Jogja dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Indonesia. Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, mulai wisata peninggalan sejarah, pusat budaya, hingga wisata alam nan eksotis. Namun, saat ke Jogja jangan lupa untuk menikmati ragam kulinernya yang lezat. Apa sajakah makanan khas Jogja yang wajib kamu cicipi? Berikut 25 rekomendasinya agar kamu lebih mudah menentukan pilihan.

1. Gudeg

Gudeg
Sumber gambar: instagram.com/nunung.nooraisyah

Bicara soal kuliner Jogja pasti nggak bisa lepas dari namanya gudeg. Bahan utama gudeg adalah nangka muda dengan santan. Cita rasanya cenderung manis. Dari segi pembuatannya, gudeg membutuhkan waktu hingga berjam-jam.

Gudeg terbagi dalam tiga jenis yakni gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Menemukannya pun tak sulit karena banyak dijual di tiap sudut kota Jogja. Tapi jika kamu belum pernah mencoba gudeg sebelumnya, ada salah satu warung paling legendaris dan tersohor di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara yang wajib dicoba. Nama tempatnya adalah Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan No.167.

Baca juga:

2. Krecek

Krecek
Sumber gambar: instagram.com/new_dnz_foodie

Selain gudeg, kamu bisa coba makanan lainnya yakni krecek. Berbeda dengan gudeg, cita rasa krecek cenderung lebih pedas namun gurih. Krecek sangat cocok dimakan sebagai sambal pelengkap gudeg. Rasa krecek akan semakin nikmat jika kamu memakannya saat masih panas.

Bahan utama pembuatan sambal krecek ini adalah kulit sapi yang sudah dikeringkan. Cara memasaknya sama seperti memasak sambal. Perbedaannya, sambal pada krecek memiliki kuah yang melimpah. Inilah yang membuat pedasnya meresap dan memberikan sensasi tersendiri di mulut saat disantap bersama gudeg

3. Bakpia Pathuk

Bakpia Pathuk
Sumber gambar: instagram.com/jogjaeatguide

Makanan khas Jojgja untuk oleh-oleh favorit para pelancong adalah bakpia pathuk. Sebenarnya, bakpia merupakan kue yang di dalamnya terdapat kacang yang dibalut dengan terigu yang crispy. Bakpia ini akan melumer di mulut saat dimakan dan rasa kacangnya yang legit menjadikan bakpia sangat nikmat.

Bakpia pathuk memiliki rasa yang bisa kamu pilih sesuai selera. Di antaranya adalah cokelat, keju, hingga durian dan sebagainya. Dari segi teksturnya terdiri dari dua jenis yakni bakpia basah dan bakpia kering. Bakpia basah dapat bertahan satu minggu, sementara untuk bakpia kerang bertahan satu bulan. Untuk mendapatkan kue ini kamu bisa mengunjungi sentra Bakpia Pathuk di Kampung Pathuk, Ngampilan, Jogja.

4. Yangko

Yangko
Sumber gambar: instagram.com/bakpiakencana

Setelah kamu puas membeli bakpia pathuk, oleh-oleh lainnya yang patut di bawa pulang saat liburan ke Kota Pelajar ini adalah yangko. Tekstur yangko kenyal dan lembut dengan rasa yang manis. Bentuknya kotak dan di dalamnya terdapat kacang yang gurih. Dulu, makanan khas Jogja ini merupakan sajian para raja dan priyayi dan harganya mahal.

Konon, yangko ini juga menjadi bekal Pangeran Diponegoro dalam bergerilya. Seiring berjalannya waktu yangko dijadikan sebagai makanan khas Jogja yang banyak diburu. Di sepanjang jalanan Malioboro, kamu bisa menemukan yangko dengan aneka ragam rasa dan harga. Selain itu, yangko dapat bertahan cukup lama sehingga aman saat dijadikan oleh-oleh.

5. Oseng-Oseng Mercon Jogja

Oseng-oseng Mercon
Sumber gambar: instagram.com/osengmerconjogja

Suka pedas? Kamu bisa mencoba oseng-oseng mercon yang ada di Jogja. Soal rasa memang oseng-oseng memiliki rasa pedas nan menggugah selera. Makanan khas Jogja ini terbuat dari daging sapi dan dimasak bersama sambal yang membuatnya makin mantap. Namun, bagi kamu yang tak suka pedas, jangan khawatir. Oseng-oseng mercon juga tersedia dengan varian yang tidak pedas.

Di Jogjakarta, ada salah satu warung oseng-oseng mercon yang direkomendasikan. Yakni Oseng Mercon Bu Narti. Lokasinya ada di Jalan Miliran II, Umbulharjo, Jogjakarta. Namun, saat ke sini kamu harus sedikit bersabar ya, ShopBackers. Warung ini terbilang cukup ramai dikunjungi pada saat-saat tertentu.

6. Cenil Jogja

Cenil
Sumber gambar: instagram.com/yogyakarta_menu

Makanan tradisional berikutnya yang bisa kamu coba di Jogja adalah cenil. Bahan bakunya adalah sari pati ketela pohon. Dalam penyajiannya, cenil biasanya dilengkapi dengan parutan kelapa dan gula pasir. Adanya topping tersebut membuat rasa cenil manis dan gurih sejak gigitan pertama.

Tak sekadar makanan, ternyata cenil punya filosofi mendalam. Tekstur yang lengket merupakan simbol dari persaudaraan dalam masyarakat Jawa yang melekat. Kemudian, cenil disajikan dengan cara dipincuk, yang menandakan rasa kesyukuran. Cenil dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional dengan kisaran harga Rp3.000 per bungkus.

7. Geplak

Geplak
Sumber gambar: instagram.com/jastipoleholeh.jogja

Makanan khas Jogja ini memiliki cita rasa yang manis. Pembuatannya berasal dari bahan baku kelapa yang dicampur dengan tepung dan gula. Dulu, geplak dibuat dengan warna putih saja. Namun, kini geplak bisa kamu temukan dalam berbagai macam warna. Mulai merah, kuning, dan hijau. Keunikan warnanya ini pula yang jadi daya tarik bagi wisatawan.

Sebanarnya, geplak adalah jajanan yang berasal dari daerah Bantul. Geplak juga dulu dijadikan sebagai pengganti beras saat musim paceklik. Geplak dibuat pada usaha-usaha industri rumahan. Geplak lebih nikmat disantap saat masih hangat bersama segelas teh.

8. Bakmi Jogja

Bakmi Jogja
Sumber gambar: instagram.com/jajanlemuk

Pecinta mi di tanah air jangan sampai ketinggalan menikmati nikmatinya bakmi Jogja. Sebenarnya bakmi Jogja adalah bakmi rebus dan dimasak dengan rempah-rempah dan bumbu khas Jawa. Bedanya dengan bakmi Jawa, bakmi Jogja disajikan dengan kuah yang sangat gurih hasil paduan rempah yang digunakan.

Selain bakmi Jogja, sebutan lainnya adalah bakmi nyemek yang diberi kuah dan memiliki tekstur kental dan nikmat. Salah satu penjual bakmi Jogja yang terkenal adalah Bakmi Pak Pele. Lokasinya ada di sekitar Alun-alun Kidul, Jogkarta.

9. Walang Goreng Jogja

Walang Goreng
Sumber gambar: instagram.com/kotenk_raurrust

Makanan khas Jogja satu ini memang agak unik, ShopBackers. Mungkin saat pertama kali membayangkannya kamu merasa aneh dan sedikit menjijikkan. Namun jangan salah, sebab makanan ini tidaklah seburuk yang kamu bayangkan. Makanan unik tersebut berasal dari daerah Gunung Kidul. Namun, belalang yang diolah bukanlah belalang sembarangan melainkan hanya dipilih dari belalang pohon jati.

Belalang dikenal memiliki protein yang tinggi. Jadi, kalau kamu punya alergi seperti gatal-gatal jangan mencoba makan belalang goreng terlalu banyak. Di Jogja ada tiga varian rasa walang goreng, mulai dari rasa manis, gurih, dan pedas. Kamu juga tak perlu khawatir, sebab walang goreng dapat bertahan dalam waktu lama hingga satu bulan dan sangat cocok buat oleh-oleh keluarga atau kerabat.

10. Sate Klatak

Sate Klathak
Sumber gambar: instagram.com/javafoodie

Sate sepertinya menjadi kuliner olahan daging yang banyak ditemukan di tanah air. Namun, beda daerah berbeda pula cara mengolah satenya, ShopBackers. Salah satunya yang bisa kamu temukan di Jogja ini adalah sate klatak. Jika sate pada umumnya menggunakan bambu sebagai tusukannya, maka sate klatak menggunakan besi jeruji sepeda. Makin mantap saat sate ini disajikan bersama kuah gulai.

Begitu pula dengan proses pembakaarannya yang cuma dibumbui garam dengan merica. Istilah klatak sendiri berasal dari suara sate saat dibakar ‘klatak, klatak..’. Warung sate klatak yang banyak direkomendasikan di Jogja adalah Sate Klatak Pak Pong, Imogiri, Jogjakarta. Saat ke sini usahakan kamu datang lebih awal agar tidak panjang saat mengantre.

11. Gatot Gunung Kidul

Gatot Gunung Kidul
Sumber gambar: instagram.com/heri_gito

Di Gunung Kidul terdapat makanan khas Jogja yang juga sebagai snack tradisional. Namanya adalah gatot dan terbuat dari gaplek, yakni singkong yang dikeringkan dan hampir mirip seperti tiwul. Proses pembuatannya adalah singkong yang telah dikupas lantas dijemur hingga kering. Adonan kemudian dicampur dengan kapur sirih.

Gatot yang mentah lalu dikukus dengan waktu kurang lebih dua jam sampai matang. Penyajiannya makin lengkap dengan tambahan parutan kelapa yang gurih dan gula. Mendapatkan gatot tidaklah sulit, kamu bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp3.000 saja.

12. Mie Lethek

Mie Lethek
Sumber gambar: instagram.com/jogjabikinlaper

Selain bakmi Jogja, juga ada mie lethek yang wajib kamu coba. Kuliner ini berasal dari daerah Bantul. Seperti namanya, lethek dalam bahasa Jawa berarti kotor sebab warnanya kecoklatan. Namun, kamu tak perlu khawatir karena cita rasanya yang lezat. Mie lethek dibuat menggunakan tepung ketela. Sedangkan warna cokelatnya merupakan hasil dari proses alami.

Uniknya nih, ShopBackers, meski tidak menggunakan pengawet mie lethek dapat bertahan hingga tiga bulan dalam kondisi kering. Karena menggunakan tepung ketela, mie lethek bahkan disebut-sebut sebagai mie yang sehat bila dibandingkan jenis mie lainnya.

13. Cilok Gajahan

Cilok Gajahan
Sumber gambar: instagram.com/mendi_dhika_rintang

Sebenarnya cilok adalah makanan berasal dari tepung tapioka di Jawa Barat yang memiliki cita rasa gurih. Namun, makanan berisi daging dengan tekstur kenyal ini juga sudah mudah ditemukan di berbagai kota di Jogja. Di Jogja, salah satu cilok yang paling terkenal adalah cilok gajahan.

Pada awalnya, cilok gajahan dijual oleh pedagang yang menggunakan gerobak. Namun, seiring berjalannya waktu, cilok ini mulai berkembang pesat dan membuka cabang. Tepatnya di kawasan Kaliurang. Jajanan ini sangat cocok disantap oleh siapa saja, baik usia muda maupun orang tua. Harganya pun juga tidak begitu mahal dan bikin ketagihan.

14. Cokelat Monggo

Coklat Monggo
Sumber gambar: instagram.com/miramamarea

Makanan khas Jogja lainnya yang bisa kamu jadikan oleh-oleh menarik adalah Cokelat Monggo. Meskipun cokelat monggo merupakan oleh-oleh baru Kota Jogja, namun begitu diminati oleh para pelancong. Untuk membeli cokelat ini kamu perlu mengunjungi showroom dan dapur pembuatan cokelat ini di kawasan Kotagede.

Uniknya cokelat monggo tersedia dalam berbagai varian rasa. Mulai dari original, karamel, dan rasa stroberi. Di sini kamu juga bisa membeli dalam berbagai ukuran. Soal rasanya, memang nagih ShopBackers dan kamu pun tak cukup memakannya satu kali saja.

15. Sego Abang Jirak

Sego Abang Jirak
Sumber gambar: digitaloceanspaces.com

Sego abang adalah makanan khas Jogja, tepatnya berasal dari Gunung Kidul. Bahan utama Sego Abang Jirak ini adalah beras merah. Dalam penyajiannya, biasanya juga ada sayur lombok ijo yang gurih dan pedas. Meski di Jogja telah banyak makanan cepat saji, namun popularitasnya tidak menurun dan masih banyak diminati.

Dengan mengonsumsi dan menikmati sego abang jirak, setidaknya kamu juga berkontribusi terhadap kesejahteraan petan lokal, ShopBackers. Sebab, hampir semua bahan dalam pembuatan sego abang jirak didapat dari hasil pertanian petani lokal. Begitu juga dengan sayur-sayuran pelengkapnya. Jangan lupa, untuk agar mendapatkan cita rasa yang khas dan nikmat kamu perlu menyantapnya saat masih hangat.

16. Jajan Adrem

Jajan Adrem
Sumber gambar: img.okeinfo.net

Jajan adrem terbuat dari bahan tepung beras dan gula jawa dan pengolahannya dengan cara digoreng. Rasanya sangat gurih dan manis serta legit. Biasanya jajan adrem sangat terasa nikmat saat disantap bersama teh manis yang hangat. Saat masih diolah jajan adrem dijepit menggunakan bilah bambu di atas wajan.

Kalau kamu tertarik mencicipinya, langsung saja menuju daerah Bantul. Sebab, di Bantul merupakan daerah asal dari kue adrem ini, ShopBackers. Terutama di pasar-pasar tradisional. Soal harga pun tidaklah mahal dan bisa dinikmati oleh semua orang. Hal ini karena teksturnya yang lembut.

17. Jadah Tempe

Jadah Tempe
Sumber gambar: instagram.com/jadahtempembahcarik

Kalau kamu sedang liburan ke kawasan Jogja bagian utara, ada salah satu makanan tradisional yang wajib kamu coba. Namanya adalah jadah tempe. Sebenarnya, jadah ini adalah makanan khas dari Sleman yang dibuat menggunakan ketan dan dicampur kelapa serta memiliki rasa yang gurih.Terlebih lagi saat digoreng kering dan disantap bersama teh hangat.

Tidak hanya itu saja, jadah biasanya juga disajikan bersama tempe bacem. Uniknya, tempe bacem ini memiliki rasa manis dan legit. Penjual jadah tempe di daerah Jogja bagian utara ini adalah Mbah Carik. Alamatnya sendiri ada di sekitar Hargobinangun, Pakem. Saat pertama kali mencicipi jadah tempe ini kamu pun tak cukup sekali untuk memakannya.

18. Enthog Slenget

Enthog Slenget
Sumber gambar: instagram.com/bandungfoodies

Makanan khas di Jogja yang harus masuk list untuk kamu coba adalah enthog slenget. Lokasi yang biasa menjual enthog slenget ini adalah didaerah Turi. Untuk satu porsi kuliner ini isinya adalah daging enthog dengan masakan a la semur. Semakin lengkap lagi dengan beberapa cabai yang menghasilkan cita rasa pedas dan segar.

Untuk bisa menikmati enthog slenget kamu bisa mendatangi langsung Pasar Agropolitan Pules, Turi tepatnya di warung Kang Tanir. Jika dari Monumen Jogja Kembali sekitar 30 menit. Warung ini buka sejak tahun 2006 dan tidak pernah sepi pengunjung. Agar menghasilkan cita rasa yang nikmat, enthog yang dimasak diungkep terlebih dahulu di tas tungku dengan rempah-rempah pilihan, kecap, dan cabai rawit. Bahkan untuk menambah cita rasa pedasnya, Kang Tanir menambahkan serbuk merica.

19. Mangut Lele

Mangut Lele
Sumber gambar: instagram.com/kulinerjogja

Olahan makanan khas Jogja tidak hanya makanan yang berasal dari unggas saja. Tetapi juga olahan ikan yang nikmat. Salah satunya adalah lele mangut. Seperti namanya, bahan utama makanan ini adalah lele dalam kondisi yang baik. Jika kamu penasaran ingin mencicipi kuliner mangut lele bisa mendatangi warung yang ada di Jalan Parangtritis KM 6,5 dan bertepatan di belakang kampus ISI Jogja.

Cara memasak lele mangut ini cukup rumit. Awalnya, lele dimasak dengan diasapi menggunakan kayu bakar. Saat mengasapi tersebut ditambahkan dengan cabai. Maka tidak heran jika menciptakan aroma yang menggugah selera. Adanya warna merah di atas ikan lele yang diasapi tersebut menambah segar rasanya. Ditambah lagi adanya petai membuatmu semakin tak sabar mencicipinya, ShopBackers.

20. Pecel Jogja Beringharjo

Pecel Jogja
Sumber gambar: instagram.com/foodiarypaopao

Jogja juga terkenal akan masakan pecelnya. Kuliner pecel di Jogja bisa kamu dapatkan di sepanjang jalan Malioboro, tepatnya di area depan pasar Beringharjo. Sebenarnya, pecel yang ada di sini tidak jauh berbeda dengan pecel pada umumnya. Namun, perbedaannya adalah dari segi harganya cukup mahal.

Meski begitu tempat ini pun tidak pernah sepi oleh pengunjung. Selain cita rasanya yang enak, lauk pauk di pecel Beringharjo ini juga lengkap. Biasanya banyak pengunjung membelinya pada pagi hari maupun hari. Disarankan kalau kamu ingin mencicipinya lebih baik datang pada pagi hari karena semua lauk tersaji masih hangat sambil ditemani segelas teh hangat.

21. Kicak

Kicak
Sumber gambar: instagram.com/jajanangethukmakbad

Jika kamu berkunjung ke Jogja pada saat bulan Ramadan, jangan lewatkan untuk menikmati kue kicak. Biasanya pada sore hari menjelang buka puasa banyak penjual yang menjajakan kue kicak di sekitar Kauman. Bahan pembuatan kicak ini adalah jadah, gula, dan parutan kelapa. Kemudian, dicampur dengan buah nangka, vanili, dan pandan.

Kicak memiliki rasa yang unik antara manis, asin, maupun gurih. Teksturnya pun sangat lembut saat dimakan. Meski tidak memasuki bulan Ramadan, masih ada penjual kue kicak yang ada di pasar-pasar tradisional. Harganya cukup murah dan tak bikin kantongmu jebol, cukup merogoh kocek Rp2.000 saja kamu bisa menikmati makanan khas Jogja ini.

