Bandung memiliki banyak tujuan wisata, baik wisata alam maupun bukan. Salah satu wisata alam yang paling banyak dikunjungi oleh orang-orang saat berkunjung ke kawasan Jawa Barat ini adalah tempat wisata Kawah Putih. Kawah Putih menawarkan pemandangan yang cantik dan eksotis. Tempat ini sangat cocok untuk kamu kunjungi di saat liburan bersama teman-teman, keluarga, atau bahkan solo traveling.

Kawah Putih sendiri adalah danau yang terbentuk dari hasil erupsi Gunung Patuha. Banyak juga masyarakat sekitar yang percaya bahwa selain akibat dari fenomena alam, Kawah Putih terbentuk karena adanya sebuah mitos. Mitos seperti apa yang dimiliki dalam kawasan Kawah Putih ini? Artikel berikut membahas tentang beberapa hal yang wajib kamu tahu tentang Kawah Putih dan apa saja yang bisa kamu nikmati saat di sana.

Sejarah Kawah Putih Ciwidey

Sejarah Kawah Putih
Sumber gambar: pexels.com

Sangat wajar di Indonesia, bahwa banyak beberapa lokasi terkenal yang memiliki sejarah dan mitos yang membentuknya. Proses terbentuknya bisa secara ilmiah dijelaskan atau hanya mitos dan legenda saja yang mampu menjelaskan semuanya. Kawasan Kawah Putih juga memiliki mitos seperti itu. Masyarakat sekitar juga mempercayainya karena mitos tersebut diceritakan turun-temurun.

1. Terbentuk akibat letusan dari Gunung Patuha

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Kawah Putih berbentuk seperti sekarang disebabkan oleh erupsi Gunung Patuha yang sangat dahsyat pada abad ke-10 dan abad ke-12. Oleh karena itu, pada awalnya Kawah Putih ini memiliki nama Kawah Gunung Patuha. Namun, banyak orang menyebutnya Kawah Putih karena air yang terdapat di dalam kawah tersebut berwarna putih. Sebenarnya, Gunung Patuha membentuk dua kawah yang ada di bagian barat, namun Kawah Putih tetap menjadi destinasi utama bagi para pengunjung saat berwisata ke daerah ini.

2. Awal mula ditemukan

Sebenarnya, tempat ini belum diketahui keberadaannya oleh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut dikenal sebagai tempat yang sangat angker karena setiap ada burung yang terbang melewati Kawah Putih pasti akan jatuh dan mati. Hingga pada akhirnya, seorang ahli bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn data ke kawasan Gunung Patuha untuk melakukan sebuah penelitian pada tahun 1837. Saat ia tiba di atas puncak gunung, ia melihat ada sebuah danau yang airnya berwarna kehijauan dengan adanya semburan lava di atasnya dan bau belerang yang sangat menyengat.

Setelah Dr. Franz Wilhelm Junghuhn menemukan tempat tersebut, Pemerintah Belanda kemudian membangun pabrik kapur yang diberi nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada saat Jepang masih menjajah Indonesia, pabrik ini mereka ambil alih dan diubah namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey. Setelah pertemuan tersebut pula, kawasan Kawah Putih ini mulai banyak dikenal secara luas oleh banyak orang. Sejak saat itu, pemerintah mulai melakukan pengembangan pada kawasan Kawah Putih Ciwidey sebagai destinasi wisata alam.

3. Legenda dan mitos

Konon katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut percaya bahwa kawasan Kawah Putih memiliki hal yang sakral dan memiliki hawa mistis yang sangat kuat. Hal ini membuat masyarakat di sekitarnya percaya bahwa daerah di puncak gunung tersebut terdapat tujuh makam para leluhur yang setiap namanya diawali dengan sebutan “Eyang”. Tujuh makam leluhur atau sesepuh tersebut adalah makam dari Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Jaga Satru, Eyang Barabak, Eyang Baskom, Eyang Ngabai, dan Eyang Jambrong. 

Kegiatan yang Bisa Dicoba Saat Berkunjung ke Kawah Putih

Sumber gambar: unsplash.com

Di luar dari mitos yang menghantui kawasan Kawah Putih, tetap saja tidak ada pengunjung yang berhenti untuk datang menghabiskan liburan mereka ke kawasan tersebut. Para pengunjung yang datang juga banyak yang berasal dari daerah lokal bahkan wisatawan asing. Banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata ini untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka tentang apa itu Kawah Putih dan bagaimana mitos tersebut dapat dipecahkan secara ilmiah. Hal tersebut mampu menaikkan nilai pariwisata dari Kawah Putih ini dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Kawah Putih Ciwidey sendiri berada pada ketinggian 2.090 meter di atas permukaan laut. Dilihat dari tingginya kawasan tersebut, tempat ini sangat dingin belum lagi Kawah Putih dikelilingi oleh hutan mati yang memiliki pemandangan yang unik dari banyaknya rantai pepohonan yang kering. Hal tersebut membuat kawasan Kawah Putih layaknya negeri dongeng. Bahkan banyak pengunjung yang datang untuk melakukan aktivitas liburan di kawah dan hutan yang berkabut ini, antara lain:

1. Berfoto

Layaknya tren yang sangat berkembang di zaman teknologi ini, banyak para pengunjung yang mengabadikan momen mereka saat mengunjungi Kawah Putih dengan berfoto ria dengan latar belakang Kawah Putih dan bentangan alam di sekitarnya. Kawah Putih memang memiliki pesona yang khas sehingga hasil foto apa pun yang ditangkap pada objek ini bisa menjadi sangat menawan dan berestetika. Tak jarang pula banyak calon pasangan yang akan menikah melakukan sesi foto prewedding di kawasan Kawah Putih ini. Bentangan alam yang ditawarkan oleh kawasan Kawah Putih Ciwidey ini memberikan kesan romantis pada hasil jepretan yang diambil.

2. Relaksasi di pemandian air panas

Jika kamu merasakan sangat lelah setelah lama bekerja selama seminggu, kamu bisa menghilangkan rasa penatmu dengan melakukan relaksasi di pemandian air panas yang tersedia di kawasan Kawah Putih Ciwidey ini. Beberapa pemandian air panas dibangun pada daerah di sekitar Kawah Putih, seperti pemandian air panas Cimanggu dan Ciwalini.

Energi panas bumi yang berasal dari Gunung Patuha memberikan sumber air panas yang bisa kamu gunakan untuk relaksasi, bahkan energi tersebut dikonversi juga sebagai pembangkit listrik. Selain itu, kandungan belerang atau sulfur yang ada di air tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit kamu.

Rute Menuju Tempat Wisata Kawah Putih

Rute Menuju Kawah Putih
Sumber gambar: unsplash.com

Selain dua tujuan utama para pengunjung berwisata ke Kawah Putih di atas, ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pengunjung, yakni bermalam di daerah sekitar Kawah Putih karena keindahan yang ditawarkan dan juga berwisata kuliner di sekitar daerah tersebut. Bahkan ada yang rela jauh-jauh datang hanya untuk berwisata ke Kawah Putih Ciwidey yang beralamat di Sugihmukti, Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat ini. Lebih lagi, banyak cara bagi kamu jika ingin datang ke Kawah Putih. Berikut adalah rute-rute yang bisa kamu coba untuk menuju Kawah Putih berdasarkan jenis kendaraan yang kamu pakai:

1. Kendaraan Pribadi

Jika kamu berencana pergi menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil, kamu bisa masuk ke jalur Tol Purbaleunyi (Pintu Tol Kopo). Setelah itu, beloklah ke arah kanan menuju Jalan Kopo-Soreang yang mana kamu akan sampai ke daerah Ciwidey tidak lama kemudian. Lalu, jalan terus hingga menemukan pintu masuk pada kawasan wisata Kawah Putih Bandung yang berada di kiri jalan.

Selain mobil, kamu juga bisa menggunakan sepeda motor untuk pergi ke kawasan Kawah Putih ini. Jika kamu berangkat dari arah Jakarta, ada dua jalur yang bisa kamu lewati. Di jalur pertama, kamu bisa melewati rute Jakarta-Bandung lewat Purwakarta yang mana mengharuskanmu untuk melewati beberapa kota, yaitu Jakarta-Kota Bekasi-Kabupaten Bekasi-Kabupaten Karawang-Kabupaten Purwakarta-Kabupaten Bandung-Cimahi-Kota Bandung. Di jalur kedua, kamu bisa datang lebih cepat daripada jalur pertama karena jalur ini menggunakan jalur Jonggol yang merupakan jalur alternatif untuk pengguna sepeda motor yang mana melewati Jalur Puncak Bogor-Cianjur-Bandung Barat-Cimahi-Kota Bandung-Padalarang-Soreang via Batujajar-Ciwidey hingga kamu menemukan pintu masuk kawasan wisata Kawah Putih.

2. Transportasi Umum

Bus adalah transportasi umum yang sering digunakan untuk pergi ke kawasan Kawah Putih. Jika kamu pergi menggunakan bus, kamu pasti akan diturunkan ke Terminal Leuwi Panjang. Setelah sampai di terminal, kamu bisa naik angkutan umum jenis L300 jurusan Ciwidey dan oper lagi menggunakan angkutan umum warna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patenggang dan turun di pertigaan depan gerbang pintu masuk Kawah Putih.

Jika kamu lebih memilih naik kereta api, kamu harus turun di Stasiun Bandung dan mengoper naik angkutan umum berwarna biru-hijau dengan nomor 34 jurusan Sadang Serang-Caringin dan turun di Jalan Kopo. Setelah itu, oper lagi dengan naik bus jurusan Leuwi Panjang-Ciwidey dan turun di Terminal Ciwidey dan dilanjutkan naik angkutan umum berwarna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patenggang.

Selain kereta api dan bus, jika kamu datang menggunakan pesawat terbang dan turun di Bandara Husein Sastranegara, kamu harus naik angkutan umum berwarna hijau dengan tujuan Leuwi Panjang dan dilanjutkan lagi dengan naik angkutan umum L300 dengan jurusan Ciwidey serta oper lagi menggunakan angkutan umum berwarna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patenggang.

Jika kamu telah tiba di gerbang pintu masuk Kawah Putih baik dari jenis kendaraan, kamu harus berjalan kaki sejauh 5 Km untuk masuk ke Kawah Putih. Namun, kamu bisa menaiki Ontang Anting seharga Rp13.000 per orang dengan maksimal penumpang berjumlah 12 orang. Ontang Anting sendiri berupa kendaraan yang bentuknya serupa dengan minibus yang dimodifikasi menjadi kendaraan terbuka.

Untuk harga tiket masuk Kawah Putih Ciwidey sendiri sebesar Rp18.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 per orang untuk wisatawan asing sedangkan untuk biaya parkir kendaraan cukup bervariasi, yaitu Rp150.000 untuk parkir mobil di atas (lokasi dekat kawah), Rp35.000 parkir motor di atas, Rp6.000 parkir mobil di bawah (lokasi di dekat gerbang masuk), Rp5.000 parkir motor di bawah, dan Rp25.000 parkir bus di bawah.

Tips Saat Berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey

Sumber gambar: pixabay.com

Ada beberapa informasi mengenai tips saat kamu hendak mengunjungi Kawah Putih Ciwidey ini, antara lain:

  • Berangkat pagi-pagi sekali untuk menghindari macet, apalagi saat hari libur. Hal ini juga untuk mengantisipasi jarak tempuh yang jauh dari Kota Bandung yang banyak memakan waktu dikarenakan kawasan Kawah Putih Ciwidey memiliki jam operasional mulai jam 07:00 WIB – 17:00 WIB saja.
  • Siapkan pakaian hangat dan juga payung karena pada siang hari kawasan ini selalu ditutupi oleh kabut yang tebal dan bahkan sering diguyur hujan. Jangan lupa juga membawa masker untuk melindungi pernapasan dari bau belerang yang sangat menyengat dari kawah.
  • Pakailah sepatu yang sangat nyaman dan mudah digunakan. Serta waspada akan barang-barang agar tidak hilang. Selain itu, membawa banyak barang juga akan membuat kamu mengeluarkan banyak energi dan mudah lelah.

Itulah beberapa fakta dan informasi seputar berlibur ke Kawah Putih. Jika ada waktu senggang, menghabiskan waktu bersama teman, kekasih, atau bahkan keluarga untuk berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey bukanlah pilihan yang buruk. Kamu bisa menikmati banyak waktumu dengan banyak kebahagiaan dan tidak akan sia-sia. Dan untuk mendapatkan segala keperluan untuk liburan kamu bisa awali dengan ShopBack untuk mendapatkan harga terbaik. Selamat berlibur!