Dewasa ini minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi tampak semakin tinggi. Baik itu berinvestasi di produk reksadana, saham, emas, maupun pada platform fintech Peer to Peer (P2P) lending. Adapun salah satu faktor yang memungkinkan kondisi ini terjadi ialah karena adanya kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses produk-produk investasi tersebut.

Pada produk investasi reksadana, misalnya, masyarakat kini sudah bisa melakukan seluruh transaksi investasi mereka secara online. Mulai dari pembelian, penjualan, hingga transaksi switching untuk mengalihkan investasi pada jenis reksadana tertentu ke jenis reksadana yang lainnya.

Bahkan dari segi persyaratan minimum modal untuk berinvestasi pun kini sudah dibuat seminimal mungkin lho. Jika dulu untuk berinvestasi reksadana kita membutuhkan modal minimal Rp1 Jt atau Rp5 Jt, sekarang sudah dikurangi menjadi Rp100 ribu hingga Rp10 ribu saja.

Meski terbilang serba mudah, dalam berinvestasi online sebaiknya kita tetap harus selalu waspada dan hati-hati. Pasalnya, di era yang serba digital seperti sekarang ini, tindakan kriminal juga berubah wujud menjadi semakin canggih. Contohnya, seperti penipuan investasi online, phishing, hingga aksi pencurian data pribadi menggunakan modus kuis, lomba, dan investasi.

Nah, untuk memastikan agar kamu tidak menjadi salah satu korban dari tindakan cyber crime tersebut, berikut Shopback berikan kamu 7 tips aman untuk investasi reksadana online yang wajib kamu ketahui. Yuk disimak!

1. Pelajari prosedur dan cara kerja investasi reksadana online

reksadana
Image: Unsplash/M.B.M

Sebelum mulai berinvestasi, alangkah baiknya jika kamu mempelajari terlebih dahulu tentang bagaimana prosedur dan cara kerja dari investasi reksadana online.

Hal ini dilakukan agar kamu tidak mudah tertipu dengan iming-iming investasi hasil tinggi yang ternyata bodong. Selain itu, dengan kamu mempelajari cara kerja, prosedur, hingga aturan yang berlaku dalam jenis investasi reksadana online, kamu pasti akan menjadi lebih mudah untuk membedakan mana Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang real dan mana yang palsu.

Untuk agen penjual investasi reksadana berbasis online yang asli pastinya ialah agen yang sudah mendapatkan izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, APERD yang asli juga tidak akan pernah meminta dana investasi nasabah untuk ditransfer langsung ke rekening perusahaan agen tersebut, karena harus melalui perantara bank kustodian terlebih dulu.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 25 ayat 1 menyebutkan bahwa “Semua kekayaan Reksa Dana wajib disimpan pada Bank Kustodian.”

Adapun pengertian dan fungsi dari bank kustodian dijelaksan juga pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24/POJK.04/2017 Tahun 2017 Pasal 1 ayat 3 dan Pasal 1 ayat 1, yang masing-masing berbunyi:

Pasal 1 ayat 3: “Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian.”

Pasal 1 ayat 1: “Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.”

Nah, dengan demikian, segala macam bentuk investasi reksadana yang melanggar syarat & peraturan di atas ialah bisa disebut sebagai investasi bodong alias penipuan. Oleh karena itu, guys, kamu pun dianjurkan untuk mempelajari tentang seluk beluk investasi reksadana sebelum mulai berinvestasi.

Mereka yang sudah belajar saja kadangkala masih ada yang ketipu, apalagi yang tidak paham. Betul tidak?

Baca juga: 5 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula, Yuk Praktikkan !

2. Gunakanlah kata sandi yang sulit ditebak tetapi mudah untuk untuk Diingat

tips membuat password aman
Image: Quest Password

Ketika kamu hendak membuat akun di salah satu platform investasi reksadana online, kamu pasti akan dimintai untuk membuat password.

Nah, dalam membuat password atau kata sandi akun kamu, sebaiknya gunakanlah kata sandi  yang berupa kombinasi dari angka, huruf, dan simbol. Misalnya seperti “$$passwordsaya357” atau “$password357saya$”, atau lain-lain sesuai dengan keinginan kamu, asalkan mudah untuk diingat.

Hindari membuat password yang berupa nama alias kamu, nama daerah/kota tempat kamu tinggal/lahir, tanggal lahir kamu, atau kombinasi dari ketiganya.

3. Berhati-hatilah dalam memasukkan data pribadi Kamu

cara beli reksadana online
Image: Tokopedia

Di dalam industri keuangan, praktek jual beli data pribadi seseorang adalah hal yang lumrah sering terjadi. Terutama di sektor jasa perbankan, perusahaan asuransi, pembiayaan (finance), hingga perusahaan properti yang juga membutuhkan data pribadi masyarakat untuk ditawarkan produk rumah atau apartemen mereka.

Nah, di dalam industri pengelolaan investasi seperti reksadana, praktek jual beli data pun tidak luput terjadi. Maka dari itu, kamu sebagai calon investor reksadana pun dituntut untuk berhati-hati dalam memilih perusahaan agen penjual reksadana online sebelum berinvestasi.

Salah satu tips yang bisa kamu lakukan ialah dengan membaca laman kebijakan privasi yang tertulis pada situs agen penjual reksadana tersebut. Lihat apakah di situ tertulis kebijakan untuk melindungi data pribadi nasabah dengan tidak menyebarkan dan/atau menjualnya kepada pihak-pihak tertentu.

Selain itu, pastikan juga apakah agen penjual reksadana online tersebut sudah terdaftar di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ingatlah, bahwa privasi merupakan hak setiap individu yang dijamin oleh Undang-Undang, termasuk itu kamu. Jadi, jangan biarkan pihak lain menyebarkan data pribadi kamu dengan sembarangan tanpa persetujuan terlebih dulu.

4. Hindari menggunakan komputer & wifi umum untuk melakukan transaksi reksadana secara online

wifi
Image: Unsplash/Austin Diesel

Ketika kamu ingin melakukan transaksi, misalnya transaksi pembelian reksadana, maka janganlah menggunakan fasilitas komputer umum untuk melakukannya. Seperti fasilitas komputer yang berada di warnet, bandara, kampus, dan lain-lain.

Hal ini sangat dianjurkan agar kamu terhindar dari upaya kejahatan yang mungkin saja dilakukan oleh para oknum, seperti melacak riwayat browsing kamu, mencuri informasi username dan password kamu pada situs tertentu, dan lain-lain.

Hal yang sama juga berlaku untuk wifi umum. Sebaiknya hindari masuk ke akun platform investasi reksadana online kamu dengan menggunakan wifi publik. Karena itu sangat beresiko.

5. Pastikan situs tempat kamu melakukan investasi reksadana online itu aman dan terpercaya

reksanda online
Image: Tokopedia

Salah satu tips yang juga perlu kamu lakukan ketika hendak berinvestasi reksadana secara online ialah memperhatikan tingkat keamanan dari situs tempat kamu berinvestasi. Atau yang dalam hal ini merupakan situs dari si pihak agen penjual reksadana tersebut.

Adapun untuk caranya ialah bisa dilakukan dengan memperhatikan apakah ada simbol lock atau gembok yang terdapat pada sebelah kiri dari domain situs tersebut. Contoh, jika alamat domain situsnya adalah “belireksadana.com”, simbol lock atau gembok akan berada tepat sebelum kata domain tersebut. Sehingga kurang lebih contohnya akan menjadi seperti ini “(simbol) https://belireksadana.com”.

Lho kok bisa ada tambahan “https://” di sebelahnya? Well, https sejatinya merupakan penanda bahwa situs tersebut memang aman. HTTPS sendiri memiliki kepanjangan Hypertext Transfer Protocol Secure, dimana secure dalam bahasa Indonesia berarti aman.

Nah, apabila website/situs sudah memiliki https, maka situs tersebut juga secara otomatis akan memperoleh simbol lock atau gembok di sebelah kirinya.

Selain itu, untuk menandakan apakah situs tempat kamu berinvestasi reksadana online itu aman atau terpercaya juga bisa kamu lihat dari desain dan tampilan situs tersebut. Jika tampilannya terkesan acak-acakan dan tidak jelas, maka kamu wajib berhati-hati. Hal yang sama juga berlaku di saat kamu menemukan situs tanpa simbol gembok di sebelah kiri alamat domainnya.

6. Jangan pernah memberitahukan informasi username/password/PIN kamu kepada siapapun

tips membuat password aman
Image: Pinterest

Sekalipun itu kepada pacar, anggota keluarga kamu, bahkan hingga orang yang mengaku sebagai karyawan dari platform investasi reksadana online tersebut. Hal ini semata-mata untuk mencegah agar akun dan dana investasi reksadana yang terdapat pada akun tersebut tidak disalahgunakan.

7. Perhatikan keamanan dari perangkat kamu dan gunakanlah anti-virus

Image: NDTV Gadgets

Tips aman berinvestasi reksadana online yang terakhir ialah dengan selalu memperhatikan keamanan dari perangkat yang kamu gunakan. Jika kamu sering menggunakan komputer untuk bertransaksi, maka sebaiknya gunakanlah anti-virus yang terbaru pada komputer tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk memasang firewall dan menggunakan browser internet yang aman seperti Chrome.

Hal yang serupa juga berlaku untuk kamu yang sering bertransaksi menggunakan perangkat handphone, terutama untuk handphone dengan OS Android.

“Suka belanja online? Yuk belanja lewat ShopBack dan dapatkan cashback dan nikmati juga promo eksklusif, ya! Klik di sini untuk mendapatkan promonya”

Featured image: Unsplash/Austin Diesel