Kawah Ijen terkenal akan fenomena api biru atau blue fire yang begitu memukau. Bahkan fenomena satu ini termasuk langka di dunia, lho. Selain di Kawah Ijen, fenomena blue fire cuma bisa kamu temukan di Islandia. Pantas saja banyak orang berbondong-bondong datang ke Kawah Ijen, baik untuk liburan maupun para ahli geologi yang datang untuk melakukan penelitian.

Namun, mengingat medan yang cukup menantang, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu tahu sebelum liburan ke Kawah Ijen. Bukan cuma soal akomodasi seperti transportasi dan penginapan, tapi persiapan lain yang tidak kalah penting. Cari tahu di bawah ini ya, ShopBackers!

Waktu terbaik ke Kawah Ijen

Sebetulnya kamu bisa mengunjungi Kawah Ijen kapan pun kamu mau. Tapi, sudah jauh-jauh datang ke Kawah Ijen, tentu sayang banget kan kalau tidak menyaksikan fenomena blue fire yang ikonik itu?

Nah, salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Ijen adalah pada bulan Desember hingga Januari. Menjelang akhir Desember, biasanya kabut yang menyelimuti Kawah Ijen akan cenderung menipis. Kamu pun bisa menikmati pemandangan Kawah Ijen dan blue fire tanpa tertutup kabut tebal. Namun, kamu perlu persiapan ekstra karena tanah di Kawah Ijen kemungkinan akan basah akibat hujan.

Waktu lain yang juga pas untuk mengunjungi Kawah Ijen adalah antara bulan Juli sampai September. Ketika musim panas, kondisi tanah di Kawah Ijen cenderung kering. Medannya tidak seberat ketika musim hujan sehingga kamu bisa mendaki ke Kawah Ijen dengan lebih cepat.

Mendaki saat malam hari

Kalau kondisi memungkinkan, sebaiknya kunjungi Kawah Ijen saat malam hari, ya. Alasannya tentu agar kamu bisa menikmati fenomena blue fire yang fenomenal itu. Berangkatlah pada pukul sepuluh malam. Pendakian biasanya memakan waktu tiga sampai empat jam, jadi kamu bisa sampai di puncak Kawah Ijen sekitar pukul dua atau tiga pagi.

Setelah selesai menikmati blue fire, jangan langsung turun dulu, ya. Tunggu dulu sebentar untuk menyaksikan pemandangan sunrise yang terlihat begitu cantik dan eksotis. Jangan lupa bawa kamera buat mengabadikan momen keren tersebut!

Jalur pendakian yang cukup menanjak

Agar bisa menikmati keindahan pemandangan di puncak Kawah Ijen, kamu harus melakukan pendakian dulu dari gerbang utama. Jarak perjalanan dari gerbang menuju puncak adalah sekitar 3 km. Sepanjang 1 km pertama, medan jalannya cenderung datar. Tapi memasuki kilometer kedua dan seterusnya, bersiap-siaplah menemui jalanan yang cukup menanjak dan berkelok-kelok.

Oleh sebab itu, lakukan persiapan yang matang sebelum mendaki ke puncak Kawah Ijen. Usahakan untuk rutin berolahraga sebelum berangkat agar fisik kamu fit. Lalu, jangan membawa barang terlalu banyak biar kamu tidak merasa keberatan saat mendaki. Pastikan juga kamu memakai sepatu dengan alas yang tidak licin, ya!

Suhu dingin yang cukup ekstrem

Wajib hukumnya untuk mengenakan baju hangat saat kamu mendaki ke Kawah Ijen. Suhu di sini memang cukup ekstrem, ShopBackers. Apalagi kalau kamu berkunjung ke Kawah Ijen saat bulan Mei hingga September, suhunya bisa mendekati 5 derajat Celcius!

Jadi, buat yang kurang tahan dengan suhu dingin, pastikan kamu mengenakan pakaian yang bisa menghangatkan badan. Misalnya sweater, jaket, dan hoodie. Kalau perlu, kamu juga bisa memakai scarf dan sarung tangan.

Lindungi diri dari gas belerang

Kawah Ijen masih berada di kawasan Gunung Ijen, salah satu gunung api aktif di Jawa Timur. Itulah kenapa Kawah Ijen memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi. Bahkan terkadang Kawah Ijen terpaksa harus ditutup karena kandungan belerang yang terlalu tinggi bisa berbahaya bagi pengunjung. Kalau kamu terlalu lama terpapar gas belerang, bibir kamu bakal terasa pahit dan lama-lama pernapasan pun terganggu.

Itulah kenapa kamu wajib menggunakan masker yang dilengkapi penyaring udara saat berkunjung ke Gunung Ijen. Tenang saja, kamu tidak harus membeli atau membawanya dari rumah, kok. Kamu bisa menyewa masker tersebut di pos. Buat yang ke Kawah Ijen dengan pemandu wisata, biasanya pemandu akan menyediakannya untuk kamu.

Peralatan yang dibutuhkan

Selain masker untuk melindungi diri dari paparan gas belerang, masih ada sejumlah peralatan lain yang perlu kamu siapkan. Buat yang mendaki Kawah Ijen saat malam hari, jangan lupa membawa senter karena jalanan sangat gelap. Lalu, kalau kamu belum terbiasa melakukan pendakian, bisa juga membawa trekking pool. Alat ini bisa berfungsi sebagai pegangan sekaligus penunjang berat badan saat kamu mendaki ke puncak Kawah Ijen.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah snack. Di kawasan puncak Kawah Ijen tidak ada warung apalagi restoran. Nah, agar kamu tidak kelaparan di tengah jalan atau pendakian, kamu bisa membawa snack untuk mengganjal perut. Bisa berupa roti atau biskuit yang praktis buat dimakan di jalan.

Jangan bingung mencari peralatan-peralatan tersebut. Kamu bisa mendapatkannya lewat promo 11.11 ShopBack. Ada banyak penawaran seru dari berbagai e-Commerce yang tentunya menguntungkan. Buat kamu yang belum tau, ShopBack adalah aplikasi yang digunakan sebelum kamu melakukan pembelanjaan/pemesanan di e-commerce. Hanya dengan membuka ShopBack sebelum berbelanja online, kamu akan mendapatkan cashback tambahan on top of promo dari ecommerce favoritmu. Jadi, kalau mau belanja online, cari tiket murah, atau cari promo menarik, awali dengan ShopBack biar kamu bisa dapat berbagai promo menarik!

Di puncak tidak ada toilet

Sebelum melakukan perjalanan ke puncak Kawah Ijen, sebaiknya kamu buang air dulu di toilet umum. Di kawasan puncak memang tidak disediakan toilet umum. Repot juga kalau misalnya kamu mendadak ingin buang air. Bukannya menikmati keindahan Kawah Ijen, kamu justru bingung menahan keinginan buang air atau repot mencari tempat untuk buang air.

Makanya, untuk mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya kalau kamu buang air dulu sebelum melakukan perjalanan ke puncak. Semua demi kenyamanan kamu selama di Kawah Ijen!

Harga tiket masuk

Sebelum masuk ke kawasan Kawah Ijen, kamu harus terlebih dulu membeli tiket masuk. Tenang saja, ShopBackers, harga tiket masuknya sangat terjangkau, kok! Untuk hari biasa atau weekdays, harga tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp5.000. Sedangkan, wisatawan mancanegara harus membayar Rp100.000.

Harga tiket masuk saat weekend berbeda lagi, nih. Wisatawan lokal harus menyiapkan uang sebesar Rp7.500. Sementara itu, tiket masuk untuk wisatawan mancanegara dibanderol dengan harga Rp150.000.

Berlibur ke Kawah Ijen akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan, apalagi kalau kamu berhasil menyaksikan fenomena blue fire. Sebelum berangkat, perhatikan hal-hal penting di atas agar perjalanan kamu berlangsung nyaman dan lancar. Selamat menikmati keindahan Kawah Ijen, ShopBackers!