Berpuasa bagi ibu yang menyusui bukan merupakan sesuatu yang wajib secara agama. Hal ini karena busui membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk memproduksi ASI bagi bayi mereka.

Nah, jika busui berpuasa, otomatis asupan nutrisi busui akan terhenti selama kurang lebih 13 jam. Jika demikian, maka produksi dan kualitas ASI yang dihasilkan pun akan menjadi terganggu, sehingga jumlah dan kualitas nutrisi yang diperoleh bayi bisa-bisa jadi ikut terganggu pula.

Lantas, apakah seorang ibu yang menyusui tidak boleh berpuasa? Jawabannya adalah tentu saja tidak. Dalam sebagian besar kasus, seorang busui tetap boleh berpuasa selama asupan nutrisi yang diterimanya tetap terjaga serta tidak membahayakan kesehatannya.

Buat kamu busui yang ingin tetap berpuasa selama bulan Ramadhan ini, berikut shopback berikan 7 tips berpuasa bagi ibu menyusui yang patut untuk kamu perhatikan.

1. Berkonsultasilah dengan dokter

tips ibu menyusui
Image: Freepik

Tips pertama bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa adalah melakukan konsultasi pada dokter. Berkonsultasi dengan dokter akan membuat kamu tahu apakah kamu boleh berpuasa atau tidak. Jika dilihat dari sisi medis, biasanya dokter akan membolehkan kamu berpuasa apabila bayi kamu sudah memasuki usia 6 bulan.

Pada usia tersebut, bayi memang sudah bisa diberi makanan pendamping selain ASI, sehingga tidak akan terlalu membebani busui yang ingin berpuasa. Sebaliknya, jika usia bayi kamu masih di bawah 6 bulan, biasanya dokter akan melarang kamu untuk berpuasa.

Selain melihat dari sisi bayinya, dokter juga akan melihat bagaimana kondisi kesehatan kamu secara keseluruhan. Nah, dari situ dokter akan menilai apakah kamu sanggup berpuasa sambil menyusui atau tidak.  Jadi, pastikan kamu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu ya sebelum memutuskan untuk berpuasa.

2. Makanlah yang cukup

tips ibu menyusui saat puasa ramadhan
Image: Freepik

Meskipun berpuasa, kamu tetap disarankan untuk makan tiga kali dalam sehari. Sebaiknya, makanlah satu kali ketika sahur dan dua kali di malam hari, namun dengan porsi yang cukup.

Pilihlah menu makanan yang bergizi dan kaya serat, seperti buah-buahan dan sayuran untuk dikonsumsi. Usahakan pula komposisi nutrisi yang kamu peroleh dari makanan terdiri dari 20% lemak, 30% protein, dan 50% karbohidrat.

Lemak bisa kamu peroleh dari konsumsi berbagai jenis daging. Protein bisa kamu peroleh dari konsumsi ikan (protein hewani) atau tempe (protein nabati).

Sementara untuk karbohidrat bisa kamu peroleh dari konsumsi nasi, roti gandum, dan lain sebagainya. Nah, khusus buat kamu yang ingin memperlancar keluarnya ASI, disarankan kamu untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan ya seperti jambu air, pepaya, ataupun semangka.

3. Perbanyak konsumsi cairan saat sahur dan buka

puasa sambil menyusui
Image: Freepik

Di samping menjaga asupan makanan tetap terjaga, sebagai busui kamu juga wajib memperbanyak asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, kurangnya asupan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan busui terkena dehidrasi. Sementara, dehidrasi yang terjadi pada ibu menyusui dapat mengakibatkan produksi ASI terganggu.

Maka dari itu, sangatlah penting bagi kamu untuk terus menjaga kondisi cairan tubuh tetap  dalam keadaan normal. Apalagi ketika kamu sedang berpuasa, dimana dehidrasi akan sangat mungkin terjadi.

Nah, salah satu strategi yang bisa kamu lakukan untuk menghindari dehidrasi pada saat berpuasa adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih.

Sebaiknya, minumlah minimal 8 gelas air putih dalam sehari. Tiga gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka puasa, serta dua gelas di malam hari atau sebelum tidur. Atau kamu juga bisa mengadopsi pola 2-4-2, dimana kamu mengonsumsi masing-masing dua gelas di waktu sahur dan berbuka puasa, serta empat gelas air purih pada malam hari.

Selain lewat konsumsi air putih, kamu juga bisa menambah cairan tubuh melalui konsumsi jenis minuman yang lain. Contohnya seperti susu dan jus buah. Selain menambah asupan cairan, mengonsumsi susu di waktu sahur maupun berbuka puasa juga dapat mengurangi risiko kamu terkena anemia.

Sementara jika kamu minum jus buah, maka kamu akan mendapatkan tambahan energi untuk dipakai beraktivitas selama berpuasa.

Sedikit tambahan informasi, sebaiknya hindarilah mengonsumsi teh ataupun kopi di saat sahur ya. Hal ini karena kedua jenis minuman tersebut mengandung kafein yang memiliki sifat diuretik.

Artinya, mengonsumsi zat ini dapat membuat tubuh kamu mengeluarkan cairan berlebih sehingga memicu dehidrasi. Nah, buat busui yang mengalami gejala dehidrasi saat berpuasa, seperti merasa lemah, haus, sakit kepala, urin berwarna kuning gelap, hingga  jarang buang kecil, sebaiknya disarankan untuk segera membatalkan puasa.

Minum segelas atau beberapa gelas air putih, kemudian gunakanlah waktu untuk beristirahat sejenak.

Baca juga: Penting! Ini 11 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil yang Aman dan Nyaman

4. Tetaplah menyusui

tips ibu menyusui
Image: Freepik

Salah satu hal yang kerap dikhawatirkan oleh sebagian besar ibu menyusui adalah berkurangnya produksi ASI mereka ketika berpuasa. Kekhawatiran ini kemudian membuat busui cenderung berhemat dalam memberikan ASI kepada bayinya.

Padahal, justru semakin sering busui memberikan ASI, semakin banyak ASI yang dihasilkan oleh tubuh. Hal ini tidak lain dikarenakan oleh pengaruh isapan bayi pada payudara sang ibu.

Semakin sering payudara diisap oleh bayi, maka semakin lancar dan banyak pula ASI yang bisa tubuh hasilkan. Jadi, mulai sekarang, buang deh jauh-jauh kekhawatiran kamu soal produksi ASI yang sedikit saat berpuasa ya. Ok, moms?

5. Perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi tertentu

makanan memperlancar asi
Image: Unsplash/Charles

Menurut sebuah penelitian, terdapat sejumlah kandungan nutrisi dalam air susu ibu (ASI) yang menurun ketika busui berpuasa. Sejumlah kandungan nutrisi tersebut ialah kalium, magnesium, dan zink.

Nah, untuk mencegah penurunan ketiga unsur nutrisi tersebut, kamu disarankan untuk banyak mengonsumsi jenis-jenis makanan tertentu. Dalam hal ini yaitu yang mengandung ketiga unsur nutrisi tadi.

Untuk menambah asupan Zink dalam tubuh, kamu bisa memperbanyak konsumsi gandum, daging, dan kerang. Sementara untuk magnesium, kamu bisa mendapatkannya melalui konsumsi kacang-kacangan, ikan, sayur-sayuran, dan buah alpukat. Sedangkan beberapa contoh makanan yang mengandung kalium adalah tomat, ubi, kentang, dan juga buah alpukat.

Selain itu, untuk memastikan tubuh kamu tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan ASI saat berpuasa, maka kamu pun disarankan untuk mengonsumsi minimal 1800 kalori per hari.

Jadi, di samping memenuhi kandungan zink, magnesium, dan kalium yang berkurang saat berpuasa, memastikan jumlah asupan kalori yang diperoleh tubuh juga cukup, merupakan hal yang wajib. Lagipula, kamu tentu tidak mau kan berat badan kamu turun gara-gara kurangnya jumlah asupan kalori yang kamu terima saat menjalankan ibadah puasa.

6. Istirahat yang cukup

tips ibu menyusui selama puasa
Image: Freepik

Berpuasa bagi ibu menyusui tentu bukan merupakan suatu pekerjaan yang mudah. Hal ini karena berpuasa sambil tetap menyusui dapat menguras banyak energi, sehingga mengakibatkan tubuh busui lebih sering lemas. Maka dari itu, busui disarankan untuk lebih sering memperhatikan kondisi fisik dan psikisnya selama berpuasa.

Di samping memperhatikan asupan makanan dan cairan yang diperoleh tubuh saat berpuasa, busui juga wajib memastikan dirinya mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Caranya adalah dengan mengurangi aktivitas yang berat-berat saat berpuasa, atau bisa juga dengan melakukan tidur di siang hari untuk menghemat energi. Selain itu, hindari juga melakukan jenis olahraga yang memakan banyak energi, serta keluar dari rumah di saat cuaca di luar sedang panas.

7. Jangan memaksakan diri

tips puasa ibu menyusui
Image: Freepik

Jangan terlalu memaksakan diri ya. Pikirkan juga kesehatan dirimu dan bayimu. Jika merasa tak kuat atau bayi kamu membutuhkan asupan ASI-mu secara lebih, kamu sebaiknya membatalkan puasa.

Bunda adalah orang yang paling memahami kondisi tubuh Anda maupun bayi. Bila merasa tak sanggup menjalankan ibadah puasa, jangan memaksakan diri. Bagaimanapun, puasa bagi ibu menyusui dapat digantikan dengan fidyah maupun puasa di hari-hari lainnya.

Terakhir, tips puasa bagi ibu yang sedang menyusui adalah jangan memaksakan diri. Artinya, jika busui sudah merasa tidak sanggup lagi untuk berpuasa, maka segeralah membatalkannya. Perhatikan bagaimana kondisi kesehatan tubuh kamu dan bayimu selama berpuasa.

Apabila kamu merasa tak kuat, atau ternyata bayi kamu membutuhkan lebih banyak asupan ASI, maka sebaiknya batalkan saja puasa kamu. Toh secara agama seorang busui juga tidak diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Asalkan kamu membayar fidyah atau mengganti puasanya di hari-hari yang lain.

“Yuk langsung belanja untuk persiapan puasa di ecommerce kesayangan

lewat ShopBack dan dapatkan cashback terbaik saat Promo Ramadhan 2019 ini.”

Featured image: Unsplash/Kevin Liang