Kamu tentu sudah pernah mengalami putus cinta bukan? Kamu pasti merasakan hari-harimu yang menyakitkan dan memang kamu tidak bisa lari dari kenyataan itu. Kamu merasa seolah-olah bersiap-siap untuk menghadapi kematian dan berjanji pada diri sendiri untuk mengasingkan diri dari yang namanya cinta.

Pada tahap kritis kamu bahkan sangat membenci mantanmu dan berjanji untuk memusuhinya seumur hidup. Berbagai pertanyaan terlontar membombardir di benakmu, tak henti-hentinya bertanya dan berpikir tentang dia. Dia yang adalah mantan itu perlu dijauhi agar tidak menjadi penghalang cintamu kelak bersama orang lain, benarkah itu?

Perlu disadari bahwa tidak ada untungnya membenci sesama, siapa pun itu. Dalam kondisi apapun dalam hidup kita, persahabatan merupakan obat mujarab. Persahabatan membuat kita sehat dan bahagia. Sahabat memberi kita dukungan, kegembiraan, dan persahabatan. Sahabat berfungsi sebagai sumber saran yang berharga dan memberi kita rasa memiliki.

Menjadi teman dengan mantan memang menghadirkan berbagai tantangan. Mungkinkah kamu mampu menavigasi pergeseran hubungan intim dengan pertemanan yang sifatnya biasa saja. Bagaimana caranya kamu mengelola hubungan kalian yang semula sangat intim beralih ke hubungan yang biasa? Memang itu sebuah tantangan.

Namun demikian ada penelitian terbaru oleh University of Kansas, Lawrence, Amerika Serikat yang menghasilkan empat alasan utama mengapa orang tetap berteman dengan mantan. Mereka juga telah memprediksi hasilnya baik positif maupun negative apabila seseorang kembali berteman dengan mantannya (Griffith, Gillath, Zhao, & Martinez, 2017). Sebelumnya penelitian juga telah dilakukan oleh Mogilski dan Welling’s (2016). Mereka mencoba untuk mencari tahu mengapa orang berteman dengan mantan.

Spesial Buat Kamu!

Pertanyaannya adalah “Apa saja alasannya sehingga kita bisa berteman dengan mantan?” Penelitian University Kansas menunjukkan hal itu tergantung pada motif kamu.

Keamanan

berteman dengan mantan

Persahabatan membuat kita merasa aman dan memenuhi kebutuhan rasa aman. Jadi, tidak mengherankan bahwa keamanan adalah alasan utama orang tetap berteman dengan mantan (Griffith et al, 2017). Membangun persahabatan dengan mantan mengacu pada motif keamanan terkait dengan hasil positif dalam persahabatan tersebut (misalnya, merasa nyaman dan aman dalam persahabatan).

Hal ini juga mirip dengan apa yang Mogilski dan Welling identifikasikan sebagai sentimentalitas. Orang melihat emosi positif ini sebagai alasan nomor satu untuk tetap berteman dengan mantan (Mogilski & Welling, 2016). Kamu telah melewati masa lalu yang cukup lama dengan mantan sehingga kamu pasti sering berbicara hal-hal prifat dan rahasia dengannya dan kamu mempercayainya. Dukungan emosional, kenyamanan, dan koneksi adalah motivasi kuat untuk menjalin persahabatan setelah hubungan romantis kalian berantakan.

Alasan praktis

berteman dengan mantan

Terkadang orang tetap berteman dengan mantan mereka untuk tujuan pragmatis. Misalkan saja mungkin mereka mendapatkan keuntungan dari uang, hadiah, makanan, dan lain-lainnya (Mogilski & Welling, 2016). Alasan praktis lainnya termasuk memelihara hewan peliharaan bersama, atau anak-anak, atau ingin memanfaatkan hartanya. Griffith dkk, (2017) berpendapat bahwa pertemanan yang terbentuk karena alasan praktis seperti ini biasanya tidak berlangsung lama tapi mempunyai hasil positif.

Ingin Bersikap Sopan

berteman dengan mantan

Mungkin kamu tidak ingin berteman, tapi Anda memang ingin bersikap sopan dan menghargai perasaan mantan Anda. Ini adalah alasan untuk mempertahankan persahabatan dengan mantan (Griffith et al, 2017). Bagi beberapa lebih suka kembali berteman dari pada membuat konflik dengan mantan. Namun persahabatan ini tidak akan bertahan lama.

Tahukah Kamu

Atraksi yang belum terselesaikan

berteman dengan mantan

Alasan ini mungkin berujung konflik jika tidak dimenej dengan baik (Griffith et al, 2017). Perlu diakui bahwa banyak orang mengejar persahabatan dengan mantan mereka karena mereka masih memiliki perasaan romantis (Mogilski & Welling, 2016). Jika kamu berteman dengan mantanmu karena alasan ini berarti mungkin saja kamu masih mencintai dia dan kamu tidak bisa membayangkan mantanmu menjalin hubungan dengan orang lain. Kamu pasti tidak ingin hubungan berakhir begitu saja …

Nah, semua alasan ini bisa mendorong kamu untuk tetap berteman dengan mantan pasanganmu. Universitas Kansas juga membeberkan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kebanyakan orang (sekitar 60%) berteman dengan setidaknya satu pasangan mantan, sementara 20% orang berteman lebih dari satu mantan (Griffith et al., 2017). Lalu bagaimana dengan kamu nih ShopBackers?

All image: Pexels

Editor: Nimas Arini

Join Sekarang di Komunitas ShopBack!

Promo Terbaru yang Pasti Kamu Suka!

Barang-Barang Serba Lima Ribu!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!