Jakarta – Setelah melalui berbagai drama penangkapan dan proses penyidikan kasus korupsi e-KTP yang dilakukan oleh mantan ketua DPR RI Setya Novanto, akhirnya pria yang sempat terkenal karena insiden “kening bakpao” ini dijatuhi vonis hukuman 15 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan JPU KPK sebelumnya. Vonis ini dijatuhkan pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Selasa (24/4).

Selanjutnya, menurut pemberitaan yang dilansir dari Kompas.com, Novanto juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena telah terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Putusan ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa sebelumnya, yaitu pidana 16 tahun penjara dan membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Lebih lengkap lagi, majelis hakim juga mewajibkan mantan ketua DPR RI ini untuk membayar uang pengganti sebesar 7,3 dollar AS atau yang jika dirupiahkan sesuai kurs di rupiah di tahun 2010 sebesar Rp66 miliar. Jumlah ini dikurangi Rp5 miliar yang telah dititipkan pada tim penyidik sebelumnya.

setya novanto divonis 15 tahun penjara
Image: Telusur

Sesuai tuntutan jaksa KPK, bentuk hukuman lain yang juga diterima oleh Novanto adalah dicabutnya hak politiknya selama lima tahun setelah selesai menjalani masa tahanan. Selain itu, majelis hakim juga sepakat dengan jaksa dari KPK untuk menolak permohonan justice collaborator yang diajukan Novanto.

“Karena penuntut umum menilai terdakwa belum memenuhi syarat sebagai justice collaborator, majelis tidak dapat mempertimbangkan permohonan terdakwa,” ujar hakim Anwar seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya ini terjadi dikarenakan sikap sopan Novanto selama persidangan dan juga rekam jejaknya yang belum pernah dihukum sebelumnya. Selanjutnya dalam putusan juga disebutkan bahwa perbuatan Novanto memenuhi unsur menguntungkan diri sendiri sekitar Rp71 miliar, merugikan keuangan negara, menyalahgunakan wewenang, dan dilakukan bersama pihak lain dalam proyek e-KTP, yaitu bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Featured image: IDN Times