Pada saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan memainkan peranan penting untuk menciptakan manusia yang berkualitas untuk menghadapi tuntunan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut memberikan dampak terhadap kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan yang dilakukan sejak dini. Alhasil banyak orangtua yang memberikan fasilitas terbaik untuk mencerdaskan anaknya.

Pemerintah pun ikut mendukung pendidikan khususnya PAUD, baik melalui jalur nonformal dan formal. Pada jalur nonformal dibuktikan dengan Kelompok Bermain (KB), TPA (Tempat Penitipan Anak) dan Baby Day Care yang semakin mendukung pemberian fasilitas pendidikan terbaik bagi anak. Selain itu, pemerintah juga semakin memperhatikan PAUD, karena sejak tahun 2016, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD).

Hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan bagi anak usia dini penting karena mengingat teori yang diungkapkan Maria Montessori bahwa anak usia dini (0-6 tahun) memasuki masa golden age atau masa emas dimana anak dengan cepat menerima segala rangsangan. Terlepas dari peran pendidikan yang penting, selama ini kita selalu mengangap bahwa anak yang cerdas adalah anak yang pandai membaca dan berhitung.

Hal ini dibuktikan dengan salah satu contoh ketika anak pandai berhitung anak dianggap cerdas, sedangkan anak yang pandai menggambar atau mempunyai potensi musik yang bagus dianggap biasa-biasa saja. Padahal jika ditelaah lebih lanjut arti dari “kecerdasan” tidak hanya menyangkut dua hal tersebut. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa anak memiliki kecerdasan yang luar biasa? dan anak yang cerdas tidak hanya anak yang pandai membaca dan berhitung? Maka dari itu, marilah kita simak kecerdasan luar biasa yang dimiliki setiap anak.

Kecerdasan luar biasa yang dimiliki anak dapat juga dikenal dengan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence. Teori Multipple Inttelligence sendiri dicetuskan oleh tokoh yang sangat berpengaruh yaitu dari Howard Gardner. Gardner mengungkapkan tentang kecerdasan luar biasa yang dimiliki anak dan selama ini mungkin kurang diketahui oleh masyarakat luas, sehingga pandangan masyarakat bahwa anak yang cerdas hanya mencangkup anak yang pandai menulis dan membaca dapat dipatahkan melalui teori ini.

Multiple Intelligence atau kecerdasan majemuk mencangkup kecerdasan linguistik, spasial atau visual spasial, logis matematis, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Berikut ini penjelasan tentang karakterisik setiap kecerdasan.

Kecerdasan Linguistik

kecerdasaan anak
Image: http://psikologan.blogspot.co.id

Kecerdasan Linguistik berkaitan dengan Bahasa. Anak yang memiliki kecerdasan ini mempunyai kepandaian baik verbal maupun non verbal. Selain itu, suka mengungkapkan sesuatu, bercerita hal-hal yang menyenangkan atau apa saja yang dilihat, dan bercengkrama dengan kata-kata. Gardner mencontohkan orang yang menjadi penyair memiliki kecerdasan linguistik.

Kecerdasan Logis-matematis

kecerdasan anak
Image: http://psikologan.blogspot.co.id

Kecerdasan Logis-matematis berkaitan dengan penalaran logika dan matematika. Anak yang mempunyai kecerdasan ini suka memecahkan masalah, berpikir logis, menganalisa suatu kejadian yang dilihat, suka menghitung, dan menyukai hal-hal baru yang ingin diketahui.

Kecerdasan Spasial atau Visual Spasial

kecerdasan anak
Image: http://psikologan.blogspot.co.id

Kecerdasan Spasial atau Visual Spasial pasial berkaitan dengan ruang dan gambar. Anak yang memiliki kecerdasan ini menyukai segala hal yang berkaitan dengan bentuk gambar dan ruang seperti halnya mengekekspresikan diri dengan gambar, senang melukis, mudah dalam menghafal bentuk, mudah membaca, dan mudah menghafal jalan. Salah satu contoh orang yang mempunyai kecerdasan ini adalah pelukis maupun arsitektur.

Kecerdasan Musikal

kecerdasan anak
Image: http://psikologan.blogspot.co.id

Kecerdasan Musikal berkaitan dengan musik. Anak yang memiliki kecerdasan ini menyukai segala hal yang berkaitan dengan musik. Selain itu, pandai memainkan alat musik, cepat dalam menghafalkan lagu dan nada. Salah satu contoh orang yang memiliki kecerdasan ini adalah musisi.

Kecerdasan Kinestetik

kecerdasan anak
Image: Freepik

Kecerdasan Kinestetik berkaitan dengan badan dan gerak tubuh. Anak yang memiliki kecerdasan ini suka bergerak dan beraktivitas, menyukai olahraga, maupun menari. Salah satu orang yang memiliki kecerdasan ini adalah atlet atau penari.

“Untuk kamu yang mau membeli mainan anak, kamu bisa membelinya dengan promo khusus melalui ShopBack. Klik di sini untuk mendapatkan promonya

Kecerdasan Interpersonal

kecerdasan anak
Image: Freepik

Kecerdasan Interpersonal berkaitan dengan hubungan antarpribadi. Anak yang memiliki kecerdasan ini adalah anak yang suka bersosialisasi, peduli dan suka menolong teman, mudah bergaul, dan mudah mendapatkan teman. Salah satu contoh orang yang memiliki kecerdasan ini adalah pemimpin yang mempunyai wibawa.

Kecerdasan Intrapersonal

kecerdasan anak
Image: http://psikologan.blogspot.co.id

Kecerdasan Intrapersonal berkaitan dengan hal-hal kecerdasan personal. Anak yang mempunyai kecerdasan ini adalah anak yang mampu mengolah diri sendiri menjadi baik seperti halnya anak yang memiliki sikap yang jujur.

Kecerdasan Naturalistik

anak kecil
Image: Freepik

Kecerdasan Naturalistik berhubungan dengan kepedulian dan kecintaan pada alam. Anak yang memiliki kecerdasan ini mencintai alam, memiliki kepedulian alam, suka merawat tumbuhan, dan tidak suka merusak alam.
Setelah mengetahui adanya teori kecerdasan majemuk, seorang anak tidak hanya memiliki satu kecerdasan saja. Oleh sebab itu, dengan adanya teori kecerdasan majemuk merupakan suatu langkah bijak, dimana orang tua, guru, serta masyarakat luas harus memahami potensi masing-masing anak. Jadi, anak yang cerdas tidak hanya anak yang pandai membaca dan menghitung, karena setiap anak mempunyai kecerdasan yang luar biasa.

Featured image: Freepik

Editor: Nimas Arini