Sulitnya melakukan klaim merupakan salah satu kendala yang sering dikeluhkan oleh para pemegang polis asuransi kesehatan. Di samping karena tidak memenuhi persyaratan pertanggungan, biasanya kendala tersebut juga disebabkan oleh tidak pahamnya pemegang polis terhadap prosedur dan tata cara klaim asuransi kesehatan yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang tertulis di polis asuransi mereka.

Oleh karenanya, untuk menghindari hal tersebut, berikut ini ShopBack jelaskan tentang cara klaim asuransi kesehatan yang benar. Ditambah dengan sejumlah tips agar klaim asuransi kamu tidak ditolak.

Penasaran? Yuk disimak!

Cara klaim asuransi kesehatan untuk 2 tipe perawatan

Selain menanggung biaya rumah sakit dan operasi, biasanya asuransi kesehatan juga meliputi pertanggungan biaya perawatan, baik itu rawat inap maupun rawat jalan.

Nah, jika kamu ingin mendapatkan klaim asuransi untuk dua macam tipe perawatan tersebut, berikut ini tata cara prosedur melakukan klaim yang benar:

Rawat Inap

Pertama, untuk jenis pertanggungan rawat inap, setidaknya ada 5 langkah cara klaim asuransi kesehatan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1.    Penuhi seluruh syarat melakukan klaim terlebih dahulu

Salah satu syarat untuk melakukan klaim asuransi kesehatan adalah premi yang masih aktif. Artinya, kamu tidak bisa melakukan klaim jika premi kamu sedang dalam keadaan yang tidak  aktif. Selanjutnya, kamu juga harus memastikan bahwa kamu telah melunasi seluruh cicilan premi sebelum melakukan klaim.

Di samping itu, kamu juga harus memastikan bahwa polis asuransi kamu sedang tidak dalam keadaan masa tenggang atau memiliki pengecualian pertanggungan terhadap jenis penyakit atau metode perawatan tertentu. Jika polis kamu sudah tidak pernah dibayar hingga dinyatakan lapse, maka itu justru lebih memperburuk situasi kamu saat melakukan klaim.

Adapun untuk pengecualian pertanggungan, berikut ini beberapa contoh pengecualian yang biasanya tercantum dalam polis asuransi kesehatan.

  1. Untuk penyakit yang bersifat kritis seperti jantung koroner dan 34 penyakit kritis lainnya, baru bisa untuk diklaim asuransi kesehatannya minimal setelah 6 bulan membayar premi.
  2. Untuk penyakit yang memang sudah ada sebelumnya, baik yang kamu ketahui atau tidak maka perusahaan asuransi tidak akan menanggungnya. Misalnya untuk penyakit penyakit bawaan lahir.
  3. Biaya perawatan tidak boleh melebihi plafon asuransi. Jadi, jika kamu menggunakan biaya rawat lebih dari yang ditetapkan maka kamu harus membayar sendiri untuk kekurangannya.

Nah, sebagai pemegang polis asuransi kesehatan, kamu wajib banget nih untuk membaca seluruh poin-poin pengecualian yang terdapat pada polis asuransi kesehatan kamu agar tidak kaget ketika, misalnya, klaim asuransi kesehatan kamu ditolak.

2.    Segera hubungi pihak asuransi

Setelah yakin bahwa kamu telah memenuhi seluruh persyaratan klaim, maka langkah berikutnya adalah menghubungi pihak asuransi. Hal ini pun harus kamu lakukan dengan segera sebelum kamu rawat inap di rumah sakit atau selambat-lambatnya 2×24 jam setelah kamu dirawat inap. Untuk menghubungi pihak asuransi, disarankan kamu untuk langsung menghubungi nomor sang agen yang menjual asuransi kesehatan tersebut ke kamu.

Baca juga: Top 10 Perusahaan Asuransi Terbesar di Dunia Berdasarkan Nilai Kapitalisasi Pasar

3.   Jangan lupa untuk menyertakan dokumen pendukung

Ketika menghubungi pihak agen asuransi, jangan lupa untuk menyertakan dokumen-dokumen pendukung agar klaim asuransi kesehatan kamu bisa segera diproses. Adapun beberapa dokumen yang harus kamu siapkan adalah, nama lengkap (sesuai dengan yang tercantum di KTP dan polis asuransi), tanggal lahir, nomor telepon/hp, nomor polis, gejala penyakit, kondisi kesehatan kamu, hingga nama rumah sakit atau dokter yang ingin kamu tuju beserta surat rujukan dari dokter tersebut.

Setelah kamu memberikan data tersebut, sang agen nantinya akan langsung memproses klaim asuransi kesehatan kamu ke perusahaan.

4.    Pilih rumah sakit

rumah sakit
Image: Unsplash/Martha Dominguez de Gouveia

Cara klaim asuransi kesehatan berikutnya adalah memilih rumah sakit. Meski cara ini sebetulnya adalah opsional, namun jika kamu memilih rumah sakit yang masuk ke dalam daftar rekanan (provider) pihak asuransi, maka kamu akan dibebaskan dari biaya jaminan perawatan. Atau dengan kata lain kamu tidak perlu mengeluarkan uang jaminan lagi. Lebih simple bukan?

Tapi ingat, berhubung daftar rumah sakit rekanan ini sering berubah-ubah, maka ada baiknya jika kamu memeriksa daftarnya terlebih dahulu sebelum langsung memilih rumah sakit tertentu, sekalipun dulunya itu adalah bagian dari rumah sakit rekanan.

5.    Tunjukkan kartu asuransi kamu ke pihak rumah sakit

Jika semua cara klaim asuransi kesehatan di atas sudah kamu lakukan, maka selanjutnya kamu cukup menunjukkan kartu asuransi atau identitas polis kamu ke pihak rumah sakit saja. Setelah itu, biarkan pihak rumah sakit yang akan mengurus seluruh administrasinya. Jika tidak ada kendala, maka biaya perawatan kamu selama di rumah sakit tersebut akan ditanggung seluruhnya oleh pihak asuransi, selama tidak melebihi plafon asuransi yang bisa kamu peroleh.

Adapun jika biaya perawatannya melebihi dari plafon yang diberikan oleh pihak asuransi, maka kamu wajib untuk membayar selisih kelebihan biaya tersebut ke pihak rumah sakit. Dan ingat, bahwa seluruh selisih biaya tersebut juga harus kamu bayarkan sebelum kamu meninggalkan rumah sakit.

Rawat Jalan

Kedua, untuk jenis pertanggungan rawat jalan, setidaknya ada 3 langkah cara klaim asuransi kesehatan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1.    Mengisi formulir klaim asuransi kesehatan

Isilah formulir klaim asuransi dengan lengkap dan benar. Selain itu, pastikan juga kamu mengisi data pribadi yang sesuai dengan kartu identitas penduduk.

2.    Lengkapi dokumen persyaratan klaim seperti:

  1. Rincian biaya pengobatan dari dokter yang menangani kamu
  2. Laporan yang lengkap dari dokter
  3. Total biaya obat-obatan dan jasa kesehatan yang sudah kamu bayar (untuk reimbursement)
  4. Bukti pembayaran biaya perawatan beserta tanda terima asli

3.    Pengajuan klaim

Setelah melewati dua langkah diatas, maka langkah berikutnya adalah mengajukan klaim. Nah, agar pengajuan klaim asuransi kamu diterima, sebaiknya ajukanlah klaim tersebut se-segera mungkin. Hal ini supaya klaim kamu masih bisa diterima dan tidak dianggap kadaluwarsa oleh pihak perusahaan.

Tips agar klaim asuransi kesehatan kamu tidak ditolak

Sekadar tambahan, berikut ShopBack berikan 3 tips agar proses klaim asuransi kesehatan kamu tidak ditolak.

1. Bayarlah premi asuransi secara rutin

Sebelum mendaftar di suatu program asuransi, ada baiknya jika kamu melihat kondisi finansial kamu terlebih dahulu, apakah sanggup membayar biaya setoran bulanannya atau tidak.  Jika tidak, sebaiknya carilah dulu program asuransi kesehatan lain namun dengan premi yang lebih murah.

Hal ini penting untuk dilakukan agar kamu bisa merencanakan alokasi pembayaran premi bulanannya sedari awal. Sehingga di saat kamu sudah resmi terdaftar sebagai pemegang polis, kamu tetap bisa rutin membayar premi asuransinya setiap bulan. Dengan demikian, ketika tiba saatnya kamu mengajukan klaim asuransi, seluruh proses klaimnya bisa kamu lalui dengan lancar adem.

2. Lakukan klaim hanya setelah melewati grace period

Grace period adalah masa tunggu asuransi kesehatan. Artinya, sebelum kamu melewati masa tunggu ini, maka seluruh proses klaim yang kamu ajukan ke perusahaan pasti akan ditolak. Adapun untuk lama grace period biasanya dibuat selama 30 hari atau 60 hari.

Jadi, kalau kamu mau mengajukan klaim asuransi, ada baiknya pastikanlah dulu bahwa kamu sudah melewati grace period supaya klaim kamu diterima oleh perusahaan.

3. Penuhi ketentuan syarat rawat inap

Jika kamu melakukan proses klaim asuransi kesehatan untuk rawat inap, maka setidaknya kamu harus memenuhi dua syarat ini:

Pertama, pastikan rumah sakit atau klinik tempat kamu dilakukan rawat inap itu spesifikasinya sesuai dengan yang ditetapkan oleh pihak asuransi. Pasalnya, jika tidak sesuai dengan ketentuan, klaim asuransi kamu pasti akan ditolak.

Kedua, pastikan kamu telah memenuhi syarat minimum rawat inap sebelum melakukan klaim. Sebab pada beberapa asuransi, ada yang mensyaratkan minimal 2 hari rawat inap baru bisa melakukan klaim. Sementara di asuransi yang lain, ada yang baru 1 hari rawat inap tetapi sudah bisa melakukan klaim.

Jadi, itulah cara klaim asuransi kesehatan yang wajib kamu ketahui agar tidak ditolak oleh pihak perusahaan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dishare ya!

“Ingin terus untuk saat belanja di e-commerce favorit? Jangan lupa belanja lewat ShopBack dapatkan promo dan cashback terbaiknya. Klik di sini untuk daftar!”

Featured image: Freepik