Bagi kamu yang tinggal di wilayah pulau Jawa dan Bali, mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok legenda Nyi Roro Kidul. Sosok mistis yang disebut masyarakat sebagai sang ratu laut selatan ini memang kerap menjadi perbincangan hangat bagi mereka yang tinggal di sekitar pantai selatan pulau Jawa.

Namun bagaimanakah asal usul ceritanya? Dan apa saja mitos yang timbul dan beredar di masyarakat akibat dari adanya legenda tersebut? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Kisah Legenda Nyi Roro Kidul versi I

Dahulu kala hiduplah seorang raja bernama Munding Wangi. Raja ini memiliki seorang putri bernama Kadita yang mempunyai paras yang sangat cantik. Bahkan saking cantiknya, ia sampai dijuluki oleh masyarakat dengan sebutan Dewi Srengenge atau ‘Matahari yang indah’. Kendati sudah dianugerahi dengan kehadiran seorang putri yang cantik, Munding Wangi masih tetap merasa tidak bahagia.

Hal ini karena keinginannya untuk memiliki seorang anak laki-laki masih belum terwujud. Alhasil, untuk mewujudkan keinginan tersebut, ia pun memutuskan untuk menikah lagi dengan Dewi Mutiara. Dan dari hasil pernikahannya inilah ia kemudian dianugerahi keturunan seorang putra yang kemudian membuatnya merasa sangat bahagia.

Meskipun sudah mendapatkan seorang anak laki-laki, rasa sayang Munding Wangi terhadap putrinya tidaklah berkurang. Ia justru tetap menyayangi dan membesarkan Kandita dengan penuh rasa cinta bersama dengan anak laki-lakinya yang baru saja ia dapatkan.

Dewi Mutiara yang merasa telah memberikan seorang anak laki-laki bagi sang raja, berambisi untuk menjadikan putranya sebagai pengganti Raja kelak. Sehingga ia pun melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Bahkan sampai nekad mengusir sosok putri kesayangan Munding Wangi, Kadita, ke luar dari istana.  Mengetahui hal tersebut, sang raja pun menjadi sangat murka dan mengingatkan kepada siapapun untuk tidak menyakiti putrinya karena ia tidak akan membiarkannya.

Walaupun telah mendengar peringatan keras dari sang Raja, Dewi Mutiara tetap tidak menyerah. Keesokan harinya, ia malah mencoba strateginya yang baru dengan cara meminta bantuan dari seorang dukun. Berbekal kuasa yang ia peroleh dari Munding Wangi, ia memerintahkan sang dukun untuk mengutuk putri raja agar tubuhnya dipenuhi dengan penyakit kudis. Mengharapkan imbalan yang tidak ternilai dari Dewi Mutiara, sang dukun pun mengiyakan perintah tersebut lalu mengutuk Kadita.

Hasilnya, tepat pada tengah malam dukun itu sukses membuat badan Kadita tiba-tiba dipenuhi dengan kudis dan terasa gatal. Dan ketika Kadita terbangun dari tidurnya, ia langsung merasa terkejut serta menangis histeris saat menyadari seluruh tubuhnya sudah berbau busuk.

Mengetahui apa yang dialami oleh putrinya, Munding Wangi pun merasa sangat terpukul dan sedih. Spontan ia pun segera menempuh berbagai cara agar penyakit yang dialami oleh putrinya bisa cepat sembuh.

kisah legenda nyi roro kidul
Image: Moesama

Namun apa daya, walau sudah memanggil sejumlah tabib dan orang pintar untuk mengobati putrinya, ternyata hasil yang diperolah tetap nihil. Tubuh Kadita tetap saja masih dipenuhi dengan kudis dan menimbulkan bau busuk. Mengetahui ketidakwajaran tersebut, sang raja pun mulai merasa curiga bahwa anaknya mungkin telah diguna-guna oleh orang jahat.

Karena tak ingin seluruh negeri ditimpa kesialan sama seperti putrinya, sang raja pun memutuskan untuk membawa Kadita ke luar negara atas desakan dari istrinya Dewi Mutiara. Namun ternyata Kadita menolak untuk diantar oleh ayahnya dan memilih untuk pergi sendiri. Bermodalkan keberaniannya, Kadita pun pergi seorang diri menyeberangi lautan.

Selama hampir tujuh hari tujuh malam, ia habiskan waktu melakukan perjalanan pergi menjauh dari negerinya hingga tiba di Samudera Selatan. Di situ, ia habiskan waktu sebentar untuk duduk termenung sambil memandangi lautan yang biru di depannya. Karena merasa takjub, ia pun memutuskan untuk menceburkan dirinya ke samudera tersebut dan berenang. Dan ternyata saat kulitnya bersentuhan dengan air laut, penyakit kudis yang dia derita perlahan menghilang sehingga membuat dirinya pun kembali menjadi cantik seperti sedia kala. Bahkan lebih cantik dari sebelumnya.

Setelah sekian lama menempati samudera tersebut, perlahan Kadita mulai memiliki kekuasaan di samudera selatan. Dan mulai dijuluki oleh masyarakat dengan sebutan Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang hidup abadi selamanya.

Baca juga: 8 Misteri di Indonesia Paling Terkenal yang Masih Belum Terpecahkan

Kisah Legenda Nyi Roro Kidul versi II

Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan Pakuan Pajajaran, hiduplah seorang raja yang bernama Prabu Siliwangi. Sang raja memiliki banyak anak, dan salah satunya adalah putri Kandita. Ia merupakan seorang gadis dengan paras cantik jelita yang menjadi kesayangan dari Raja Prabu Siliwangi. Dan karena itulah, ia pun dijadikan oleh raja sebagai calon pewaris tahta Pakuan Pajajaran.

Mendengar hal tersebut, para selir dan anak-anaknya merasa tidak terima. Mereka pun kemudian berencana untuk menyingkirkan putri Kandita dan Ibunya dari Istana. Dan dengan bantuan dari penyihir sakti, rencana mereka pun berhasil. Putri Kandita dan Ibunya terkena kutukan penyakit kusta yang tak kunjung sembuh meski sudah diberikan berbagai macam ramuan oleh para tabib istana.

Tubuh mereka keduanya dipenuhi borok dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tak lama setelah mengidap penyakit tersebut, sang ibunda pun meninggal. Sementara putri Kandita diam-diam memutuskan untuk melarikan diri dari istana setelah kecewa mendengar persetujuan raja terhadap usulan para selir dan anak-anaknya yang ingin agar dia segera di usir dari istana.

Dalam suasana hati yang penuh dengan kesedihan dan rasa bingung, putri Kandita berjalan keluar dari istana tanpa tujuan yang pasti. Sampai akhirnya ia tiba di pesisir pantai selatan Pulau Jawa dan tertidur di sana karena merasa kelelahan. Dalam tidurnya, putri Kandita pun bermimpi mendengar suara gaib yang menyuruhnya untuk menceburkan diri ke laut agar penyakit yang ia derita sembuh.

nyi roro kidul
Image: suar grid

Singkat cerita, putri Kandita melakukan apa pesan dari sosok gaib dalam mimpinya itu dan hasilnya, borok yang ada di tubuh putri pun berangsur-angsur hilang ketika kulitnya menyentuh air. Alhasil, tubuh putri Kandita pun menjadi mulus kembali seperti sedia kala.

Setelah sembuh dari penyakitnya, putri memilih untuk menetap di pantai selatan dan tidak kembali ke istana. Ketika menetap di sana, putri Kandita perlahan menjadi sangat populer karena paras cantik yang ia miliki. Alhasil, karena kecantikannya itu, banyak pangeran dari berbagai kerajaan yang berangsur-angsur datang untuk mempersuntingnya.

Akan tetapi, dari sekian banyak lamaran yang putri Kandita terima, tak satupun yang dapat membuatnya tertarik. Hal ini terutama disebabkan oleh syarat yang sangat sulit yang diajukan oleh Kandita. Syarat tersebut ialah harus mampu mengalahkannya saat adu kesaktian di atas gelombang pantai laut. Karena tak mampu mengalahkan kesaktikan putri Kandita, para pangeran pun memutuskan untuk beralih menjadi pengikut setianya yang bertugas untuk mengawal sang putri ke mana pun dia pergi. Nah, sejak saat itulah, putri Kandita kemudian dikenal sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan atau Nyi Roro Kidul.

Sebetulnya masih banyak lagi versi cerita tentang legenda Nyi Roro Kidul ini, namun umumnya hanya dua kisah diatas yang paling sering digunakan.

Mitos Kamar 308: Penghubung antara dunia nyata dengan dunia Nyi Roro Kidul

Di dalam Hotel Inna Samudera yang terletak di kawasan pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat,  terdapat sebuah ruangan yang konon menjadi tempat peristirahatan Nyi Roro Kidul sekaligus penghubung antara dunia nyata dengan dunia Nyi Roro Kidul. Ruangan tersebut merupakan kamar dengan nomor 308.

Di kamar tersebut, nuansanya cukup angker karena penuh dengan pernak-pernik sesajen dan bau dupa. Dan bagi mereka yang penasaran dengan kamar ini, pihak hotel ternyata membolehkan siapa saja untuk melihatnya dari dekat tanpa harus menginap. Namun tetap harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 35.000 saja.

Di samping hotel Inna Samudera, sejumlah tempat yang juga konon menjadi penghubung antara dunia nyata dengan dunia Nyi Roro Kidul adalah Kraton Surakarta Hadiningrat, Pantai Sembukan, Pantai Parangritis, Pantai Pelabuhan Ratu, dan Vihara Kalyana Mitta.

Kisah dibalik Larangan Memakai baju hijau di Pantai Selatan

Selain mitos tentang adanya pengubung antara dunia nyata dengan dunia Roro Kidul, terdapat juga sebuah mitos lain mengenai larangan menggunakan baju hijau di pantai selatan. Mitos ini bermula dari kisah seorang pendiri kerajaan Mataram, Raden Danang Sutawijaya, yang sedang mencari kekuatan gaib untuk mengalahkan Kerajaan Pajang. Dan untuk memperoleh kekuatan gaib tersebut, sang Raden pun memutuskan untuk bertapa di Pantai Selatan sampai akhirnya ia tidak sengaja bertemu dengan sosok Nyi Roro Kidul.

Setelah itu keduanya pun langsung melakukan perjanjian gaib. Supaya kekuatannya menjadi abadi, Nyi Roro Kidul meminta sang Raden untuk menikahinya. Dan setiap kali ia hendak  bertemu Raden, ia senantiasa mengenakan pakaian yang berwarna hijau.  Karena kebiasaan dari Nyi Roro Kidul inilah Raden Danang kemudian melarang rakyatnya agar tidak menggunakan busana hijau di sepanjang Pantai Selatan.

Alhasil, sampai sekarang peraturan tersebut masih sangat dipercaya oleh masyarakat setempat. Bahkan kini banyak yang menganggap bahwa mereka yang berani melanggar peraturan tersebut pasti akan cepat meninggal karena tergulung ombak, serta rohnya juga akan menjadi tidak tenang karena dijadikan prajurit oleh Nyi Roro Kidul.

“Hobi belanja tapi ingin tetap hemat? Pakai ShopBack saat belanja online dan dapatkan cashback hingga 10%. Daftar sekarang dan dapatkan promo eksklusif hari ini!”

Featured image: Flickr/syahrizal_yusuf