Mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali mengejutkan publik dengan menyebutkan sembilan nama yang merupakan para politikus Indonesia yang menurutnya menerima aliran dana korupsi E-KTP dalam persidangan yang ia jalani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/3). Selanjutnya ia meminta jaksa untuk memanggil para politikus tersebut untuk memberikan keterangan seputar aliran dana e-KTP di depan majelis hakim.
persidangan Setya Novanto
Image: Kumparan

 

Menurut pemberitaan yang dilansir dari Kumparan.com, ada 9 politikus yang disebut Setya Novanto dalam persidangan, diantaranya adalah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Seskab Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Fraksi Golkar Melchias Mekeng, mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap, Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung, mantan anggota Komisi II Arief Wibowo, mantan anggota Komisi IV Jafar Hafsah. Kesembilan politikus ini disebut telah menerima aliran dana senilai 500 ribu dolar AS dari proyek e-KTP.
“Saya mohon kepada jaksa penuntut umum untuk seret nama-nama yang sudah saya sampaikan kepada penyidik KPK di dalam JC saya,” tutur Novanto. 
Selain itu, Novanto juga mengaku menyesal dengan perbuatannya dan meminta majelis hakim agar mempertimbangkan permohonan justice collaborator yang ia ajukan. Namun, ia masih saja tidak mengaku kalau dirinya juga ikut menerima aliran dana korupsi e-KTP seperti politikus lainnya dan memohon pada majelis hakim untuk memberikan tuntutan yang ringan dan adil baginya. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini ia juga berterima kasih pada sang istri yang sudah setia mendampinginya di setiap persidangan. 
Featured image: Beritagar