Labuan Bajo terkenal menjadi destinasi pariwisata Indonesia kelas dunia. Salah satu faktor pendorong terbesarnya adalah Taman Nasional Komodo yang berada di Pulau Komodo. Pulau Komodo sendiri telah menjadi sorotan dunia, terlebih setelah ia dinobatkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban warisan alam dunia sejak tahun 2013. Keren, kan? We must proud of it, guys!

Sudah menjadi perhatian dunia tapi kamu sudah pernah berkunjung ke sana, belum? Belum pernah? Wah, sayang banget! Masa kalah sama wisatawan asing dari luar negeri sana? Di sana kamu bisa melihat langsung sisa peradaban masa lalu di negeri tercinta sambil mengagumi keindahan alam yang berada di sekitarnya?

Nih, buat kamu yang belum pernah ke Labuan Bajo dan penasaran bagaimana wujud nyata dari komodo itu sendiri serta kebiasaan mereka di alam, ShopBack akan kasih panduan untuk kamu yang mau berkunjung ke Pulau Komodo.

Pulau Komodo

Pulau Komodo
Sumber gambar: Wikimedia Commons

Pulau Komodo sebagai pulau utama dari taman nasional ini menjadi pulau yang ramai pengunjung. Apa lagi kalau bukan untuk bertemu kadal raksasa dari peradaban masa lalu, komodo. Untuk melihat kehidupan liar Sang Kadal Besar ini, kamu bisa menikmatinya sambil tracking yang terdiri dari tiga pilihan paket, yaitu short track, medium track dan long track.

Tentu saja, saat berkelana di rumah komodo, kamu akan ditemani oleh jaganawa atau pawang yang sudah terlatih dan berpengalaman. Nggak hanya mahir untuk menenangkan komodo, tapi para pawang juga pandai dalam memberikan spot terbaik untuk kamu jelajahi.

Pastinya, pulau ini punya spot terbaik yang bisa kamu abadikan. Perpaduan pemandangan Pulau Komodo yang mengambungkan hamparan sabana hijau yang menyejukkan, serta birunya laut yang menyegarkan. Pasti sayang banget untuk kamu lewatkan!

Artikel rekomendasi lainnya:

Pulau Rinca dan Pulau Padar

Pulau Rinca dan Pulau Padar
Sumber gambar: Pixabay

Pulau Rinca yang nggak jauh dari Pulau Komodo pun menghadirkan suasana yang nggak jauh berbeda. Bedanya, jalur perjalanan di pulau ini lebih menantang, ShopBackers. Berani coba nggak?

Sementara Pulau Padar berseberangan dengan Pulau Rinca dan keduanya dipisahkan oleh Selat Lintah. Suasana tracking yang berbeda di hamparan bukit-bukit Pulau Padar sangat menantang. Namun, semuanya akan terbayar ketika kamu sampai puncaknya dan melihat pemandangan pantai tiga warna yang berada di pulau-pulau kecil sekitar Pulau Padar.

Pink Beach

Pink Beach
Sumber gambar: Flickr

Pantai tiga warna, salah satu yang paling terkenal adalah Pink Beach atau Pantai Merah Muda. Jarang banget nih kamu menemukannya, apalagi buat kamu yang tinggal di Jakarta.

Lelah tracking di Gerbang Nirwana, Taman Nasional Komodo dan tiga pulau yang berada di dalamnya, kamu bisa rehat sejenak sambil bermain air di pantai merah muda ini. Entah untuk diving, snorkeling atau hanya sekadar sun bathing menikmati matahari yang tersenyum pada kamu yang bahagia berlibur di timur Indonesia sana.

Kamu tahu nggak sih, warna pink-nya pantai ini asalnya dari mana? Jadi, warna pink yang unik ini ternyata kolaborasi antara pasir putih bawaan asli pantai dengan serpihan-serpihan karang, cangkang kerang-kerangan, maupun sisa kehidupan dari hewan invertebrata yang berwarna merah.

Menengok Pari Manta

Pari Manta
Sumber gambar: Pxhere

Untuk kamu yang hobi diving dan ingin mengenal keindahan alam bawah laut Nusantara, kamu harus merasakan sensasi Manta Point yang berada tidak jauh dari Pink Beach.

Disebut Manta Point karena di titik penyelaman ini kamu akan bertemu dengan Manta Ray atau ikan pari raksasa khas Indonesia Timur. Di sini, sambil menyelam kamu nggak hanya melihat Sang Manta dari jauh tetapi juga menyentuhnya bahkan memberi mereka makan. Namun, pastikan kamu sudah memiliki keberanian cukup untuk itu, ya karena pari manta itu sendiri memiliki panjang rata-rata sampai dengan 3 meter.

Di Manta Point, kamu nggak hanya akan bertemu pari manta. Tetapi juga koloni ubur-ubur yang menjadi menu utama dari para manta tersebut. Di sini pun kamu bisa melihat secara langsung bagaimana manta menyantap ubur-ubur dengan terlebih dulu mengepung koloni ubur-ubur yang sedang berkumpul. Penasaran, kan kayak gimana? Langsung datang aja ke Labuan Bajo!

Menikmati Senja di Puncak Gili Laba

Puncak Gili Laba
Sumber gambar: Wikipedia

Sudah puas bermain dengan komodo dan ikan pari seharian? Masih kurang? Kamu tahu, nggak sih kalau Labuan Bajo adalah tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam atau sunset.

Masih dengan kontur yang berbukit, kamu perlu untuk tracking sedikit lagi. Nggak lama kok, hanya 30 menit saja. Kalau kamu mulai mendaki Gili Laba dari pukul 15.00 maka kamu masih bisa menikmati pemandangan dari puncak bukit.

Pastinya, kamu juga bisa berfoto ria dengan pemandangan unik dari ketinggian dengan latar belakang air laut biru. Sambil menunggu matahari terbenam, kamu juga bisa menikmati senja sambil minum segelas kopi di padang sabana.

Sabana di Gili Laba ini pun, unik lho! Ia dapat berubah warna. Di musim kemarau, padang sabana di perbukitan Gili Laba akan bertransformasi layaknya gurun pasir berwarna cokelat. Namun, bukan pasir yang ada di sana. Mereka hanya rumput yang mengering. Lagi pula, tingginya hanya 20 cm saja kok.

Sementara pada musim penghujan ia akan tumbuh kembali dan menjadi sabana hijau yang mengajak kita untuk berbaring di atasnya. Jadi, kamu pilih yang mana, berkunjung ke Gili Laba saat rumput berwarna kecokelatan karena musim panas atau saat hijau segar di musim penghujan? Dua-duanya tetap apik kok untuk kamu abadikan dalam jepretan kamera terbaikmu.

Danau Kelimutu

Danau Kelimutu
Sumber gambar: Flickr

Satu lagi nih, tempat unik yang ditawarkan oleh Labuan Bajo, yaitu Danau Kelimutu. Gambar Danau ini bahkan pernah terpampang pada uang nominal Rp5.000 di tahun terbit 1992.

Danau Kelimutu, berasal dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidih. Ia pun dikenal sebagai danau tiga warna yaitu Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Koo Fai (danau biru) dan Tiwu Ata Mbupu (danau putih). Ketiganya memiliki warna yang berbeda disebabkan oleh komposisi mineral yang berbeda-beda di tiap danau tersebut.

Selain itu, mitos masyarakat sekitar pun meyakini bahwa danau-danau tersebut berhubungan jiwa dari orang-orang yang telat tiada. Untuk Tiwu Ata Polo dipercaya sebagai tempat untuk jiwa-jiwa yang telah meninggal namun semasa hidupnya melakukan kejahatan. Kalau Tiwa Nua Muri Koo Fai adalah tempat bagi jiwa para muda-mudi yang telah meninggal. Sementara, Tiwa Ata Mbupu adalah tempat berkumpulnya jiwa-jiwa para orang tua yang telah meninggal.

Oleh karena itu, masyarakat sekitar, terutama Suku Lio mengadakan ritual adat tahunan yang bernama Pati Ka. Pati Ka sendiri memiliki arti memberi makan sehingga dalam ritual tersebut akan ada pemberian sesajen kepada para arwah leluhur yang berada di Danau Kelimutu. Ritual ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus.

Saat ritual, Suku Lio menggunakan pakaian adat yang berupa sarung tenun dan juga ikat kepala. Mereka mengawal ritual dengan memanjatkan doa agar makanan dan minuman yang dipersembahkan diberkati. Makanan beserta minumannya akan disajikan dalam mangkuk yang terbuat dalam tanah liat dan terdiri dari nasi merah, daging babi, kopi serta air putih.

Sambil membawa persembahan, Suku Lio akan berjalan ke Batu Arwah dengan dipimpin oleh tetua adat sambil membunyikan gong setiap menapaki undakan anak tangga. Sesampainya di Batu Arwah, mereka akan duduk melingkar dan memanjatkan doa.

Unik memang, ya Danau Kelimutu! Memadukan kebudayaan dan keindahan alamnya yang begitu indah. Jangan lupa tambahkan Danau Kelimutu ke dalam wishlist-mu, ya!

Cara Terbaik Sama Sampai ke Labuan Bajo

Melihat pemaparan di atas, mungkin kamu sudah punya beberapa pilihan destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Labuan Bajo. Tapi, apa kamu yakin sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk sampai ke sana?

1. Jalur Udara

Untuk sampai ke sana ada dua alternatif pilihan yang bisa kamu pilih, yaitu melalui jalur udara atau jalur laut. Ketika kamu memilih jalur udara, maka kemungkinan besar kamu perlu melakukan transit terlebih dahulu di Pulau Bali, lalu kamu akan mendarat di Bandara Komodo.

Nggak perlu takut terlalu mahal, manfaatkan banyak promo untuk bisa sampa kesana. Salah satunya, cashback dari ShopBack yang pasti masuk ke dompet kamu saat beli tiket dari e-commerce. Untuk travelling lebih untung, awali dengan ShopBack!

2. Jalur Laut

Sementara, jika kamu memilih untuk menyeberangi lautan, kamu bisa menggunakan jasa perjalanan kapal yang disediakan oleh PT PELNI, seperti Kapal Leuser yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya atau menyebrang dari Tanjung Benoa, Bali yang juga bisa menggunakan Kapal Leuser. Sementara, untuk kamu yang berasal dari Pulau Sulawesi, kamu bisa menumpangi Kapal Tilongkabila yang akan berlajar dari Makassar.

3. Liveaboard

Untuk kamu yang akan berlibur agak lama di Labuan Bajo, berkeliling Pulau Komodo dan Pulau Flores dengan metode liveaboards. Banyak dari wisatawan menikmati Labuan Bajo dengan cara ini dan pulang dengan kepuasan dan kesan tersendiri.

Biasanya mereka bisa menghabiskan paling tidak satu minggu atau mungkin lebih untuk berkeliling Labuan Bajo. Namun, sebelum memilih metode ini, pastikan bahwa kamu datang ke Labuan Bajo saat cuaca sedang bersahabat, ya!

Manfaatkan Promo Jalan Jalan ShopBack untuk Wisata Lebih Hemat ke Labuan Bajo

Udah penasaran banget ingin menikmati eksotisme Pulau Komodo dan Pink Beach? Yuk, rencanakan perjalananmu mulai sekarang. Mumpung selama bulan Maret ada promo Jalan Jalan ShopBack yang kasih kamu cashback hingga 2x lipat untuk pemesanan hotel. Selama sebulan kamu bebas pilih mau travelling di tanggal berapa dan memilih merchant travel apa.

Karena ada Pegipegi, Booking.com, Tiket.com, Hotels.com, Expedia, Airbnb, Trip.com, dan Agoda yang bisa kamu pilih di promo Jalan Jalan ShopBack. Pastikan kamu cek dulu kalender promo travel ShopBack di bulan Maret 2020 pada gambar di bawah ini.

timeline JJS

Jadi, kapan pastinya kamu akan mengunjungi Labuan Bajo yang kaya destinasi wisata alam yang sejukkan hati? Sekarang, yuk! Segarkan diri kamu dengan mengagumi keindahan alam di sana. Wisata ke Labuan Bajo, berawal dari ShopBack!