Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia yang sering kali menjadi tujuan para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Jakarta juga dikenal dengan kota metropolitan karena memiliki banyak gedung perkantoran dan mal. Ketika akhir pekan atau saat musim liburan, mal di Jakarta akan dipenuhi oleh orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan di mal.

Meskipun Jakarta dikenal sebagai kota dengan banyak mal tetapi masih ada tempat-tempat wisata lain selain mal yang bisa dikunjungi untuk mengisi waktu liburan.

Salah satu lokasi di Jakarta yang bisa dikunjungi untuk mengisi liburan adalah Kota Tua. Tempat ini bisa kamu jadikan pilihan tempat wisata untuk menghabiskan waktu selain berkunjung di mal.

Kota Tua tidak hanya bisa kamu jadikan sebagai tempat berlibur saja tetapi juga kamu bisa belajar di Kota Tua. Hal ini karena Kota Tua sarat dengan nilai sejarah kota Jakarta. Kota Tua terletak di tengah Jakarta dan tidak pernah sepi pengunjung. Setiap hari selalu banyak pengunjung yang datang ke Kota Tua.

Kota Tua sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan digunakan sebagai pusat perdagangan Asia. Pada saat itu Jakarta masih disebut sebagai sebutan Batavia dan menjadi kawasan pusat perdagangan. Saat itu segala jenis perdagangan dilakukan di Jakarta.

Kota Tua berlokasi di Pinangsia di wilayah Jakarta Barat. Untuk menuju Kota Tua, kamu dapat menggunakan transportasi umum seperti Busway atau KRL. Untuk transportasi KRL, kamu dapat menaiki KRL yang memiliki rute menuju Kota Tua. Kamu juga menggunakan busway menuju Kota Tua.

Kota Tua memiliki keunikan dibandingkan tempat wisata yang lain. Keunikan yang dimiliki oleh Kota Tua yaitu jam operasionalnya. Jika tempat wisata lain memiliki batas jam operasional maka Kota Tua tidak memiliki jam operasional. Kota Tua buka 24 jam sehingga kamu bisa mengunjungi Kota Tua di jam berapa saja.

Selain itu kamu dapat mengunjungi Kota Tua tanpa mengeluarkan biaya apa saja. Hanya objek-objek tertentu dalam Kota Tua yang mematok biaya tertentu untuk masuk ke dalamnya. Meskipun begitu kamu tidak perlu khawatir karena harga tiket masuk ke objek di Kota Tua sangat terjangkau. Biaya tiketnya hanya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 saja. Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Kota Tua, berikut ini adalah 7 tempat wisata yang dapat kamu kunjungi di Kota Tua!

1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah
Sumber gambar: instagram.com/leosuwandi

Museum Fatahillah sudah terkenal di kalangan wisatawan. Museum Fatahillah terletak tidak jauh dari Stasiun Kota. Dulunya gedung ini tidak digunakan sebagai museum tapi dipakai sebagai balai kota, tempat ibadah di hari Minggu, tempat Dewan Kotapraja, pengadilan, dan juga kantor catatan sipil.

Gedung yang dulunya memiliki berbagai banyak fungsi ini akhirnya diserahkan ke Pemerintah Daerah DKI Jakarta pada tahun 1968. Pada akhirnya, gedung ini dialihfungsikan menjadi Museum Sejarah Jakarta. Di dalam Museum Fatahillah terdapat penjara bawah tanah. Banyak orang berpendapat bahwa penjara tersebut adalah saksi penderitaan tawanan dari masa lalu.

Museum Fatahillah sangat kental dengan nuansa sejarah. Koleksi-koleksi di museum ini adalah benda asli dan replika. Terdapat banyak replika peninggalan dan hasil penggalian arkeologi yang dilakukan di Kota Jakarta. Koleksi replika berasal dari masa Padjajaran dan Tarumanegara sedangkan arkeologi yang dipajang berupa koleksi keramik, prasasti, gerabah, dan banyak furnitur-furnitur antik.

Artikel lainnya:

2. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia
Sumber gambar: instagram.com/wiekeratna

Sebelum menjadi Museum Bank Indonesia, gedung ini merupakan rumah sakit yang bernama Binnen Hospital. Rumah sakit kemudian dirombak menjadi sebuah bank yang bernama De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828. Sebelum akhirnya berganti nama menjadi Bank Sentral Indonesia. Namun saat ini banyak orang yang menyebutnya dengan sebutan Bank Indonesia. Pada tahun 1962, Bank Indonesia dipindahkan ke gedung baru. Gedung yang sudah tidak dipakai ini digunakan sebagai Museum Bank Indonesia.

Museum yang diresmikan pada tahun 2006 ini berisi banyak informasi tentang peran Bank Indonesia dan sejarah perbankan di Indonesia. Di lobi museum akan terlihat sebuah kaca patri yang cantik. Total kaca patri yang dapat ditemukan adalah 324 buah dan semuanya dibuat di Atelier Jan Schouten, Belanda pada tahun 1922 – 1935.

Di Museum Bank Indonesia juga terdapat ruangan teater. Teater dapat diisi dengan total 40 orang. Kamu dapat menonton film dengan tema-tema informatif mengenai perbankan di dalam ruangan ini.

Untuk bisa masuk ke Museum Bank Indonesia, kamu hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp. 5.000 saja. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai minggu, kecuali apabila ada hari libur nasional. Yuk, kunjungi museum ini untuk mengetahui sejarah perbankan Indonesia.

3. Art Street Kota Tua Jakarta

Art Street Kota Tua Jakarta
Sumber gambar: instagram.com/aynun_azzahraa

Art Street berisi banyak koleksi-koleksi seni yang bagus untuk dijadikan spot foto. Kamu akan menemukan nuansa unik dan artistik di jalan ini. Selain koleksi-koleksi seni, kamu juga dapat menikmati pertunjukan para seniman di jalan. Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah memindahkan Art Street lukisan ke Gallery Art Street khusus.

Seniman di Art Street tidak hanya menyanyi dan bermain musik. Mereka juga melakukan pantomim, cosplay, hingga yang melukis. Pengunjung dapat menghampiri para seniman dan berfoto bersama dengan mereka.

Saat berfoto dengan cosplay, kamu bisa membuat seakan-akan kamu sedang berfoto dengan patung. Patungnya dapat berganti gaya karena sebenarnya merupakan orang yang melakukan cosplay. Ada banyak cosplay yang bisa kamu temui di sini.

4. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa
Sumber gambar: instagram.com/rita.nurmaliza

Pelabuhan Sunda Kelapa dulunya merupakan pelabuhan yang digunakan untuk aktivitas perdagangan. Di pelabuhan ini terdapat banyak kapal-kapal asing yang singgah di pelabuhan ini untuk bertukar barang dagangan. Masa-masa ini adalah masa-masa kejayaan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Saat ini kegiatan di Pelabuhan Sunda Kelapa sudah tidak seramai saat awal-awal buka. Pelabuhan Sunda Kelapa banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk melihat aktivitas yang terjadi di sekitar kapal. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan tempat wisata khas di Kota Tua Jakarta.

Kapal yang menarik perhatian banyak wisatawan yaitu Kapal Pinishi. Kapal ini merupakan kapal angkut perdagangan yang ada di Indonesia. Untuk memasuki kapal ini, kamu harus membayar tiket sebesar Rp2.500 per orang. Sedangkan untuk parkir mobil harus membayar sebanyak Rp4.000.

5. Museum Bahari

Museum Bahari
Sumber gambar: instagram.com/betseybeatrice

Museum Bahari terdiri dari banyak bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1652 hingga 1771. Gedung ini dikelilingi oleh tembok yang sangat kokoh dan dilengkapi dengan pos pengintai musuh di atas pagar. Terdapat pula lorong yang dapat digunakan untuk patroli.

Pada zaman dulu tempat ini berfungsi sebagai gudang. Tempat ini sudah berevolusi menjadi sebuah museum untuk mempelajari tentang kemaritiman. Di Museum Bahari, pengunjung dapat melihat armada pertahanan laut milik Indonesia di masa lampau. Koleksi di Museum Bahari beragam mulai dari navigasi perkapalan, teropong, meriam, miniatur kapal nelayan, dan jangkar kapal. Museum juga dilengkapi dengan Matra TNI AL dari generasi ke generasi.

6. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik
Sumber gambar: instagram.com/dewiisaputriii

Gedung ini dulunya didirikan sebagai kantor pengadilan di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Miyer. Tempat ini dirancang oleh Jhe. W.H.F.H. van Raders, yaitu seorang arsitek pada tahun 1870. Gedung ini memiliki banyak transisi dari yang awalnya sebagai kantor pengadilan menjadi sarana Nederlansche Mission Militer (NMM). Lalu diubah menjadi gudang dan terakhir digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah. Sekarang tempat ini telah diresmikan sebagai Museum Keramik.

Di awal tahun 1990 Museum Keramik dan Balai Seni Rupa dijadikan satu sehingga menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Koleksi lukisan di dalam museum ini sebanyak 350 lukisan.

Terdapat hingga 1350 jenis keramik yang terpajang di Museum Seni Rupa dan Keramik. Keramik-keramik ini berasal dari berbagai macam daerah seperti Asia, Eropa, dan lain-lain. Keramik yang dipajang di museum ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ada keramik yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang berarti sudah ada dari abad ke-14.

7. Toko Merah

Toko Merah
Sumber gambar: instagram.com/devignwn

Bangunan ini sempat dijadikan sebuah toko oleh warga Tionghoa. Semakin berjalannya waktu, Toko Merah sudah menjadi sebuah cagar budaya. Toko Merah terletak di Jl. Kali Besar dalam Kota Tua. Sesuai namanya gedung ini semuanya terdiri dari warna merah.

Tempat ini awalnya dibangun dengan tujuan menjadi sebuah rumah yang nyaman, besar, dan mengagumkan. Gustaaf Willem Baron van Imhoff adalah orang yang membangun gedung ini di tahun 1730. Awal mulanya gedung ini digunakan sebagai Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang lalu dimiliki oleh PT Satya Niada dan PT Dharma Niaga dan dijadikan toko. Hingga kemudian berakhir menjadi sebuah bangunan cagar budaya.

Sejak tahun 2012 tempat ini telah berfungsi sebagai tempat pameran dan konferensi. Saat ini gedung ini dijadikan sebagai gedung serbaguna. Kamu juga dapat menjadikan tempat ini sebagai spot foto yang Instagrammable. Latar belakang foto yang serba merah akan menambah keunikan hasil fotomu.

Jadi mana dulu 7 wisata Kota Tua yang akan kamu kunjungi?. Tempat ini tidak hanya bisa kamu jadikan tempat berlibur saja tetapi juga belajar mengenai sejarah. Kamu juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati tempat wisata di Kota Tua. Semua tiket masuk tempat wisata pasti di bawah Rp10.000. Sangat terjangkau untuk dijadikan destinasi tempat berlibur.

Saat berkunjung ke Jakarta tentunya kamu harus menemukan tempat menginap yang nyaman tapi juga ramah di kantong. Kedua kombinasi ini susah ditemukan karena kebanyakan penginapan yang nyaman dibanderol harga tinggi. Padahal penginapan yang nyaman adalah hal krusial yang harus selama liburan. Kamu membutuhkan tidur nyaman yang berkualitas agar liburanmu tetap menyenangkan.

Apabila kamu ingin memesan penginapan, kamu dapat menggunakan aplikasi ShopBack untuk menghemat biaya. Kamu bisa mendapatkan cashback besar untuk pemesanan hotelmu selama di Jakarta. Saat kamu belanja online, awali dengan ShopBack dan akhiri dengan cashback!

Lihat juga review tempat wisata lainnya: