Coba ingat-ingat kembali, apa yang kamu rasakan setelah berlama-lama menonton TV? Apakah kamu merasa baik dengan diri sendiri? Secara pribadi, saya merasa tidak enak; bersalah dengan diri sendiri karena menunda-nunda pekerjaan lain dan frustrasi dengan ketidakberdayaan akan godaan menonton TV. Bagaimana denganmu?

Tidak dapat dipungkiri bahwa menonton TV memberikan dampak positif, namun perlu disadari juga bahwa menonton TV pada tingkat kecanduan membawa masalah pada diri sendiri, benar? Kamu pasti merasa sangat lelah dan lelah namun sudah terlena dengan kecanduan tersebut, rasanya seperti berada di bawah mantra magis- kamu sadar bahwa kebiasaan tersebut merupakan hal buruk namun tetap dilakukan.

Nah, agar kamu bisa keluar dari kecanduan menonton TV tersebut, berikut ada beberapa strategi dan tips unik yang bisa membantumu untuk keluar dari kecanduan TV tersebut. Yuk simak!

Fokus pada makanan saat makan

Ketika makan, kamu pasti sangat tergoda untuk menyalakan TV. Nah, untuk itu, tegas-tegaslah mengatakan pada diri sendiri bahwa “saya akan makan dan tidak akan menonton TV meskipun saya akan terhibur saat makan”. Bayangkan saja, apabila kamu menyalakan TV saat makan, maka percayalah kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton dan tidak benar-benar mencicipi atau menikmati makanan.

Lain kali, saat makan, cobalah untuk memusatkan perhatian sepenuhnya pada aroma dan rasa indah dalam makanan tersebut.

Ganti kebiasaan

Kalau kebiasaanmu saat pulang kerja langsung menyalakan TV, mulai sekarang cobalah untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Pikirkanlah suatu hal yang lebih berguna, misalnya membaca cerita inspiratif, makan camilan atau melakukan yoga dan meditasi.

Rencanakan route escape

Sebelum menyalakan TV untuk menonton acara tertentu yang dianggap penting, ketahuilah persis apa yang akan kamu lakukan setelah menonton, misalnya “setelah menyaksikan berita di jam 9 malam, saya akan keluar sebentar karena menonton itu telah membuat saya merasa sehat dan memberi saya energi.

Biasakan menggunakan tombol OFF

Saat kamu sudah tau persis apa yang kamu lakukan setelah mengikuti acara TV, langusng tekan tombol OFF untuk mematikan TV begitu acara tersebut selesai.

Gunakan televisi sebagai hadiah

Katakanlah pada dirimu Saya akan menonton acara di TV setelah melakukan tugas saya.”. Pastikan kamu melakukan pekerjaanmu hingga maksimal dan jadikanlah TV sebagai bonus setelah kamu merampungkan tugas dan tanggung jawabmu tersebut.

tahukah kamu?

 

Tanyakan pada diri sendiri “mengapa?”

Temukan tempat yang sepi, tutup matamu dan tanyakan pada dirimu, Mengapa saya ingin menonton acara TV ini? Apa yang harus saya dapatkan dari menonton? Kita semua adalah makhluk cerdas dan kita semua tahu jawabannya jauh di dalam diri kita. Apabila tidak ada manfaatnya sama sekali dari acara itu, maka sebaiknya tidak usah menonton. Urutkan skala prioritas secara baik dan benar dalam hidupmu.

Hilangkan acara TV yang tidak penting

Tuliskanlah semua acara TV yang akmu tonton dan pertimbangkan apa saja yang bisa kamu hilangkan. Mulailah dengan menghilangkan satu acara dan perlahan lepaskan acara yang tidak perlu satu per satu. Ingatlah untuk bertanya pada diri sendiri saat mengevaluasi setiap acara TV, Apa yang saya dapatkan dari menonton ini? Apakah itu akan membuatku bahagia dan puas?

Wajib kurangi waktu

Buatlah batasan waktu menonton TV  dalam satu hari sampai seminggu. Cara ini terkesan agar dipaksakan, namun bila ingin keluar dari kecanduan, maka wajib lakukan hal yang satu ini. Cobalah untuk mengurangi waktu menonton TV setiap harinya, mulai dari mengurangi waktu setengah jam sampai satu jam setiap harinya.

Sakit yang divisualisasikan

Tahukah kamu bahwa candu terhadap TV telah mendatangkan rasa sakit dan frustasi untuk mendapatkan kesenangan karena kita cenderung memilih TV daripada tugas-tugas? Nah, di situlah berarti kita sudah gagal memelihara rasa tanggung jawab dan mendatangkan rasa sakit untuk diri sendiri.

Cobalah ini: Tutup matamu, visualisasikan rasa sakit yang akan kamu rasakan saat melupakan suatu tugas. Setelah itu, bayangkan kesenangan dan kebebasan setelah berhasil menyelesaikan sebuah tugas dan hadiahkan diri dengan menonton acara TV favoritmu. Sekali lagi visualisasikan dan rasakan dengan intensitas absolut.

Contoh lain, kamu memiliki laporan untuk diselesaikan sebelum besok pagi pukul 09:00. Untuk memvisualisasikan rasa sakitnya, kamu bisa membayangkan stres yang tercipta dari penundaan pada malam hari dan perasaan gelisah yang akan kamu alami pada hari berikutnya karena kurang tidur. Nah sebaliknya untuk kesenangan, kamu bisa membayangkan perasaan yang puas dan senang saat kamu menyelesaikan laporan itu.

Yuk hentikan kecanduan menonton TV!

All images: pexels.com

Editor: Neschya Hertian

Join Sekarang di Komunitas ShopBack!

Promo Terbaru yang Pasti Kamu Suka!

Barang-Barang Serba Lima Ribu!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!