Salah satu daerah yang ternyata memiliki banyak jenis makanan khas adalah Sulawesi. Ketika membicarakan makanan khas Sulawesi, kemungkinan besar yang terlintas di benak sebagian besar orang adalah coto Makassar. Makanan itu memang salah satu makanan khas Sulawesi. Rasa soto yang khas dibandingkan dengan jenis soto lain memang membuatmu tidak akan bisa melupakannya.

Akan tetapi, selain coto Makassar, nyatanya masih banyak makanan khas Sulawesi yang bisa menggoyang lidahmu. Hanya saja, tidak banyak orang yang perhatian dengan makanan asal Sulawesi ini. Ada delapan jenis makanan khas Sulawesi untuk camilan maupun makanan pokok yang tidak kalah lezat dan patut untuk dicoba di bawah ini.

1. Gogoso

Gogoso
Gogoso
Sumber gambar: instagram.com/jxvegan

Gogoso adalah salah satu makanan yang banyak digunakan sebagai pengganjal di kala lapar. Cara pembuatannya cukup unik karena perlu dipanggang di dalam daun pisang. Sekilas, tampilan gogoso dari luar akan terlihat seperti lontong. Akan tetapi, bumbu khas Makassar sangat mendominasinya. Di dalam bungkus daun pisang itu sebenarnya berisi beras ketan yang ada daging ayam atau abon sapi.

Dalam  proses pembuatannya, banyak bahan lain yang ditambahkan untuk memberikan cita rasa yang gurih. Beberapa jenis bahan yang ditambahkan antara lain adalah daun salam, santan, dan garam. Ketiga bahan tersebut menjadi bahan dasar pembuatan bagian ketannya.

Setelah ketan matang dan gurih, ketan akan dibungkus dengan daun pisang bersamaan dengan daging ayam maupun sapi. Ketika melihat kombinasi bahan tersebut, mungkin kamu menyangka kalau rasa gogoso ini mirip lemper. Nyatanya, rasanya sangat berbeda, kok!

Hal yang paling membedakan dari gogoso ini adalah langkah pemanggangannya. Jadi, setelah dibungkus rapat di dalam daun pisang dalam bentuk memanjang, daun pisang tersebut akan dipanggang di atas bara api. Proses pemasakan tersebut benar-benar menghasilkan rasa yang berbeda karena lemper dibuat dengan cara dikukus dan gogoso ini dipanggang.

Selain dari rasanya yang lezat dan nikmat, Kamu tidak perlu ragu untuk membeli gogoso karena harganya yang memang relatif terjangkau. Harga gogoso ini dibanderol sekitar 3 hingga 4 ribu rupiah per satuannya. Makanan khas Sulawesi yang satu ini juga sangat mudah ditemukan di Pantai Losari hingga di daerah sekitar Karebosi. Orang Sulawesi sendiri umumnya memakan gogoso ini dengan kacang rebus yang memang terkadang dijual sepaket.

Baca juga:

2. Burasa

Burasa
Burasa
Sumber gambar: instagram.com/saorajatanre

Masih tidak jauh dari makanan yang berkaitan dengan daun pisang, dari luar burasa juga mirip dengan lontong atau pun gogoso. Burasa sebenarnya berasal dari kata buras yang berarti beras bagi orang di daerah Makassar. Melihat dari namanya, burasa ini tentu terbuat dari beras yang akhirnya membedakan dari gogoso yang berbahan dasar beras ketan.

Burasa sendiri adalah makanan yang disajikan bersamaan dengan coto Makassar atau sop konro. Orang Sulawesi sendiri lebih umum memakan burasa ini di kala hari raya bersamaan dengan opor atau makanan lainnya.

Karena memang mirip dengan lontong, banyak yang menyebut burasa sebagai lontong bersantan. Penyebutan burasa sebagai lontong bersantan tidak lepas dari proses pembuatannya yang dimasak dengan santan sebagai pengganti air. Setelah beras sudah cukup lembek dan menyerap santan, beras tersebut akan dibungkus dengan daun pisang dan ditali rafia. Sekilas, kamu akan melihat kalau tampilan burasa ini mirip dengan nagasari tetapi dibungkus lebih rapat. Setelah tahu cara memasaknya, kamu bisa mencoba burasa ini sebagai makanan pengganti lontong atau pun ketupat.

Karena pembuatannya yang tidak sulit dan rasanya yang lezat, burasa ini sudah menyebar hingga ke luar Sulawesi, lho, ShopBackers! Beberapa daerah yang juga umum menggunakan burasa sebagai pengganti lontong atau ketupat adalah daerah Kalimantan, Gorontalo, bahkan hingga Malaysia.

Banyak orang yang lebih memilih burasa ini karena rasanya lebih lembut dan gurih dibandingkan dengan lontong. Daya tahan dari burasa sendiri cukup, yakni sekitar dua hingga tiga hari. Jadi, kalau kamu sekeluarga tidak menghabiskannya, masih bisa dimakan untuk keesokan harinya.

3. Lalampa

Lalampa
Lalampa
Sumber gambar: instagram.com/ikanbakarkatombo

Belum berbeda jauh dengan burasa atau pun gogoso, lalampa juga termasuk makanan yang dibungkus dengan daun pisang. Hanya saja, pembuatan lalampa ini tidak sesimpel pembuatan gogoso atau pun burasa. Bahan dasar lalampa adalah beras ketan.

Hal yang paling membedakannya dari kedua makanan di atas adalah isiannya yang berupa ikan cakalang. Bentuk dari lalampa ini bisa dibilang sudah sangat mirip bahkan hampir bisa disebut sebagai kembaran dari lemper. Hanya saja, proses pembuatan lalampa ini bukannya dikukus tetapi dibakar.

Meskipun perlu waktu yang cukup lama untuk membuatnya, kamu bisa langsung mencobanya di rumah karena bahan yang dibutuhkan tidak sulit. Cukup siapkan beras ketan putih yang sudah dicuci, garam, daun pandan, serta santan untuk bagian luar berupa ketan.

Untuk isiannya, kamu bisa siapkan suwiran ikan tongkol asap yang sudah dihaluskan, daun jeruk purut, kunyit, kemangi, minyak sayur, dan daun pandan. Tambahan bumbu lain untuk bagian isinya cukup banyak, yakni bawang merah, bawang putih, serai, kemiri, dan cabe rawit sesuai selera.

Bumbu yang cukup banyak di atas membuat lalampa membutuhkan waktu lama untuk membuatnya. Meskipun demikian, bumbu yang banyak tersebut juga membuat aroma dan cita rasa dari lalampa ini sangat lezat dan nikmat. Jika sudah pernah mencicipinya, dijamin deh kamu akan ketagihan karena rasa gurih rempah-rempahnya memang tidak akan bisa ditemukan di daerah lain. Kamu juga bisa lho, mencicipi hidangan ini disertai dengan kopi hangat supaya rasanya lebih pas dan nikmat.

4. Mi Titi

Mi Titi
Mi Titi
Sumber gambar: instagram.com/deliciousfood_vip

Apakah kamu termasuk jajaran penggemar mi? Ternyata, daerah Sulawesi juga memiliki makanan khas berupa mi yang disebut sebagai mi titi. Mi yang satu ini cukup unik. Mi titi sendiri sebenarnya adalah sejenis mi kering ala Makassar yang popular pada tahun 1970-an.

Tampak dari luar, mi titi akan mirip dengan ifumie. Hanya saja, bentuk atau wujud dari mi titi ini sangatlah tipis. Sama halnya dengan ifumie yang berdekatan dengan etnis Tionghoa, mi titi ini ternyata juga berasal dari keturunan Tionghoa yang bernama Ang Kho Tjao.

Ang Kho Tjao adalah orang asli dari Tionghoa yang menurunkan resep memasaknya pada tiga orang anaknya, yakni Awa, Hengky, dan yang terakhir adalah Titi. Ketiga anaknya tersebut mulai mendirikan bisnis dan meneruskan resep keluarga tetapi dengan masing-masing perubahan khas dari masing-masing anak.

Dengan perubahan rasa tersebut, tentunya masyarakatlah yang akhirnya memilih jenis mi yang cocok dengan lidahnya. Ternyata, masyarakat Makasar lebih menyukai kedai dari Titi sehingga mi dari warung kedai mi titi tersebut mulai terkenal dan ramai pengunjung.

Karena cukup populer, banyak orang mulai meniru resepnya karena dirasa memang tidak sulit. Kuah kental dari mi titi adalah salah satu ciri khasnya. Di dalam kuah kental tersebut terdapat irisan jamur, ayam, udang, hati serta cumi. Yang paling khas tentunya adanya mi kering yang sangat tipis di dalamnya.

Dengan tekstur keringnya, mi ini menghasilkan rasa gurih dan renyah sekaligus. Kamu patut untuk mencoba mi ini jika berjalan-jalan ke Makasar atau daerah Sulawesi lainnya karena mi ini memang sudah dijual bebas, kok.

5. Pallubassa

Pallubassa
Pallubassa
Sumber gambar: instagram.com/nonifairuz

Kini, kita akan beralih ke makanan berkuah. Kalau menyebutkan makanan berkuah di Sulawesi atau Makassar, mungkin hal pertama yang terlintas adalah coto Makassar. Padahal, ada varian makanan berkuah lain yang tak kalah nikmar, yakni Pallubassa.

Sekilas, pallubassa sebenarnya mirip dengan coto Makassar. Ditambah lagi, pallubassa ini dimasak dengan daging yang sama, yakni daging sapi atau daging kerbau. Perbedaan yang paling menonjol dari pallubassa ini adalah adanya telur ceplok mentah di atasnya.

Telur ceplok mentah ini akan langsung menarik perhatian kamu terutama kalau kamu penggemar makanan yang berbau telur setengah matang atau telur mentah. Selain dari telur ceplok di atasnya, perbedaan coto Makassar dengan pallubassa adalah kuahnya yang memiliki warna lebih pekat.

Untuk cara memakannya pun pallubassa juga sangat berbeda dengan cara memakan coto. Coto Makassar umumnya lebih afdal jika diiringi dengan ketupat atau burasa, tetapi pallubassa lebih pas dimakan dengan nasi.

Pallubassa ini tentunya akan menjadi salah satu makanan berkuah yang menjadi alternatif kalau kamu tidak begitu menyukai ketupat atau lontong sebagai makanan pokok. Di daerah Sulawesi sendiri, kamu bisa dengan mudah mencari warung-warung yang menjual makanan berkuah yang satu ini.

Salah satu warung yang bahkan terkenal di tingkat nasional adalah Warung Pallubassa Serigala yang menjadi favorit dari Sandiaga Uno. Warung ini sebenarnya bernama warung Pallubassa H. Haeruddin. Hanya saja, karena letaknya di Jalan Serigala, orang-orang lebih cenderung mengenalnya sebagai Warung Pallubassa Serigala.

6. Nasi Jaha

Nasi Jaha
Nasi Jaha
Sumber gambar: instagram.com/dapurkukis

Bukan orang Indonesia jika tidak menyertakan nasi ke dalam makanan khas daerah. Begitu pun dengan salah satu jenis makanan khas daerah Makasar yang satu ini. Makanan yang satu ini terbilang cukup unik karena terbuat dari campuran beras putih dan beras ketan. Dua bahan yang hakikatnya sama tetapi jarang dipadukan karena cita rasanya yang berbeda ini dipersatukan lewat makanan yang disebut sebagai nasi jaha.

Nasi jaha sendiri dibuat dengan cara mengaron atau mengukus beras ketan dan beras putih secara bersamaan. Setelah proses mengaron atau mengukus selesai, hasilnya kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang di dalamnya sudah dilapisi daun pisang.

Untuk hasil yang maksimal, bambu yang dibutuhkan biasanya adalah bambu yang memiliki panjang sekitar 30 hingga 50 cm. Setelah bambu ditutup dan diikat, kamu bisa memasaknya di atas api yang terbuat dari kayu bakar supaya aroma yang didapatkan akan khas dengan aroma nasi jaha.

Sekilas, nasi jaha ini mirip dengan makanan khas lain dari Sumatera Barat, yakni lemang. Hal yang membuatnya berbeda tentunya bahan dasarna yang dicampur dengan nasi putih karena lemang hanya menggunakan beras ketan. Tidak hanya itu, dalam proses penyantapannya juga sangat berbeda karena nasi jaha ini lebih umum ditemani dengan cakalang pampis. Rasa nasi jaha sendiri juga lebih lembut dan gurih karena kedua jenis beras yang sudah dicampur dengan santan sebelumnya. Sampai sekarang, nasi jaha ini cukup umum digunakan untuk mengiringi beragam momen istimewa di Manado.

