Sudah 72 tahun Indonesia terbebas dari penjajahan negara asing. Setelah kemerdekaan tersebut, ada banyak hal dan kemajuan yang terjadi dalam Indonesia, salah satunya adalah perkembangan dalam berbagai sektor, terutama pembangunan dan teknologi. Namun, layaknya proses evolusi, perkembangan yang hadir tersebut juga membawa dampak lain dalam prosesnya.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin sebagian besar dari kita masih bisa merasakan betapa bebasnya bermain di tanah lapang, seolah-olah penguasa tempat tersebut. Bebas bermain, berlari, tertawa, berteriak bahkan menangis sepuasnya. Di tanah lapang tersebut, anak-anak bebas bermain bola tanpa khawatir, bermain layang-layang sepuasnya sampai senja pun juga bukan masalah; tidak ada rasa was-was yang menghantui kala tersebut karena bermain bersama teman-teman sebaya tanpa peduli latar belakang adalah hal yang menyenangkan kala itu. Di masa tersebut, tidak ada orang-orang yang sibuk bermain seorang diri, bahkan, para orang tua pun tidak merasa khawatir jika anaknya bermain di laur rumah walaupun hingga malam hari. Terutama, pada masa Bulan Purnama, masanya bisa bermain sepuasnya. Hal itu terjadi karena masih ketersediaannya tempat bermain yang luas dan nyaman serta masih tingginya rasa kepedulian sesama.

Perbandingan masa lalu dan masa kini

Image: wikimedia.org

Bandingkan dengan era di mana pembangunan merata dan teknologi berkembang pesat, dimana anak-anak kecil kehilangan tempat bermainnya. Bahkan, seringkali anak-anak kecil terpaksa bermain sepak bola di tengah jalan dan terpaksa berhenti saat ada pengendara yang melintas dan tidak peduli dengan areal pembangunan yang berbahaya. Bahkan, untuk bermain kelereng pun mereka tidak memiliki lahan. Belum lagi tindak kejahatan yang senantiasa menghantui anak-anak dan juga orang tua, mulai dari pelecehan seksual, pencurian, perampasan, penculikan, penganiyayaan, bahkan pembunuhan, yang tak terhitung lagi jumlahnya timbul karena rasa kepedulian kita yang semakin menipis. Masa kini, orang-orang hanya terfokus pada gadget di tangan mereka tanpa mempedulikan lingkungan sekitar. Tak jarang, seringkali hadir di berita mengenai kelalaian orang tua saat menjaga anaknya yang menyebabkan kecelakaan, bahkan kematian karena terlalu asik dengan gadget-nya sendiri.

Peran orang tua dan gadget

Image: nischint.com

Karena minimnya tingkat keamanan dan kepedulian, para orang tua mulai membatasi kebebasan anak-anaknya dalam bermain dan mengembangkan kreativitasnya. Para orang tua lebih memilih untuk memfasilitasi gadget yang dapat mereka mainkan di dalam rumah sehingga membuat mereka semakin tidak peduli dengan lingkungannya dan mengakibatkan pola pikir anti sosial terhadap anak-anak. Makanya, tak heran kalau anak-anak banyak yang sering merasa enggan dan cangung untuk menjalin komunikasi dan kebersamaan dengan rekan sebanyanya dan lebih memilih untuk menjalin hubungan dengan dunia maya yang cenderung tidak sehat karena tidak ada batasan usianya tersebut. Tak heran juga anak-anak mengonsumsi informasi yang tidak layak berdasarkan umurnya dan membuat mereka memiliki pemikiran orang dewasa sebelum waktunya. Tak heran juga anak-anak sekarang lebih mementingkan pacaran daripada persahabatan atau bahkan prestasi, sehingga mereka lebih takut tidak memiliki pacar dari pada tidak naik kelas, pergaulan bebas semakin merajalela tak jarang dari mereka yang masih seumur jagung namun sudah mengenal minuman keras, nikotin, narkoba, hingga hubungan suami-istri, belum lagi penyalahgunaan teknologi informasi yang semakin meresahkan dan menyebabkan perselisihan antara umat beragama dan masyarakat.

Jadi, inikah yang kita sebut sebagai kemerdekaan ketika gedung-gedung menjulang tinggi namun moral bangsanya merosot? Dimana kebahagiaan harus selalu ditandai dengan uang, di mana anak-anak selalu dihantui dengan rasa cemas dan pergaulan bebas serta mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang anti sosial saat para dewasa selalu merasa cemas dan ketakutan saat jauh dari anak-anaknya?

Yuk pertimbangkan kembali bahwa gadget diciptakan untuk membuat hubungan dengan orang-orang tercinta jauh lebih dekat, bukan menjauhkan mereka yang kita cinta. Gadget diciptakan pula untuk memberikan informasi yang bermanfaat, bukan yang menyesatkan dan menjerumuskan. Mari kita kembangkan pola pikir bermasyarakat dan saling menghargai yang dipenuhi dengan toleransi. Marilah alihkan sejenak pandangan dari layar kaca dan coba lihatlah betapa indahnya negeri kita dan betapa banyak hal yang masih harus dipedulikan untuk menggapai kemerdekaan yang sesungguhnya; mereka dimana tak ada lagi rasa cemas dan takut, dimana toleransi dan kepedulian menjadi prioritas utama. Mari kita wujudkan Indonesia yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa, dirgahayu Indonesiaku Merdeka Indonesiaku!

Featured image: nischint.com

Editor: Neschya Hertian

Join Sekarang di Komunitas ShopBack!

Promo Terbaru yang Pasti Kamu Suka!

Barang-Barang Serba Lima Ribu!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

 

 

Facebook Comments