Hari Raya Nyepi ternyata bukan hanya milik umat hindu di Bali. Kontribusi hari raya Nyepi terhadap Indonesia (juga dunia) cukup besar. Nggak percaya? Baca dulu di sini.

Perayaan Nyepi sendiri terdiri dari beberapa rangkaian acara yang meliputi Melasti, Tawur atau Pecaruan dan Pengerupukan. Upacara melasti bertujuan untuk membersihkan jiwa dan pikiran serta alat upacara dan memohon air suci kehidupan bagi kesejahteraan manusia. Upacara ini dilakukan dengan mengiring semua sarana persembahyangan di pura ke pantai untuk disucikan. Sedangkan upacara Tawur atau Pecaruan dilakukan satu hari sebelum hari raya dan dilaksanakan pada tengah hari di catuspata.

[promotion_banner id=”595416″ title=”Promo Belanja Online, Kode Voucher Toko Online, Diskon, dan Kupon” image_url=”https://content.shopback.com/id/wp-content/uploads/2017/12/12103254/847×1001.gif”]

Usai Tawur atau Pecaruan selanjutnya adalah upacara Pengerupukan dengan menyebarkan nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, dan memukul benda-benda apa saja hingga menimbulkan suasana gaduh. Tak hanya itu, desa-desa juga mengarak ogoh-ogoh keliling desa denagn berbagai suara. Upacara ini dimaksudkan untuk mengusir Buta Kala atau makhluk halus di seluruh bagian rumah dan pekarangan.

indonesia-570661_1280

Puncak acara Nyepi dilakukan dengan “Catur Brata Penyepian”, yang terdiri dari amati geni atau tidak ada api atau nafus, amati karya atau tidak ada aktivitas, dan amati lelungan yang berarti tidak ada bepergian. Prosesi ini berlangsung selama 24 jam, dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Catur Brata Penyepian tidak hanya berlaku bagi masyaraklat Hindu Bali namun berlaku bagi semua orang yang ada di Bali, termasuk para wisatawan.

Tak hanya unik di bidang budaya, perayaan hari nyepi ini ternyata juga berkontribusi menyelamatkan alam kita setiap tahunnya. Tak hanya itu, karena manfaatnya tadi, PBB pun menginisiasikan hari raya yang serupa untuk dunia. Untuk lebih jelasnya silakan baca 5 fakta di bawah ini.

ubud-277349_1920

1. Hari Nyepi kita mereduksi emisi dari gas karbondioksida (H2O) sebanyak 20.000 ton dalam sehari. Ini berarti hari raya Nyepi turut serta menjaga alam Indonesia juga dunia

2. Dalam sehari Nyepi di Bali menghemat listrik sebanyak 60%, jika dirupiahkan sekitar Rp4 miliar, atau sekitar 290 megawatt (MW).

3. Menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter atau sebesar Rp3 miliar. Ini akibat pengistirahatan dua pembangkit listrik di Bali. Kedua pembangkit yang distop operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk, yang biasa menghasilkan listrik sebesar 130 MW.

4. “World Silent Day” yang dirayakan setiap tgl 21 maret itu ternspirasi oleh Hari Raya Nyepi, dan di-acc oleh PBB.

5. Pada saat Nyepi juga memberikan ketenangan yang luar biasa. Terutama bagi mereka yang penat dalam bekerja, dan mereka yang jarang bisa berkumpul dengan keluarga karena urusan kerja.

Kalau sekarang, mungkin sudah telat bagi Anda jika ingin merasakan hari raya Nyepi di Bali. tapi tak pernah ada kata terlambat untuk menikmati keindahan Pulau Dewata itu. Silakan beli tiket pesawat dan voucher hotel Anda melalui akun ShopBack.co.id. Anda bisa mendapatkan bonus cashback di sana!

Happy travelling!

[promotion_banner id=”595416″ title=”Promo Belanja Online, Kode Voucher Toko Online, Diskon, dan Kupon” image_url=”https://content.shopback.com/id/wp-content/uploads/2017/12/12103254/847×1001.gif”]