Kamu di Jakarta dan bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja? Jangan khawatir, di kota metropolitan ini kamu bisa menemukan tempat wisata seru dengan banyak aktivitas menarik sekaligus edukatif karena sarat sejarah. Kerennya lagi, tempat ini bisa kamu kunjungi bersama keluarga, teman, kerabat, atau bahkan pasangan. Terletak di tengah ibu kota, destinasi keren dan bersejarah ini disebut Kota Tua Jakarta.

Sejak jaman penjajahan Belanda, Kota Tua memang didesain sebagai pusat perdagangan di Asia. Sebab pada masanya, tempat ini merupakan jalur keluar masuk komoditas dari dalam maupun luar negeri yang dipasarkan di Batavia. Jadi jangan heran apabila letak tempat wisata populer ini tidak jauh dari pesisir Jakarta.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Sebelum diambil alih Belanda dan diberi nama Batavia, Kota Tua ini sejatinya merupakan pelabuhan Sunda Kelapa milik Kerajaan Pajajaran ini dinamai Jayakarta oleh Fatahillah. Namun, setelah berada di tangan Belanda, Batavia diperluas hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung pada tahun 1635.

Pada saat itu, kota dirancang dan dibangun dengan gaya khas arsitektur Eropa atau Belanda. Inilah mengapa di Kota Tua terdapat banyak sekali gedung bernuansa Eropa klasik. Hal ini pula yang menjadi alasan Gubernur Ali Sadikin menetapkan Kota Tua sebagai situs warisan pada tahun 1972.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kota Tua pun menjadi salah satu wilayah yang kontras dengan Jakarta di masa modern. Tempat wisata unik ini terletak di daerah Pinangsia, Taman Sari. Untuk mencapai Kota Tua, kamu bisa menggunakan KRL dengan tujuan Stasiun Jakarta Kota.

Dari Stasiun, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan kendaraan lain menuju Taman Fatahillah yang berlokasi sekitar 200 meter dari Stasiun. Tidak seperti destinasi wisata lain, Kota Tua tidak memiliki jam operasional. Kawasan ini buka 24 jam untuk wisatawan yang ingin menikmati Jakarta masa lampau.

Meskipun begitu, beberapa tempat wisata yang ada di Kota Tua tetap memiliki jam bukanya masing-masing. Museum yang ada di kawasan ini biasanya mulai dibuka dari jam 9 pagi hingga 3 sore. Serunya, untuk masuk ke kawasan wisata Kota Tua yang cantik kamu tidak akan dipungut biaya.

Tapi bila ingin masuk ke museum atau gedung yang ada di kawasan ini, pengunjung akan dikenai biaya masuk sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 saja. Karena memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, Kota Tua memiliki banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi.

Bagi para ShopBackers yang ingin berkunjung ke Kota Tua, berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata yang bisa kita jelajahi selama berlibur di Jakarta.

Destinasi Wisata Kota Tua Jakarta

1. Museum 3D Kota Tua

Museum 3D Kota Tua
Museum 3D Kota Tua – Sumber Gambar: checkinjakarta.id

Meskipun hampir semua bangunan di kawasan ini bernuansa klasik, bukan berarti kamu hanya akan menemukan hal yang membosankan di sini. Karena selain bangunan bersejarah, Kota Tua juga memiliki destinasi kekinian favorit para milenilal bernama Museum 3D.

Sesuai namanya, di museum ini pengunjung berfoto dengan aneka latar belakang menarik sekaligus instagramable. Setidaknya ada 7 zona tema yang ditawarkan pengelola, yaitu tema laut, satwa, rutinitas, horor, petualangan, dan Dinosaurus. Selain lukisan 3D, kamu juga bisa mengunjungi Rumah Kaca, loh.

Museum 3D sendiri merupakan salah satu objek wisata terbaru di Kota Tua. Destinasi ini baru dibuka secara umum pada tanggal 7 Desember 2018. Meskipun begitu, jumlah pengunjung yang berwisata ke tempat ini cukup banyak. Dalam sehari setidaknya ada 800 orang yang mengunjungi Museum 3D.

2. Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan
Jembatan – Sumber Gambar: commons.wikimedia.org

Salah satu fakta menarik tentang jembatan ini adalah, Jembatan Intan merupakan jembatan modern tertua di Indonesia yang dibangun sejak 1608 oleh pemerintah Belanda. Meskipun sempat mengalami kerusakan, Jembatan Intan kembali dibangun dan menjadi salah satu destinasi populer di Kota Tua.

Warna merah dan arsitektur unik merupakan daya tarik utama jembatan yang dikenal pula dengan nama Jembatan Pasar Ayam ini. Jadi jangan heran apabila Jembatan Intan kerap digunakan sebagai latar belakang foto yang instagramable.

3. Toko Merah

Toko Merah
Toko Merah – Sumber Gambar: en.wikipedia.org

Berlokasi di Jalan Kali Besar Kota Tua Jakarta, Toko Merah merupakan bangunan cagar budaya yang dulunya milik seorang warga Tionghoa. Bangunan ini awalnya adalah sebuah rumah bergaya Eropa yang megah dan nyaman.

Saat masa penjajahan Jepang, Toko Merah sempat dijadikan Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang. Setelah beralih ke beberapa tangan, bangunan ini akhirnya ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya pada tahun 1990. Saat ini, Toko Merah difungsikan sebagai tempat konferensi dan pameran.

Bagi para wisatawan, Toko Merah merupakan objek sekaligus latar belakang foto yang menarik. Jadi jika berkunjung ke sini, jangan lupa untuk berfoto sepuasnya agar timeline akun Instagram kamu dihiasi dengan gambar-gambar unik ala salah satu cagar budaya terbaik di Kota Tua.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum – Sumber Gambar: commons.wikimedia.org

Dibangun pada tahun 1870 oleh arsitek asal Belanda, gedung Museum Seni Rupa dan Keramik sempat difungsikan sebagai Kantor Pengadilan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.

Setelah beberapa kali beralih fungsi dan kepemilikan, pada tahun 1977 Gubernur Ali Sadikin meresmikan gedung ini sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang pengelolaannya ada di tangan Pemprov DKI Jakarta.

Seperti namanya, di museum ini pengunjung bisa melihat sekitar 350 lukisan serta 1.350 jenis keramik yang berasal dari berbagai kawasan seperti Eropa, Asia, dan daerah lain di Indonesia. Termasuk di dalamnya, keramik dari abad ke 14 yang dibuat pada masa Kerajaan Majapahit.

5. Museum Bahari

Museum Bahari
Museum Bahari – Sumber Gambar: id.m.wikipedia.org

Bangunan Museum Bahari terdiri dari beberapa situs dengan masa pembuatan berbeda. Paling tua dibangun pada tahun 1652, dan yang paling baru dibangun pada tahun 1771. Pada masa penjajahan, bangunan museum berfungsi sebagai gudang. Inilah mengapa di bagian atas pagar terdapat pos pengintai.

Saat ini bangunan Museum Bahari berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai koleksi terkait kemaritiman dan armada pertahanan laut negara kita. Jadi saat berkunjung ke sini, kamu akan melihat berbagai hal menarik seperti alat navigasi, miniatur kapal, hingga meriam dan teropong.

6. Museum Wayang

Museum Wayang
Museum Wayang – Sumber Gambar: commons.wikimedia.org

Hal paling menarik dari museum ini adalah koleksinya. Karena selain menyimpan aneka jenis wayang asli Indonesia, museum ini juga merupakan rumah bagi berbagai jenis wayang yang berasal dari negara-negara lain seperti Thailand, Tiongkok, Kamboja, hingga Suriname.

Gedung yang awalnya bernama Hollandsche ini dibangun pada tahun 1640. Saat ini selain wayang, kamu juga bisa menikmati aneka pagelaran pertunjukan wayang menarik yang diselenggarakan setiap minggu kedua dan ketiga.

7. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia – Sumber Gambar: www.flickr.com

Bangunan Museum Bank Indonesia merupakan salah satu destinasi favorit di Kota Tua Jakarta. Bangunan megah dan klasik ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit dan beralih fungsi menjadi gedung De Javashe Bank (DJB) pada tahun 1828. Setelah negara kita merdeka, gedung mewah ini dinasionalisasi.

Sejak tahun 2006, bangunan yang termasuk cagar budaya ini diresmikan sebagai Museum Bank Indonesia. Keindahan gedung tidak hanya bisa dinikmati dari luar saja, loh. Begitu memasuki lobi, pengunjung akan disapa oleh kaca patri indah. Setidaknya ada 324 kaca patri lain yang dipamerkan di sini.

Semuanya dibuat di Belanda dalam periode 1922 hingga 1935. Tidak hanya itu, di dalam bangunan yang megah juga terdapat ruang teater yang memutar film dokumenter mengenai sejarah perbankan di Indonesia. Menariknya, untuk masuk ke museum kamu hanya perlu membayar tiket seharga Rp5.000 saja.

8. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah – Sumber Gambar: id.m.wikipedia.org

Terletak di tengah Kota Tua, museum klasik ini merupakan rumah bagi sekitar 23.500 barang bersejarah baik yang asli maupun replika. Di tempat ini, kamu bisa melihat aneka peninggalan kuno dari masa Kerajaan Tarumanegara atau Pajajaran hingga deretan benda yang memiliki kisah bersejarah lainnya.

Selain koleksinya, daya tarik utama museum adalah taman di bagian depan. Taman ini kerap dijadikan pusat kegiatan para wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua. Jadi jangan heran bila saat berkunjung ke museum, di halamannya kamu akan melihat banyak orang dengan aktivitas serunya masing-masing.

Jika tertarik mengeksplorasi dan melihat dari dekat berbagai peninggalan bersejarah di museum ini, kamu hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp2.000 untuk membeli tiket masuk. Jangan lupa mengabadikan setiap momen seru kamu di sini, ya.

9. Art Street

Art Street
Orang Melukis – Sumber Gambar: commons.wikimedia.org

Pesona Kota Tua bukan hanya tentang gedung-gedung klasik di dalamnya. Di sini kamu juga bisa menikmati suasana unik dan menyenangkan. Salah satunya adalah pertunjukan para seniman jalanan dengan berbagai konsep menarik.

Berbeda dengan seniman jalanan di tempat wisata lain, di sini para senimannya cenderung lebih kreatif. Kamu bisa melihat aneka art street seru seperti pertunjukan pantomim, pelukis, pengamen, hingga para cosplayer. Di antara semua, yang paling menarik tentu cosplayer.

Karena biasanya, pengunjung akan mengajak para seniman dengan aneka kostum ini berfoto. Keberadaan art street di Kota Tua sendiri tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah memfasilitasi seniman di Kota Tua. Salah satunya dengan program gallery art street.

10. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan – Sumber Gambar: www.flickr.com

Objek wisata yang terakhir ini merupakan cikal bakal Kota Tua Jakarta. Meskipun saat ini suasanya tidak seramai saat pelabuhan masih berjaya, tetapi banyak sekali wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi Sunda Kelapa. Di sini, pengunjung bisa melihat Kapal Phinisi yang legendaris dari dekat.

Kapal Phinisi sendiri merupakan kapal angkut perdagangan di negara kita yang telah digunakan sejak berabad-abad silam. Untuk masuk ke pelabuhan, para wisatawan akan ditarik biaya tiket sebesar Rp2.500 per orang. Harga tersebut belum termasuk ongkos parkir.

Jadi, tertarik untuk menjelajahi wisata tempo dulu ala Kota Tua Jakarta? Agar perjalanan ke tempat wisata unik ini lebih nyaman, awali dengan ShopBack. Mulai dari tiket kereta atau pesawat ke Jakarta, akomodasi selama di Ibu Kota, hingga persiapan lainnya bisa kamu beli secara online melalui ShopBack.

Karena selain harganya cukup ramah kantong, jika beruntung kamu bisa mendapatkan promo menarik. Jangan lupa pula promo cashback untuk pembelanjaan tertentu melalui situs ShopBack, menarik bukan? Nah ShopBacker, itulah ulasan tentang wisata Kota Tua Jakarta. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya. Selamat berlibur!

Lihat juga review tempat wisata lainnya: