ, Anda juga mengeluhkan soal ini di media sosial.

Nggak nyaman pakai masker yang disediakan si driver? Ada banyak pilihan masker motor di Blibli. Belanja masker motor di Blibli melalui ShopBack, Anda bisa dapat cashback sampai 8%.

Pengguna App Transportasi Nggak Akan Terhindar dari Hal-hal Ini
Image: Pixabay.com/OpenClipartVectors

Kalau driver-nya baik, lima bintang untuknya

Saking terpukau dengan keramahan dan betapa teraturnya sang supir membawa kendaraan selama di jalan, setelah perjalanan, Anda rela menyisihkan sebagian waktu untuk tak segan memberinya rating lima bintang di app.

Menggunakan app transportasi akhirnya jadi cara yang menyenangkan dan murah untuk Anda yang tinggal di kota-kota besar. Terlepas dari hal-hal di atas, yang paling penting adalah Anda bisa sampai tujuan dengan selamat sentosa.

[promotion_banner id=”595416″ title=”Promo Belanja Online, Kode Voucher Toko Online, Diskon, dan Kupon” image_url=”https://content.shopback.com/id/wp-content/uploads/2017/12/12103254/847×1001.gif”]