22. Nasi Thiwul

Nasi Thiwul
Sumber gambar: instagram.com/sariindahwati46

Nasi thiwul adalah makanan tradisional Jogja yang terbuat dari gaplek alias singkong yang sudah dikeringkan. Pada zaman dulu, thiwul digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras bagi masyarakat Gunung Kidul. Kerap kali nasi thiwul diidentikkan dengan masyarakat miskin di daerah pedesaan. Namun, seiring berjalannya waktu, stigma tersebut perlahan berubah.

Thiwul menjadi salah satu sajian yang lezat dan banyak dicari wisatawan saat mengunjungi Gunung Kidul. Selain lezat, thiwul juga kayak akan nutrisi dan memiliki kalori sedikit. Bahkan thiwul juga bisa mencegah terjadinya penyakit lambung. Thiwul banyak dijual di pasar-pasar tradisional dengan dibungkus mengguakan daun pisang.

23. Grontol Jagung

Grontol Jagung
Sumber gambar : jogjaupdate.com

Makanan khas Jogja juga ada yang terbuat dari bahan dasar jagung, yakni Grontol Jagung. Makanan tradisional ini dibuat menggunakan pipilan jagung. Setelah dipilih, kemudian direbus sampai empuk. Setelah jadi, ditambahkan dengan parutan kelapa dan gula pasir untuk mebambah cita rasa manis dan gurih.

Perebusan grontol jagung tidak dilakukan dengan cara seperti biasanya. Terlebih dahulu, jagung direndam dengan air kapur sirih untuk memecah kulitnya. Setelah direbus, air kemudian dibuang kulitnya pun dibuang. Selain memiliki cita rasa yang nikmat, grontol jagung juga dikenal sebagai makanan yang sehat dan kaya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga aman untuk dikonsumsi.

24. Tengkleng Gajah

Tengkleng Gajah
Sumber gambar: instagram.com/choirul.akhmad

Meski namanya adalah tengkleng gajah, makanan ini bukan berbahan daging gajah lho, ShopBackers. Bahan bakunya adalah tulangan kambing yang berukuran besar. Disebut tengkleng gajah karena porsinya yang besar dan tulangannya jumbo. Rasanya pun gurih dan nikmat dengan aroma daging kambing dan rempah-rempah yang khas. Namun, untuk memasak tengkleng gajah butuh waktu hampir tiga jam.

Kamu dapat menikmati tengkleng gajah di Jalan Kaliurang kilometer 9,3. Di sini ada dua macam tengkleng yang dijual, yakni tengkleng tongseng atau berkuah dan tengkleng goreng kering. Untuk satu porsinya tidaklah terlalu merogoh kocek yang dalam, yakni sekitar Rp30.000 saja.

25. Kipo

Kipo
Sumber gambar: cdn2.tstatic.net

Kip adalah makanan khas Jogja yang sudah ada sejak dulu. Bahkan jika dirunut berasarkan sejarahnya, kipo sudah ada sejak era kerajaan Mataram. Bentuk kue ini lonjong dengan tekstur yang kenyal. Bahan utamanya adalah tepung beras dan tepung ketan. Warna hijau di kue ini berasal dari daun pandan suji.

Kue ini juga harum saat baru dimasak. Tak hanya itu, kue ini juga berisi parutan kelapa dan gula jawa yang legit. Saat ini, kipo menjadi jajanan yang cukup langka ditemukan di Kota Jogja. Salah satu penjual yang masih bertahan menjual kue kipo adalah kios Bu Djito yang ada di kawasan Kotagede.

Bagaimana ShopBackers, menggugah selera bukan makanan khas Jogja di atas? Buruan datang langsung ke Jogja untuk liburan seru dan menikmati kulinernya. Agar liburanmu semakin tenang dan nyaman bisa awali dengan ShopBack. Sebab, di sini kamu bisa mendapatkan segala kebutuhan liburanmu dengan harga terbaik. Bahkan kamu berpeluang mendapatkan cahsback besar dan menguntungkan lho. Happy eating!

Baca juga: