Bicara soal traveling, Milenial dan Gen-Z disebut-sebut sebagai generasi yang paling sering melakukan aktivitas ini jika dibanding generasi lainnya. Tak heran, karena dua generasi ini memang lebih suka memperkaya dirinya dengan experience karena mereka percaya bahwa pengalaman adalah hal yang paling mahal, terutama pengalaman yang didapat dari traveling.

Berkunjung ke tempat yang baru, merasakan makanan lokal dan berinteraksi dengan warga setempat adalah beberapa alasan generasi ini gandrung sekali melakukan traveling. Ada yang berlibur untuk sekedar menghilangkan penat dari aktivitas sehari-hari hingga berlibur justru untuk bekerja sebagai content creator. Tentunya bukan hal yang baru bagi generasi ini untuk berprofesi sebagai Blogger, Vlogger, Fotografer yang fokus membuat konten seputar tema traveling dan experience.

Di antara banyak pilihan destinasi wisata, Gen-Z cenderung lebih memilih destinasi alam, seperti pantai dan gunung. Salah satu yang menjadi primadonanya adalah wisata dataran tinggi Dieng. Bukan hanya karena alasan keindahan alamnya yang masih asri dan lestari, dataran tinggi Dieng juga menyimpan banyak situs sejarah ditengarai dengan adanya peninggalan artefak dan candi-candi Hindu.

Dataran Tinggi Dieng punya nama sebutan lain yakni Dieng Plateau. Menjadi salah satu destinasi favorit ketika para pelancong menginjakkan kaki di Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah, pada abad 19 dataran tinggi Dieng menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh kompeni dan noni-noni Belanda. Ada banyak alasan kenapa mereka sangat menyukai destinasi wisata yang satu ini. Setidaknya kamu pun sebagai milenial atau Gen-Z pernah mengunjungi Dieng sekali dalam seumur hidupmu.

Spot Melihat Sunrise Terbaik

Spot melihat sunrise terbaik
Sumber gambar: instagram.com/p/B5j7edoHjPv

Tahu kah kamu kalau pemandangan terbaik untuk melihat Golden Sunrise Asia adalah di Indonesia. Tepatnya  melalui Puncak Sikunir. Anak gunung pasti tahu banget fakta ini. Bagi kamu penikmat sunrise bisa datang langsung ke spot Puncak Sikunir. Dijamin pemandangannya bakal memuaskan banget. Walaupun trek yang ada lumayan sulit. Minimalnya kamu nggak harus naik ke gunung yang tinggi banget.

Baca juga:

Pemandangan Tiga Gunung

Sumber gambar: instagram.com/p/B5kHT08ngMm

Selain bisa melihat indahnya Golden Sunrise Asia, dari Puncak Sikunir kamu juga dapat melihat langsung dengan jelas penampakan tiga gunung, atau yang biasa disebut gunung triplet (Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau). Pemandangan gunung triplet ini akan dikelilingi oleh awan-awan yang berkumpul menyerupai pulau-pulau. Tak heran kalau dataran tinggi Dieng disebut sebagai Negeri di Atas Awan.

Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Sumber gambar: unsplash.com

Spot berikutnya adalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaga Warna adalah yang berwarna tosca, sedangkan Telaga Pengilon yang memiliki warna kecoklatan. Setelah puas melihat indahnya matahari terbit, kamu dapat langsung menuju kedua telaga ini. Seketika kamu akan dibuat mempesona dengan keindahannya. Warna telaga dan kabut yang menyelimutinya sangat cocok untuk diajdikan sebagai background foto human interest.

Kedua telaga ini terbentuk akibat letusan Gunung Dieng di masa lampau yang kini sudah tidak aktif lagi. Dikisahkan oleh warga setempat bahwa Telaga Warna menjadi tempat pemandian Dewi Nawang Wulan yang konon juga berfungsi sebagai tempat awal mula pembentukan karakter manusia. Menarik bukan? Jika kamu berkunjung ke Dieng, jangan ragu untuk bertanya-tanya ke warga setempat tentang kisah legenda yang ada di Kawasan Dieng.

Cerita Anak-Anak Rambut Gimbal yang Misterius

Sumber gambar: instagram.com/p/B1IVHNTp6or

Tentunya kamu pernah mendengar cerita anak-anak dengan rambut gimbal di dataran tinggi Dieng, bukan? Jika kamu berkunjung ke sana, kamu dapat menyaksikan langsung anak-anak ini, mereka bermain layaknya anak kecil pada umumnya. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa anak-anak Dieng bisa berambut gimbal? Ternyata ada kisah unik dibalik itu, konon anak-anak gimbal ini merupakan keturunan dari seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Sinta Dewi. Kecantikan Putri Sinta Dewi sangat dikagumi hingga kerajaan-kerajaan lain.

Suatu waktu, Sinta Dewi menerima pinangan seorang pangeran bernama Kidang Garungan tanpa berjumpa dengannya terlebih dahulu. Sehingga ketika bertemu, ternyata sosok Pangeran Kidang Garungan ini jauh dari kata tampan. Seperti kisah ‘beauty and the beast’, ya. Singkat cerita, Sinta Dewi meminta para pengawalnya untuk membunuh Kidang Garungan agar mereka tidak jadi menikah. Sebelum mati, Kidang Garungan mengutuk semua keturunan Sinta Dewi akan mempunyai rambut gimbal.

Untuk menghilangkan kutukan tersebut, diadakan sebuah upacara adat, dimana anak-anak berambut gimbal pada usia tertentu akan dipotong rambutnya. Setelah dipotong, rambut mereka akan kembali normal. Namun pemotongan rambut ini harus melalui persetujuan si anak itu sendiri, biasanya orang tua akan memberi iming-iming berupa hadiah apa pun yang mereka minta. Sangat unik sekali bukan? Usahakan kamu berkunjung ke Dieng pada saat ada acara pemotongan rambut anak gimbal ini, ya. Kamu akan melihat banyak wisatawan lokal sampai mancanegara yang datang ke Dieng khusus untuk acara ini.

4 Tips Sebelum Berkunjung ke Dieng

Nah, sebagai generasi yang hobi traveling ke alam bebas, kamu tak boleh melewatkan persiapan yang matang sebelum berangkat ke tempat tujuan. Seringkali mereka yang mengabaikan persiapan ini justru akan mengalami keribetan-keribetan tersendiri yang muncul saat mereka melakukan perjalanan. Jadi liburan bukannya seneng-seneng tapi malah bikin badmood. Supaya kejadian itu tidak terjadi padamu, simak beberapa tips berikut ini agar liburanmu ke Dieng jadi bener-bener menyenangkan, ya!

1. Rencanakan Jauh-jauh Hari

Rencanakan Jauh-jauh hari
Sumber gambar: unsplash.com

Dalam hal ini ada dua tipe traveler, yaitu tipe spontan dan tipe penuh persiapan. Seperti namanya, tipe spontan lebih suka mempersiapkan liburan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan seminimal-minimalnya. Pesan tiket sehari sebelumnya, booking hotel di hari H, beli tiket pesawat sesempatnya, packing beberapa jam sebelumnya, dan anti bikin itinerary. Paham yang dianut adalah “berangkat dulu, urusan lain apa kata nanti”.

Model ini bisa-bisa saja diterapkan jika ingin liburan di tempat-tempat wisata seperti taman rekreasi atau wisata kota tua. Namun jika kamu sudah ada niatan untuk berlibur ke alam seperti Dieng, model liburan seperti ini adalah BIG NO! Selain karena transportasi dan penginapan yang tentunya akan lebih ribet, hal-hal tak terduga akan lebih sering muncul. Tipe yang kedua adalah orang dengan tipikal penuh persiapan. Orang-orang ini cenderung suka mempersiapkan segala hal dari jauh hari sebelumnya.

Tiket pesawat, penginapan, tiket masuk, hingga hal-hal rinci lainnya telah mereka siapkan beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelumnya. Keuntungan dari tipe ini yaitu kamu tidak akan kehabisan tiket dan hampir selalu dapat promo karena lebih punya banyak waktu untuk booking. Selain itu bisa dipastikan kamu jadi lebih bebas memilih maskapai penerbangan atau jenis hotel mana yang kamu mau. Kalau bisa pas kan tanggal keberangkatanmu dengan tanggal upacara adat pemotongan rambut anak gimbal, ya! Akan sangat seru tentunya.

2. Riset Tentang Tempat Tujuan

riset
Sumber gambar: hype.idntimes.com

Satu hal yang tidak wajib kamu lakukan tapi bisa dipastikan akan sangat membantu kamu ketika traveling ke Dieng adalah riset mengenai lokasi tujuan kamu ini. Ingat, di balik cerita liburan yang sukses, terdapat usaha yang lebih keras di baliknya. Luangkan waktu sejenak untuk mencari tahu apa-apa yang ada di Dieng dan kapan waktu terbaik untuk mengunjunginya. Lebih dari sekedar makanan dan transportasi lokal, cobalah cari sesuatu yang bisa kamu kulik lebih dalam dan bisa mendatangkan nilai lebih dari perjalananmu.

Misalnya sejarah atau mitos apa saja yang ada di Dieng, bagaimana kehidupan penduduk lokalnya, atau sudut pandang lain yang berbeda dari sudut pandang yang ditampilkan kebanyakan media. Apalagi jika kamu sendiri adalah pelaku pariwisata, baik itu travel blogger, vlogger, atau bahkan seorang fotografer, hal-hal semacam ini berpeluang besar untuk menaikkan jumlah reach terhadap karya-karyamu.

Simpelnya, riset tentang Dieng yang mendalam akan menguntungkanmu lebih banyak dan membuatmu terhindar dari kejadian-kejadian sepele yang merugikan. Coba bayangkan jika kamu hendak berkunjung ke Dieng namun tanpa riset mendalam, maka kamu akan datang membawa baju kaos dan pakaian tipis lainnya. Padahal Dieng memiliki cuaca yang sangat dingin, jadi semua barang yang kamu bawa tadi akan sia-sia. Selain akan menjadikan kamu salah kostum, kamu juga bisa dipastikan akan merogoh kocek lebih dalam karena harus membeli beberapa yang sesuai di sana. Sudah boros, semakin ribet pula!

3. Mengikuti Jasa Open Trip

jasa open trip
Sumber gambar:
Wikimedia Commons

Selain tips di atas, tips ini bisa banget kamu terapin dalam rencana liburanmu ke Dieng. Open trip Dieng banyak sekali disediakan oleh para penyedia jasa tour and travel. Mereka akan menyediakan berbagai fasilitas yang bervariasi bergantung harga yang ditawarkan. Open trip ini juga semakin mudah dijumpai seiring dengan semakin menjamurnya biro perjalanan yang tersebar di media sosial. Secara harga, open trip tentunya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan menyusun perjalanan sendiri, namun harga tersebut setara dengan segala kemudahan yang akan kamu terima nantinya.

Besaran pengeluaranmu akan jadi lebih jelas, mulai dari penjemputan di titik temu, tiket masuk ke Dieng, makan, hingga segala keperluan makanmu telah dihitung dan kamu cukup membayarnya dalam satu paket. Modelnya, kamu harus berada di suatu lokasi penjemputan atau titik temu yang telah ditentukan, kemudian kamu akan berangkat bersama-sama dengan peserta lain. Jumlah peserta dalam open trip ini biasanya juga tidak terlalu banyak, sekali perjalanan tidak lebih dari 20 orang.

Jadi, meskipun kamu mengikuti open trip, suasana privat tetap bisa kamu rasakan, kok. Segala macam kebutuhan kamu sudah diatur oleh penyedia jasa. Sebagai pembedanya kamu akan dipandu oleh tour guide yang berpengalaman selama perjalananmu. Tentunya kamu bisa bertanya banyak hal terkait Dieng kepada si tour guide ini. Bonus lainnya apabila kamu mengikuti open trip adalah kamu memiliki relasi baru. Saling berkenalan dengan peserta lain atau tour guide akan membuat jaringan pertemananmu semakin luas, bukan? Tidak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi teman jalan di perjalananmu ke tempat berikutnya.

Sayangnya, selain menawarkan segala hal yang serba beres, open trip membuat peserta tidak bisa leluasa bebas mengeksplor. Karena segala hal sudah diatur oleh tour guide, termasuk jam makan dan jam tidur, peserta harus mengikuti seluruh rangkaian liburan dan tidak bisa sembarangan sesuai kehendak masing-masing. Namun kembali lagi di balik keterbatasan tersebut, peserta tetap akan merasakan serunya liburan tanpa ribet. Model open trip ini bisa jadi solusi buat kamu yang tidak punya waktu banyak untuk mempersiapkan liburan tapi tetap ingin liburan seru dan anti ribet. Satu lagi yang tak kalah pentingnya, kamu bisa mendapatkan dokumentasi selama liburan ke Dieng, loh. Pengen coba?

4. Pakai Aplikasi ShopBack

aplikasi shopback
Sumber gambar: shopback.co.id

Jika kamu sudah melakukan tips-tips di atas tapi tetap merasa merencanakan liburan itu masih ribet juga, maka kamu harus coba tips yang satu ini. Di era digital seperti sekarang ini, sayang banget kalau kamu belum memanfaatkan smartphone kamu secara maksimal. Pesan tiket, booking hotel, hingga bayar tiket masuk destinasi wisata masih harus menggunakan banyak aplikasi berbeda dan cari-cari promo di setiap aplikasi? Sekarang sudah tidak perlu lagi. Untuk mewujudkan liburan yang anti ribet, aplikasi ShopBack bisa jadi alternatif kamu untuk melakukan semua transaksi tersebut gak pake ribet.

Karena dengan memulai transaksimu melalui ShopBack, kamu akan mendapatkan tambahan diskon hingga 50% serta cashback yang bisa diakumulasikan dan langsung ditarik ke rekening kamu. Tidak tanggung-tanggung, ShopBack bekerja sama dengan banyak perusahaan besar, seperti maskapai penerbangan, kereta api, hotel, hingga platform belanja online serta transportasi online. Jadi kamu tak perlu lagi keluar masuk berbagai aplikasi hanya untuk membandingkan platform mana yang memberikan diskon lebih besar, karena semua itu sudah tersedia di ShopBack.

Untuk mendapatkan diskon dan cashback tersebut, kamu hanya perlu masuk ke halaman ShopBack sebelum memulai transaksi di platform lainnya. Kemudian klik banner promo dari platform favorit kamu dan bertransaksilah seperti biasa. Di sini kamu bisa dapatkan beragam promo, baik dari platform travel itu sendiri di tambah promo dari ShopBack. Cashback akan otomatis masuk ke akun ShopBack kamu dan bisa dicairkan ke rekening bank kamu. Beberapa penawaran tiket pesawat promo yang layak kamu coba, di antaranya AirAsia Promo dan Garuda Indonesia Promo.

Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk mewujudkan liburan seru ke Dieng buat kamu yang anti ribet. Anti ribet, dijamin lebih hemat, dan banyak untungnya dengan aplikasi ShopBack. Tertarik untuk mencobanya?

Lihat juga review tempat wisata lainnya: