Berbicara tentang Presiden ke-4 RI ini memang tak pernah ada habisnya, beliau seolah selalu membuat siapa saja yang mengenal merasa kagum bahkan rindu dengan kelakuannya. Dialah KH. Abdurrahman Wahid yang secara jasad memang sudah tak lagi bersama kita. Namun, jasa-jasanya tetap hidup serta tumbuh subur dalam sanubari bak tunas dimusim semi.

Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur memang tokoh yang luar biasa. Dalam sosoknya melekat banyak ikon: pejuang demokrasi, pembela kaum marjinal, pluralis, kontroversi dan tentu saja humoris. Banyak orang mengenang Gus Dur dengan berbagai cara.

Baru beberapa hari wafat, para politisi berusaha mengenangnya dengan usulan gelar pahlawan nasional. Para jurnalis televisi tentu memutar kembali tayangan-tayangan dialog-dialog dan wawancara bersamanya, para pengikutnya termasuk masyarakat terutama kaum santri mengambil tindakan dengan berdoa serta isak tangis disisi makamnya. Para cendikiawan dan penulis lebih suka mengabadikannya dengan cara dibuat tulisan baik dimuat di media cetak ataupun dibuat buku, serta masih banyak lagi.

Sosok Gus Dur yang humoris lebih enak dikenal dibanding dengan kontroversinya yang oleh sebagian orang dianggap mengganggu bahkan nagatif. Memisahkan Gus Dur dengan sifat dan humornya seolah mencoba memisahkan rasa manis dari gula yang kita semua tahu hal itu sangat sulit bahkan tidak mungkin. Humor juga bisa dikatakan sesuatu yang sangat digemari masyarakat karena dapat membuat orang merasa senang, tapi lantaran kelucuan Gus Dur memang berbobot, benar-benar lain dari humor biasa. Humornya tak sekedar kocak dan lucu tapi juga cerdas dan bermutu.

Spesial Buat Kamu!

Segala hal yang berkaitan dengan lelucon, bagi Gus Dur seolah sudah terekam dalam kode genetisnya. Tentu saja ia juga mahir mengubah humor impor dengan memberi bingkai konteks Indonesia. Program Pribumisasi Islam yang ia upayakan dengan gigih mungkin kurang berhasil, tapi dalam soal pribumisasi humor asing ia jauh lebih sukses.

Kegemaran berlelucon ini justru terlihat menjadi-jadi setelah ia menjabat presiden. Ini terlihat sejak pidato pertamanya ketika ia berkata harus segera mengakhiri pidatonya, sebab “makin banyak saya bicara, makin banyak yang harus saya pertanggungjawaban nanti.”

Kalau saja urusan perhumoran dibuatkan kepangkatan seperti TNI misalnya, Gus Dur pasti sudah lama mencapai pangkat Jenderal bintang empat. Kalau dibuat jenjang jabatan kenegaraan pasti juga sudah jadi Presiden. Maka, jangan pandang remeh humor, terutama humor Gus Dur.

Tak ada yang pasti berapakah jumlah ketebalan buku jika semua humor Gus Dur dibukukan, berapa keping kaset vcd juga yang dibuat untuk humornya. Dari sekian banyak tersebut sedikitnya ada beberapa yang saya tulis, berikut adalah 3 humor Gus Dur yang dikenal baik.

Humor Gus Dur Soal “Kebesaran” PM Churchill

fakta gus dur
Image: http://santrigusdur.com/

Gus Dur juga pernah membuat Presiden Amerika Bill Clinton tertawa tebahak-bahak, dikarenakan Gus Dur pernah melontarkan cerita tentang PM Inggris Winston Churchill dan pemimpin oposisi Clement Atlee.

Atlee itu tokoh Sosialis Internasional sera terkenal gigih memperjuangkan nasionalisme industri dan perusahaan-perusahaan besar di Inggris. “Suatu hari”, tutur Gus Dur, “Seusai sidang parlemen PM Churchill pergi ke toilet untuk buang air kecil. Atlee pun masuk ke toilet yang sama, maka bertemulah keduanya disana.”

Sambil kencing, dengan wajah cemberut Churchill bilang ke Atlee: “Jangan lihat-lihat ya! Kamu kan sukanya menasionalisasikan yang besar-besar”.

Hanyutnya Presiden Suharto

guyonan gus dur
Image: http://santrigusdur.com/

Jika tokoh sosialis internasional dan PM Inggris saja mendapat sentilan dari Gus Dur maka orang yang kerap kali disebut sebagai bapak pembangunan di Indonesia pun mendapat sentilan pula. Ya, dialah Presiden Suharto. Begini ceritanya.

Suatu hari, Pak Harto mancing di sebuah sungai. Saking asyiknya Pak Harto tidak sadar bahwa air itu meluap dan terjadilah banjir yang besar. Pak Harto hanyut terbawa arus deras, selama hanyut itu Pak Harto ternyata tidak sadarkan diri dan saat sadar ternyata ia ditolong oleh seseorang dan berada sangat jauh dari tempat ia semula memancing. Merasa berutang budi pada seseorang tersebut Pak Harto sangat berterimakasih sambil berkata pada si penolong. “Kamu tahu nggak saya ini siapa?” tanya pak Harto.

“Tidak” jawab si penolong.

“Saya ini Suharto, Presiden Republik Indonesia. Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja kepada saya. Katakan apa saja pasti akan saya penuhi permintaanmu”. “Katakan saja apa permintaanmu” tambahnya lagi.

“Saya cuma minta, tolong jangan bilang siapa-siapa bahwa saya yang menolong bapa?”

tahukah kamu?

Mundur? Maju aja susah!

fakta gus dur
Image: http://www.nu.or.id/

Beberapa pekan menjabat presiden, ia didemonstrasi oleh sekelompok orang. Demonstran itu berhasil mencapai halaman istana, dan segera mengacungkan poster-poster tuntutan.

Mendengar ribut-ribut, Gus Dur segera keluar dan ingin menemui oara demonstran tersebut secara langsung. Beliau bahkan ingin turun dari tangga gedung istana hingga rumput agar bisa bertatap muka langsung dengan demonstran  tetapi pasukan pengawal buru-buru mencegahnya.

Gus Dur sempat mendengar sebagian tuntutan mereka dan yang paling lantang diteriakan adalah teriakan memintanya agar mundur dari jabatan presiden. “Presiden Gus Dur mundur saja! Mundur!”

“Mundur?” jawab Gus Dur, “Sampeyan ini bagaimana, wong saya maju aja susah, harus dituntun. Kok disuruh mundur!”

Sangat menarik bukan?, tentunya kita bisa menilai bahwa memang homur yang dikeluarkan Gus Dur bukan hanya sebatas lelucon. Tapi jika kita memahami artinya juga terkandung makna yang luarbiasa. Jasanya untuk bangsa ini yang tak kalah penting adalah beliau mampu mempersatukan bangsa Indonesia serta kemajemukannya dengan meyakini bahwa perbedaan adalah berkah. Sebagai kaum muda mari kita lanjutkan perjuanganpara pendahulu kita, terutama Gus Dur.

Featured image: http://nasional.kompas.com/

Editor: Nimas Arini

Join Sekarang di Komunitas ShopBack!

Barang-Barang Serba Lima Ribu!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

 

 

Facebook Comments