Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa dan ditunggu oleh seluruh masyarakat muslim. Bagaimana tidak? Karena semua amalan yang kita lakukan akan diberikan pahala yang berkali lipat oleh Allah SWT. Maka tidaklah mengherankan bila umat muslim berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan dan beribadah di bulan suci tersebut.

Shalat tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadhan. Walaupun ibadah ini tergolong shalat sunah namun dianjurkan untuk menjalankanya secara berjamaah di masjid. Hanya saja kondisi akibat pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk shalat tarawih sendiri di rumah saja.

Keutamaan Shalat Tarawih

keutamaan shalat tarawih
Keutamaan shalat tarawih. Sumber gambar: pixabay.com

Ibadah shalat Tarawih bukan hanya sebagai sumber pahala dari Allah SWT, tetapi juga memiliki banyak manfaat secara spiritual dan ragawi. Berikut beberapa keutaman shalat tarawih:

  • Meningkatkan kedekatan kepada Allah
  • Mendapat ketentraman batin
  • Mendapatkan ampunan dosa
  • Melatih kesabaran
  • Mendapatkan kemuliaan dan rahmat dari Allah SWT
  • Mendapatkan kesehatan

Sabda Nabi Muhammad SAW, setiap kita melakukan ibadah tarawih, akan ada tahapan kebaikan dan pahala yang akan dilimpahkan Allah kepada kita. Bukan hanya itu, setiap gerakan shalat yang dilakukan juga akan membuat badan kita segar dan sehat maka jangan sampai kamu menyia-nyiapan kesempatan emas ini.

 

Shalat Tarawih di Rumah Saja

shalat tarawih di rumah
Shalat tarawih di rumah. Sumber gambar: Blibli.com

Shalat Tarawih bisa dilakukan dalam 8 atau 20 rakaat, keduanya sama-sama dibolehkan, maka kamu bisa memilih sesuai dengan keyakinan dan kemampuanmu. Setelah sudah memilih jumlah rakaat yang kamu pilih, tiap dua rakaat ada 1 kali salam.

Nabi Muhammad SAW  melakukan shalat tarawih kadang-kadang berjamaah dan kadang-kadang sendirian tetapi tidak pernah meninggalkannya (Menurut Hadist Riwayat Bukhori & Muslim).

Pada saat itu diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shalat tarawih berjamaah pada hari 1-2, namun pada hari ke 3-4 beliau tidak hadir. Alasan beliau melakukan hal tersebut karena khawatir bila dianggap shalat tarawih berjamaah di masjid adalah wajib.

Kita pun bila dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk shalat berjama’ah di masjid bisa melakukan shalat tarawih sendiri atau berjamaah dengan anggota keluarga di rumah. Sesuai sabda nabi Muhamad SAW “berikanlah  jatah sebagian shalat sunahmu di rumah, Dan janganlah jadikan rumahmu seperti kuburan (H.R. Muslim 1856 dan Ahmad 4653).

Apalagi bila ada kondisi darurat semacam pandemic virus berbahaya yang menuntut kita untuk social distancing dan menghindari kerumunan maka kamu hendaknya bisa melakukan shalat tarawih sendiri di rumah.

Waktu Pelaksanaan shalat Tarawih

Waktu Pelaksanaan shalat Tarawih
Waktu Pelaksanaan shalat Tarawih. Sumber gambar: unsplash.com

 

Shalat Tarawih atau qiyam ramadhan dilaksanakan setelah shalat Isya dan batasnya sampai shalat fajar, sehingga sering disebut  musawwa (waktu pelaksanaannya longgar). Walaupun begitu shalat tarawih kebanyakan  dilaksanakan tepat setelah  shalat Isya karena waktunya dirasa paling sesuai dan ideal.

Niat Shalat Tarawih

niat shalat tarawih
Niat shalat Tarawih. Sumber gambar: piqsels.com

Setiap shalat mempunyai bacaan niat masing-masing, maka tidak heran orang harus betul-betul memperhatikan ucapan niat dalam shalat. Walaupun dilakukan rutin dalam tiap bulan Ramadhan namun karena rentang waktunya cukup jauh maka kamu perlu mengingat lagi niat shalat tarawih ini.

Niat shalat tarawih sendiri adalah: Usholli Sunnatat-taroowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’alaa (Hamba niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala)

 

Baca juga: 10 Persiapan Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Corona

 

Urutan dan Tata Cara Shalat Tarawih

Urutan dan Tata Cara Shalat Tarawih
Urutan dan Tata Cara Shalat Tarawih. Sumber gambar: wallpaperflare.com

Melakukan shalat tarawih, hampir sama urutan dan gerakannya seperti shalat-shalat lainnya, namun yang berbeda adalah bacaan niatnya dan jeda rakaat-nya.  Berikut ini adalah urutan pelaksanaan shalat tarawih sendiri di rumah:

  • Membaca Niat
  • Mengucapkan takbir pada saat Takbirotul Ikram
  • Membaca doa Iftitah, Membaca Surat al Fātiḥah, dan salah satu surat al-quran
  • Ruku’
  • I’tidal (Bangkit dari ruku’).
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud ke dua, setelah sujud ke 2 ini artinya telah menunaikan rakaat petama
  • Untuk rakaat ke 2 dimulai lagi  dengan gerakan yang serupa dengan gerakan pada rakaat pertama, mulai dari membaca alfatikhah ( surat iftitah tidak usah dibaca lagi) sampai sujud ke dua di rakaat ke dua
  • Tahyad Akhir
  • Salam

Pada pelaksanaan salat tarawih, idealnya kita menutupnya dengan melakukan shalat witir. Solat witir bisa dilakukan dengan 1 rakaat atau 3 rakaat. Ada pun niat dari shalat witir adalah sebagai berikut :

Bacaan niat shalat witir: Ushollii sunnatal witri rok’atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’ala (Hamba niat shalat witir satu rakaat menghadapqilat  akrena Allah Ta’ala)’.

Dan jika kita berniat shalat witir tiga rakaat, maka kita bisa menunaikanya menjadi dua rakaat salah ditambah satu rakaat salam. Untuk yang dua rakaat salah, tinggal mengganti lafald ‘rok’atan’ menjadi ‘rak’ataini’. Dengan begitu, ibadah shalat tarawih kita semakin sempurna.

Ibadah shalat tarawih adalah Sunnah al-Muakkadah yaitu solat sunnah yang sangat utama. Mengingat manfaat yang besar baik secara batiniah maupun lahiriah, dan terlebih lagi adanya hanya di bulan Ramadhan, maka dari itu sangat sayang untuk melewatkannya.

Semoga panduan shalat tarawih sendiri di rumah yang telah dipaparkan dapat bermanfaat untuk ShopBackers yang ingin menjalankannya di bulan suci.

Download ShopBack di Sini