Siapa yang tidak mengenal Dee Lestari?  Seorang penyanyi dan sekaligus penulis buku. Sebanyak 12 karya buku telah ia ciptakan dan kesemuanya laris dipasaran. Buku terakhir yang ia cetak menuai pujian dari seluruh peggemar adalah “Supernova” dan baru-baru ini, Dee Lestari telah berhasil mencetak buku kembali dengan judul “Aroma Karsa”.

Buku itu telah membuat ribuan penggemar Dee Lestari penasaran dan tak sabar menantinya di pasaran. Sejak pertengan Desember lalu Dee Lestari telah aktif membeberkan tentang buku barunya itu di akun Instagram pribadinya. Mulai dari video sampai dengan cerita pendek tentang buku yang baru-baru ini dirilisnya itu. Tak ayal sebanyak 10 ribu eksamplar buku  Aroma Karsa telah laku terjual via online sejak open pre order awal Maret kemarin.

Sama halnya dengan buku-buku sebelumnya karya Dee Lestari, Aroma Karsa juga  merupakan perpaduan antara imajnasi  dan kenyataan.  Sejak tahun lalu, Dee sudah melakukan riset besar-besaran untuk karya terbarunya yang berjudul Aroma Karsa ini. Dari hasil riset tersebut Dee Lestari kemudian menciptakan sebuah semesta baru dengan tokoh utama Jati Wesi Si Hidung Tikus.

Beberapa setting yang digunakan dalam Aroma Karsa adalah hal-hal nyata. Seperti dunia paralel, cerita ini menyajikan fakta dan campuran imajinasi Dee.  Rangkaian kata yang sederhana , ringan dan mudah dimengerti bagi yang membacanya menjadi nilai plus dari semua karya Dee Lestari. Tapi tak banyak yang tau ternyata buku Aroma Karsa ini memiliki hal menarik, apa saja yuk baca selengkapnya

1. Bercerita tentang aroma

Image: Grid.ID

Berbeda dari novel-novelnya yang lain, Aroma Karsa bercerita tentang indra penciuman, yang sebenarnya merupakan ketertarikan Dee sejak kecil. Menurut Dee, alasannya karena indra penciuman adalah indra pertama yang terbentuk di janin serta yang paling kuat memicu memori dan emosi, sekaligus yang paling sedikit dipahami. Tak hanya itu dengan membaca novel ini, kamu akan dibawa ke berbagai tempat, mulai dari Bantar Gebang di Bekasi hingga Grasse di Perancis.

Dalam buku ini juga diceritakan tentang air lindi. Air lindi adalah air yang dihasilkan dari reaksi sampah dan air hujan.  Air lindih ini berwarna coklat, berbuih dan berasap dan banyak ditemukan pada tumpukan sampah seperti TPA. Seperti reaksi kimia lainnya air lindi merupakan senyawa organik  (Hidrokarbon, Asam Humat, Sulfat, Tanat dan Galat) dan anorganik (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Khlor, Sulfat, Fosfat, Fenol, Nitrogen dan senyawa logam berat) yang tinggi.  Pencampuran senyawa inilah yang kemudian menghasilkan air yang disebut dengan air lindi dan memiliki bau yang khas.

2. Riset  selama 9 bulan

Image: Bentang Pustaka

Sebelum merilis buku “Aroma Karsa” Dee Lestari melakukan riset besar besaran.  Mulai dari membaca buku yang bertopik aroma sebagai bahan pustakanya dalam menulis buku sampai dengan mengunjungi tempat yang memiliki bau yang khas. Seperti yang diketahui semua buku karya Dee Lestari, memang berpatokan pada riset sebelum memulai menulis buku. Perpaduan antara imajinasi Dee dan fakta dunia nyata.

Aroma Karsa juga membawa Dee bertemu banyak orang dan tempat menarik. Ia bahkan mengunjungi TPA Bantar Gebang hingga ke pabrik Mustika Ratu sebagai bagian dari risetnya. Untuk risetnya sendiri sudah Dee lakukan sejak tahun 2016.

3. Cetak dan digital

Berbeda dengan novel sebelumnya, Dee memberikan sentuhan baru pada proses pencetakan pada buku Aroma Karsa. Dee menggandeng dua penerbit untuk mencetak bukunya ini yaitu bookslifeco yang akan menerbitkannya dalam versi digital dan penerbit Bentang Pustaka dalam versi cetak. Seperti yang ditulis Dee Lestari di akun Instagram-nya.

“Kolaborasi dua penerbit untuk mengantarkan #AromaKarsa bagi kalian semua. Yes, @bookslifeco akan menerbitkan #AromaKarsa digital yang bakal hadir tidak lama lagi, disusul oleh @bentangpustaka yang akan menghadirkan #AromaKarsa cetak. Bersama, kami akan menghadirkan pengalaman membaca yang lain daripada yang lain. Wait for it! It’s gonna be SOON, my dear readers! #BookslifeApps #EventDee #Addeection,” tulis Dewi.

Bookslife memasarkan produk dalam konsep part sejak pertengan Januari 2018 lalu. Setiap bagian terdiri dari maksimal 50 halaman buku. Konsep part ini juga bisa memudahkan penulis yang memiliki karya pendek, atau yang karyanya belum sepenuhnya selesai. Apalagi buku Aroma Karsa dapat dinikmati versi digitalnya setiap senin dan kamis. Sedangkan versi cetaknya pun telah dipasarkan sejak awal Maret 2018, dan telah laku sebanyak kurang lebih 10 ribu pre order.

Baca juga: Yuk, Kenali 5 Penulis Novel Terkenal dari Indonesia

4. Dilengkapi dengan ilustrasi

Image: www.mizanstore.com

Tak hanya penerbit Dee Lestari jga memberikan sentuhan baru pada buku Aroma Karsa dengan menghadirkan gambar ilustrati. Dee bekerjasama dengan ilustrator bernama Hezky Kurniawan untuk novel terbarunya ini. Melengkapi bukunya dengan ilustrasi memang sudah menjadi bagian dari cita-cita Dee sejak lama dan akhirnya buku Aroma Karsa dapat mewujudkannya.

“Kalau ingin menikmati Aroma Karsa versi digital jangan sampai kamu kehabisan paket data ya. Yuk langsung saja beli pulsa dan paket data termurah di Pulsa Murah by Tokopedia lewat ShopBack, dapatkan cashback sampai dengan 2%.

Klik di sini!”

Featured image: Detik Hot