Buat kamu yang pernah merasakan patah hati, tentunya pacaran bukanlah hal yang menyenangkan untuk dijalani. Tapi, bagi sebagian orang yang belum mengalaminya, terutama para jomblo dan jomblowati mungkin merasa pacaran adalah sebuah anugerah terindah dalam hidup. Berada dalam lingkaran romansa cinta dan persahabatan yang memberikan banyak sensasi rasa dan warna kehidupan setiap harinya. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata beberapa hal ini bisa membuat kamu lebih cepat dilamar oleh pasangan ketimbang pacaran. Penasaran? Simak penjelasannya berikut ini.

Waktu dan umurmu sangat berharga

Setiap insan manusia yang hidup di dunia ini memiliki waktu yang sangat terbatas. Jangan sampai kamu hanya menghabiskan waktu hidupmu untuk terjebak dalam fatamorgana romansa cinta yang tiada akhir. Seindah-indahnya pacaran, masih lebih indah lagi jika langsung berkeluarga. Ada banyak waktu luang yang yang bisa kamu manfaatkan dan kamu habiskan bersama pasangan dan keluarga barumu. