Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata wajib bagi wisatawan yang mengunjungi Bali. Tidak lengkap rasanya bila ke Bali tapi tidak mengunjungi Tanah Lot. Wisatawan lokal hinngga mancanegara mengakui keindahan tempat ini.

Orang akan dengan mudah mengingat ciri khas dari Tanah Lot yang memiliki pura di atas batu karang. Karang dengan ukuran besar ini semakin mempesona ketika terkena deburan ombak pantai. Selain itu, Tanah Lot  terkenal akan goa suci yang dipercaya dihuni oleh beberapa ular suci. Ular suci diketahui adalah ular laut yang memiliki kulit berwarna belang hitam putih.

Sejarah Pura Tanah Lot

Dari sekian banyak wisatawan yang mengunjungi Pura Tanah Lot nampaknya masih sedikit dari mereka yang tahu bagaimana sejarah dan mitos yang ada di Pura Tanah Lot Tabanan Bali ini. Secara bahasa, Tanah Lot terdiri dari kata ‘tanah’ yang memiliki arti daratan dan ‘lot’ yang maknanya adalah laut.

Maka apabila digabungkan, Tanah Lot artinya daratan yang mengapung di atas lautan. Masyarakat Bali meyakini bahwa Pura Tanah Lot telah dibangun oleh seorang Brahmana yang bernama Danghyang Niratha. Danghyang Niratha pada mulanya mengembara di Pulau Jawa, kemudian ia berpindah ke Bali. Pada abad ke 16, ia berhasil memperkuat keyakinan ajaran agama Hindu pada mayoritas penduduk Bali. Namun, saat ia menjalankan misi ini, Bendesa Beraban menaruh rasa iri pada Danghyang Niratha dan ingin segera mengusirnya dari tempat ia bermeditasi.

Bendesa Beraban benar-benar mengusir Danghyang Niratha. Danghyang Niratha pun marah lalu ia mengeluarkan kekuatan ilmu kesaktiannya untuk memindahkan sebuah batu besar. Bongkahan batu besar tersebut ia pindahan hampir di tengah-tengah pantai, disana ia melakukan meditasi.

Setelah bongkahan batu bersar itu berhasil dipindahkan, kemudian dibangun sebuah pura yang kemudian dijaga oleh makhluk penjaga pura yang diciptakan oleh Danghyan Niratha dari seledang miliknya. Selendang itu berubah menjadi seekor ular laut yang oleh masyarakat setempat biasa disebut Lipi Poleng, yang artinya ular hitam-putih.

Mitos Tanah Lot: Ular Suci, Air Awet Muda, dan Mitos Pasangan Putus

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, terdapat ular yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Kamu beruntung jika dapat melihat langsung ular laut suci itu, ShopBackers. Ular suci ini memiliki ekor yang berbentuk pipih seperti ikan, memiliki warna dominan hitam dengan belang kuning. Ular tersebut dipercaya oleh dapat menjaga pura, menjauhkan pura dari ancaman tangan jahil manusia, melindungi dari ancaman kerusakan atau kejahatan.

Kabarnya, kamu dapat meminta air yang konon memberi khasiat awet muda. Air awet muda ini bisa didapatkan di sebelah barat Pura Tanah Lot. Mitos terakhir yang paling terkenal dari Tanah Lot adalah jika sepasang kekasih yang belum menikah mengunjungi Pura Tanah Lot, maka hubungan mereka tidak lama akan berakhir. Itulah mengapa banyak pasangan yang enggan berkunjung ke sana. Meski begitu, Tanah Lot tetap menawarkan keindahan yang menarik untuk dieksplorasi.

Daya Tarik Wisata Tanah Lot

Diantara daya tarik yang dimiliki Tanah Lot yang paling menonjol adalah uniknya bentuk arsitektur pura serta lokasi berdirinya pura. Pura berdiri di tempat yang sangat tidak lazim, di atas batu karang besar. Namun pada saat air laut mengalami pasang, maka jalan menuju pura dari bibir pantai akan tertutupi oleh air laut.

Selain itu deburan ombak yang cukup kencang konsisten menerpa batu-batu karang di sekitarnya. Di tepian pantainya terdapat beberapa goa-goa kecil. Di dalam goa-goa tersebut tinggal lah puluhan ular yang dianggap suci oleh masyarakat Bali. Adakah daya tarik lain dari Tanah Lot, selain keindahan lanskapnya? Simak saja ulasan berikut ini:

1. Upacara Adat Keagamaan

Upacara Adat Keagamaan
Sumber gambar: pesona.travel

Selain memiliki pesona alamnya yang begitu indah, Tanah Lot juga ramai dikunjungi pada saat upacara keagamaan. Mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, upacara keagamaan yang mereka lakukan di Tanah Lot menjadi daya Tarik tersendiri bagi wisatawan. Jadi, selain dapat menikmati pesona pantainya yang indah, kamu bisa menyaksikan salah satu upacara keagamaan di saat tertentu. Kamu pun bisa mengunjungi Tanah Lot pada saat diadakan upacara adat, misalnya pada saat upacara Piodalan. Opsi pertama, kamu harus mendatangi Tanah Lot tepat pada 40 hari setelah hari raya Kuningan dirayakan. Opsi kedua, kamu bisa  berkunjung ke Tanah Lot pada hari jadi Pura yang diperingati setiap 210 hari sekali sesuai dengan hari pada kalender Saka. Berkunjung ke Tanah Lot bersamaan adanya upacara adat tentunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

2. Pura

Tanah Lot tentunya terkenal dengan bangunan puranya yang unik. Di Tabah Lot terdapat banyak pura yang bisa kamu kunjungi selain Pura Luhur dan Pura Batu Bolong. Pura satu dengan yang lainnya bisa kamu jangkau dengan berjalanan kaki. Sehingga kamu bisa dengan mudah mengeksplor satu per satu pura suci umat Hindu ini. Seperti Pura Enjung Galuh, Pura Jero Kandang, Pura Batu Mejan atau bisa juga disebut Pura Beji dan Pura Penataran serta Pura Penyawang maupun Pura Pekedungan.

3. Goa Ular Suci

Goa Ular Suci
Sumber gambar: Tribun News

Satu lagi ikon Tanah Lot yang menjadi daya tarik wisatawan, selain bangunan pura di atas kamu juga dapat melihat sebuah karya alam berupa goa yang di dalamnya tinggal ular-ular yan disucikan oleh umat Hindu Bali. Maka goa ini disebut goa ular suci. Goa ini terletak di daratan pantai, sehingga jika kamu berkunjung ke Tanah Lot dengan mudah akan melihat goa ini.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, ular-ular suci yang tinggal di dalam goa ini dipercaya sebagai penjaga pura yang ada di Tanah Lot. Ini terkait dengan kisah sejarah berdirinya pura di atas batu karang yang menjadi ikon Tanah Lot. Ular suci termasuk jenis ular laut yang berkulit belang dengan warna hitam putih dengan ekor yang berwarna putih pipih. Diketahui bahwa ular ini adalah ular yang berbisa, dengan kadar bisa yang berbahaya. Namun jangan khwatir, kamu tetap bisa berinteraksi langsung dengan ular-ular tersebut karena di sana akan ada pawang yang siap mendapampingi kamu. Jangan coba-coba mendekati tanpa pawang, ya!

4. Goa Air Suci

Goa Air Suci
Sumber gambar: bali.panduanwisata.id

Masih berkaitan dengan goa ular suci di atas, di dalam goa tersebut terdapat satu goa kecil yang disebut Goa Air Suci. Jika ditelusuri, goa ini memiliki aliran air yang menyambung ke laut. Namun anehnya, air di dalam goa air suci ini tidak terasa asin seperti air laut pada mestinya. Air di dalam goa justru memiliki rasa tawar dan segar. Sumber air tersebut juga disebut dengan “Tirta Pembersihan” Tirta Pembersihan ini tentunya dikeramatkan dan dijaga dengan baik. Saat upacara adat keagamaan, air dari goa suci ini lah yang digunakan. Lagi-lagi wisatawan bisa turut menikmatinya, mata air suci ini boleh diminum oleh wisatawan. Beberapa di antara mereka biasanya bahkan sampai membasuh muka. Sumber mata air suci juga juga dipercaya berkhasiat dapat mengobati beragam jenis penyakit. Bagi pasangan suami istri air suci diyakini dapat meningkatkan kesuburan mereka.

5. Pesona Pulau Karang

Destinasi wisata Tanah Lot terkenal dengan pesona panorama alamnya yang indah. Keindahan panorama alamnya semakin bertambah dengan adanya pulau karang yang sangat besar. Di atas pulau karang berdiri dua bangunan pura utama di kawasan Tanah Lot. Dua bangunan pura, Pura Bolong dan Pura Luhur lantas menjad menjadi ikon ciri khas wisata Tanah Lot. Dua pura suci ini menjadi ikon yang unik karena berdiri di tempat yang tidak biasa, di atas batu karang berdekatan langsung dengan laut. Umat Hindu di sana percaya bahwa dua pura tersebut adalah pura terbaik untuk memberi persembahan  kepada Dewa Laut.  Dewa Laut dalam kepercayaan umat Hindu bertugas menjaga lautan sehingga memberikan kesejahteraan dan keselamatan bagi manusia dan makhluk yang hidup di sekitar laut.

Pengunjung dapat langsung melihat indahnya dua pura tersebut saat memasuki kawasan utama wisata Tanah Lot. Bahkan kamu dapat naik dan berjalan kaki di atas batu karang raksasa ini ketika air laut surut. Jika air laut pasang, kamu hanya bisa melihat bangunan pura berada di atas permukaan air laut karena akses menuju pura akan tertutup oleh air. Namun itu tidak akan mengurangi keeksotisan pura Tanah Lot.

Waktu Terbaik Mengunjungi Tanah Lot

Waktu Terbaik Mengunjungi Tanah Lot
Sumber gambar: pesona.travel

Memiliki lokasi yang berada di sebelah barat Kota Tabanan dan berhadapan langsung dengan laut, membuat Tanah Lot sangat cocok menjadi tempat untuk menikmati matahari terbenam (sunset). Maka jangan heran bila makin sore Tanah Lot akan semakin ramai oleh wisatawan yang hendak menikmati sunset Tanah LotBerdasarkan daya tarik keindahan sunset yang disertai pesona siluet pura maka waktu terbaik untuk mengunjungi Tanah Lot adalah pukul 17:00 WITA. Jika dirata-rata wisatawan biasanya akan menghabiskan 45 menit di Tanah Lot ini.

Nampaknya destinasi Tanah Lot yang berada di Tabanan, Bali ini akan terus menjadi tujuan wisata favorit saat berkunjung ke Bali. Akan lebih menarik tentunya jika kamu sudah mengetahui sejarah dan mitos di sekitar Tanah Lot.

Harga Tiket Masuk Tanah Lot

Informasi penting berikutnya adalah harga tiket masuk. Untuk dapat menikmati keindahan Tanah Lot, kamu cukup membeli tiket masuk dengan harga yang sangat murah. Berikut detail harganya:

  • Dewasa Rp20.000 per pax
  • Anak-anak Rp15.000 per pax
  • Parkir Bus Rp10.000
  • Parkir Mobil Rp5.000
  • Parkir Motor Rp2.000

Lokasi Tanah Lot 

Tanah Lot dapat kamu jangkau dalam waktu tempuh kurang lebih 1 jam 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai menggunakan mobil. Tanah Lot berjarak sekitar 13 Km dari pusat Kota Tabanan ke arah barat. Tepatnya berada di Jalan Tanah-Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Itulah ShopBackers, informasi mengenai Tanah Lot yang wajib kamu ketahui. Kamu bisa mempersiapkan liburan serumu di Bali dengan mudah. Mulai dari akomodasi hingga kebutuhan lainnya dan awali dengan ShopBack. Selamat berlibur!