Penyakit menular seksual adalah salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit  ini bisa berdampak buruk di masa mendatang, salah satunya kelumpuhan, dan bahkan kematian. Penularan penyakit kelamin ini disebabkan oleh bakteri ataupun virus yang kadang gejalanya tidak disadari. Bakteri dan virus ini bersarang pada cairan tubuh yang keluar saat berhubungan intik atau saat seks, misalnya saja air mani atau cairan vagina.

Resiko penularan ini lebih tinggi ketika kamu tidak menggunakan kondom saat berhubungan intim, plus kamu juga tidak mengetahui detail kondisi kesehatan satu sama lain. Lalu, apa saja penyakit menular seksual yang sering terjadi? Yuk, simak pembahasannya!

Penularan Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual juga dikenal sebagai infeksi menular seksual, karena bentuk dan cara penularannya sebagian besar berasal dari hubungan seksual, meskipun sebagiannya lagi juga bisa berasal dari tukar-menukar jarum suntik. Darah, sperma, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya merupakan cara penularan penyakit seksual menular. Bahkan, menyedihkannya, penyakit menular seksual ini pun juga bisa ditularkan seorang ibu kepada anaknya saat proses mengandung hingga ketika melahirkan.

Begitu juga halnya untuk penggunaan tukar menukar jarum suntik. Sisa atau bercak darah yang masih tertinggal di jarum suntik tersebut dapat menularkan penyakit menular seksual dari pengguna pertama kepada pengguna selanjutnya. Sedikit apapun bercak darah yang bertukar, kemungkinan tertular pasti ada.

Tanda-tanda atau gejala penyakit menular seksual

Setiap penyakit pasti memiliki tanda-tandanya sendiri, begitu pula untuk penyakit seksual menular. Untuk kamu yang aktif secara seksual dan seringkali melakukan hubungan seks yang tidak aman, ada baiknya untuk memperhatikan tanda-tanda atau gejala penyakit menular seksual berikut.

1. Ada rasa sakit pada bagian alat kelamin

Rasa sakit atau rasa tidak nyaman apapun yang kamu rasakan pada bagian alat kelamin memang bukan merupakan tanda pasti bahwa kamu tertular penyakit menular seksual, namun jika memang kamu merasa nyeri, sakit, ataupun tidak nyaman pada bagian alat kelamin, tidak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter.

2. Terdapat benjolan di alat kelamin dan sekitarnya

Dalam keadaan normal, alat kelamin akan terasa biasa saja tanpa rasa sakit atau rasa tidak nyaman. Namun sebaliknya, jika kamu merasa ada hal-hal yang mengganjal, bisa jadi merupakan timbulnya benjolan di alat kelamin dan sekitarnya. Jika hal tersebut terjadi, cobalah langsung konsultasikan diri kamu ke dokter untuk mendapatkan antisipasi dan pertolongan pertama.

3. Terasa sakit atau panas saat buang air kecil

Sejatinya, kamu tidak akan merasakan sakit atau tidak nyaman saat membuang air kecil. Jika sebaliknya, cobalah konsultasikan diri kamu ke dokter.

4. Alat kelamin mengeluarkan cairan tidak biasa

Alamiahnya, alat kelamin perempuan dan laki-laki memang mengeluarkan cairan. Namun, jika mengeluarkan carian yang tidak biasa, terutama berbau aneh, cobalah untuk langsung mengkonsultasikan keluhan kamu kepada dokter sebagai langkah antisipasi.

5. Pendarahan

Dalam keadaan normal, alat kelamin perempuan dan laki-laki tidak akan mengeluarkan darah, kecuali perempuan pada masa haidnya. Pendarahan pada kondisi normal merupakan salah satu ciri-ciri atau gejala penyakit menular seksual dan harus segera kamu konsultasikan ke dokter.

Faktor yang meningkatkan risiko tertular Penyakit Menular Seksual

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual. Pertama, memiliki banyak partner seks yang membuat kesulitan untuk mengontrol kesehatan hubungan seks tersebut, terutama jika partner seks tersebut juga memiliki lebih dari satu partner seks yang membuka hubungan seksual yang tidak sehat dan tidak aman. Meskipun kamu berhubungan seksual dengan aman, belum tentu pasanganmu melakukan hubungan seksual yang aman. Hal tersebutlah yang akan meningkatkan penularan penyakit menular seksual.

Kedua, melakukan hubungan seks tanpa pelindung. Pelindung tidak hanya berguna untuk mencegah kehamilan, namun juga bisa menjadi salah satu pencegah tertularnya penyakit menular seksual. Meskipun tidak menjamin 100% bahwa penggunaan pelindung dapat melindungi diri dari penyakit menular seksual, namun dapat meminimalisir penularannya.

Ketiga, berbagi jarum. Sudah disinggung di awal pembahasan bahwa berbagi jarum yang meninggalkan bercak darah merupakan salah satu cara penularan penyakit menular seks. Sekecil atau sedikit apapun bercak darah orang yang memiliki penyakit kelamin atau penyakit menular seksual yang tertinggal di sebuah jarum suntik, terdapat kemungkinan untuk menularkan kepada pengguna setelahnya.

Selain ketiga faktor di atas, pada dasarnya masih ada banyak faktor lainnya yang meningkatkan penularan penyakit menular seksual, salah satunya berhubungan badan dengan pasangan yang menyalahgunakan penggunaan alkohol, obat penenang, atau bahkan orang yang hidup di lingkungan komunitas dengan tingkat penyakit kelamin yang tinggi.

Baca Juga: 5 Posisi Bercinta A La Fifty Shades Agar Valentinemu Makin Berkesan

Daftar penyakit menular seksual

penyakit menular seksual
Image: Freepik

1. Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi. Pada tahap awal Sifilis akan menimbulkan luka pada alat kelamin atau pada mulut. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, namun penyakit menular seksual yang satu ini sangat mudah menularkan bakterinya, bahkan hanya dengan bersentuhan dengan lukanya tersebut.

2. Chancroid

Jika Sifilis akan menimbulkan benjolan pada alat kelamin penderitanya, Chancroid yang satu ini justru akan menimbulkan bisul kecil pada alat kelamin penderitanya. Setelah itu, bisul tersebut akan berubah menjadi luka dan menimbulkan pembengkakan di bagian selangkangan.

3. Gonore atau kencing tanah

Berbeda dengan Sifilis, Gonore tidak akan menimbulkan gejala apapun yang terlihat. Namun akan menimbulkan cairan yang tidak biasa atau berwarna, menimbulkan rasa sakit dan radang saat buang air kecil, gatal, dan juga menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

4. Chlamydia

Chlamydia merupakan salah satu jenis penyakit seksual  menular yang paling sering ditemukan. Sama seperti Gonore, penyakit yang satu ini juga tidak menimbulkan gejala yang terlihat, namun menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman, rasa sakit serta mengeluarkan cairan dari alat kelamin.

5. Donovanosis

Donovanosis yang satu ini merupakan jenis penyakit menular seksual yang proses penyebarannya melalui alat kelamin perempuan dan seks anal. Penderita penyakit yang satu ini kebanyakan pria dan akan menimbulkan luka di sekitar bokong, serta menimbulkan benjolan merah di sekitar anus dan alat kelamin. Lalu, bagi penderitaDonovanosis ini, alat kelamin penderita akan memudar warnanya dan perlahan akan mengelupas lapisan kulit karena peradangan akibat Donovanosis tersebut. Jika tidak segera ditangani, penderita penyakit yang satu ini bisa mendatangkan komplikasi.

6. Herpes Genital

Jika berbagai daftar penyakit menular seksual sebelumnya disebabkan oleh bakteri, penyakit seksual yang satu  ini disebabkan oleh virus. Gejala awal yang ditimbulkan dari Herpes Genital ini adalah luka melepuh berwarna merah dan rasa sakit pada bagian alat kelamin. Penyakit yang satu ini bisa dibilang cukup berbahaya karena belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

9. HIV

HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini juga merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang sangat berbahaya. Tidak hanya melalui hubungan seksual, HIV juga dapat menularkan virusnya melalui jarum suntik dan juga transfusi darah. Berbeda dengan gejala penyakit menular seksual yang lain, gejala HIV yang satu ini ditandai dengan demam, sakit tenggorokan dan juga ruam. Hal ini disebabkan karena penyakit yang satu ini menyerang sistem kekebalan tubuh.

10. Hepatitis B

Seks oral, seks anal, serta penggunaan jarum suntik bergantian merupakan cara yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seksual menular yang satu ini. Hepatitis B ini pun juga dapat diketahui dan dirasakan 2-5 bulan setelah tertular atau setelah penderita melakukan kontak dengan virus tersebut. Flu merupakan gejala awal penularan Hepatitis B yang satu ini, namun kemudian, virus yang ada akan mengakibatkan penyakit kuning permanen.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab dan Gejala Kanker Serviks yang Wajib Kamu Tahu!

Untuk tes penularan penyakit menular seksual, biasanya tes laboratorium seperti tes darah, sampel urin dan sampel cairan merupakan beberapa tes yang harus dilalui di dokter. Jika kamu merasa tidak nyaman atau merasa telah melakukan hubungan seksual yang tidak nyaman serta merasakan gejala-gejala timbulnya penyakit seksual menular, segeralah konsultasikan diri kamu ke dokter.

Nyatanya, masih banyak daftar penyakit menular seksual lainnya yang berbahaya dan dapat menyerang siapa saja. Untuk itu, gaya hidup sehat, berhubungan seksual yang aman, berolahraga, berhenti menggunakan narkoba, tidak menyalahgunakan obat serta melakukan tes rutin merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah, serta mengetahui penularan penyakit menular seksual sejak awal.

“Ingin terus hemat dan untung saat belanja online? Yuk daftar di ShopBack dan dapatkan cashback hingga 30% tiap belanja di e-commerce kesayangan. Daftar di sini!”

Fearured image: Freepik