7. Kabuto

Kabuto
Kabuto
Sumber gambar: instagram.com/hennykusumaastuti

Kamu cari makanan khas Sulawesi yang bisa digunakan untuk camilan? Jawabannya adalah kabuto! Meskipun Namanya berbau nama-nama Jepang, makanan camilan ini tidak ada sangkut pautnya sedikit pun dengan salah satu negara Asia Timur itu. Bahkan, sekilas kabuto sangat mirip dengan makanan gathot yang berasal dari Jawa.

Bahan dasar dari kabuto ini adalah singkong atau ketela pohon yang memang menjadi bahan dasar dari gathot juga. Bagian yang paling membedakannya adalah taburan di atasnya. Gathot umumnya dimakan dengan diiringi taburan parutan kelapa dan gula yang menciptakan cita rasa yang manis sedangkan kabuto lebih cenderung pada taburan ikan asin dan hal lain yang bisa menciptakan cita rasa gurih.

Kabuto lebih sering ditambahkan dengan taburan cita rasa yang gurih karena daerah asal dari kabuto sendiri adalah daerah pantai. Tidak sedikit masyarakat daerah pantai Sulawesi yang menjadikan kabuto sebagai makanan pokok karena memang kandungan karbohidratnya tidak kalah dari nasi. Masyarakat yang terkenal menggunakan kabuto sebagai makanan pokok hingga kini adalah mayarakat di pantai Muna.

Di daerah tersebut, kamu bahkan bisa menemukan kabuto dengan harga yang cukup miring, yakni sekitar 4 ribu hingga 5 ribu rupiah. Tidak hanya ikan asin, kabuto bisa dimakan dengan ikan jenis lainnya yang bisa kamu pilih sesuai selera. Cita rasa yang gurihnya membuatmu akan bisa menemukan makanan yang tampilannya seperti gathot, tetapi dengan rasa yang benar-benar berbeda, lho!

8. Sagela

Sagela
Sagela
Sumber gambar: instagram.com/iskandar_daulima

Mencari makanan ringan untuk camilan ketika waktu luang adalah hal yang cukup penting. Nah, jenis camilan di setiap daerah ini berbeda-beda. Selain dari kabuto, ada jenis street food lain yang rasanya tidak bisa diabaikan adalah sagela. Sagela ini adalah street food dengan rasa premium yang berasal dari daerah Gorontalo. Bahan dasar dari sagela adalah ikan roa yang memang termasuk ikan yang cukup umum ditemukan di daerah Sulawesi khususnya Gorontalo.

Ikan roa adalah salah satu jenis ikan terbang yang bisa sangat mudah ditemukan di sekitar perairan Sulawesi. Bagaimana bisa sebuah ikan untuk camilan? Untuk dijadikan sagala, ikan roa tersebut dikeringkan. Setelah benar-benar kering bagian daging roa diambil dengan tujuan dijadikan bubur sagela. Daging yang sudah ditumbuk hingga sangat halus tersebut diolah dengan bahan-bahan lain, mulai dari cabai, bawang, hingga tomat.

Bahan-bahan yang dibutuhkan di atas kemudian ditumbuk hingga halus dan encer. Jika kamu tidak menyukai pedas, kamu bisa mengurangi cabe rawit. Karena bentuknya yang encer tersebut, sagela ini dijadikan sambal utama untuk dimakan dengan bubur.

Kedua kombinasi tersebutlah yang menjadikan makanan itu disebut dengan bubur sagela. Untuk rasa yang lebih nikmat, kamu bisa menyantapnya ketika kondisi hangat. Biasanya, orang Gorontalo juga menambahnya dengan kerupuk atau irisan mentimun.

Makanan khas yang berasal dari Indonesia sebenarnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak berbeda jauh. Akan tetapi, jenis kombinasi yang berbeda dan proses pemasakan yang juga berbedalah yang menyebabkan semua jenis masakan di tiap daerah juga memiliki cita rasa yang berbeda. Begitu pun dengan makanan khas Sulawesi yang kebanyakan cenderung memiliki cita rasa gurih.

Kalau kamu termasuk pencinta masakan laut, jangan lewatkan untuk berburu kuliner Sulawesi ketika jalan-jalan ke sana. Tanpa jalan-jalan pun, kamu sudah bisa membuatnya sendiri atau tinggal membelinya secara online. Di zaman yang serba canggih ini, apa sih yang tidak mungkin? Kamu bisa sertakan ShopBack untuk maksimalkan aktivitas belanja onlinemu, ya!

Baca juga: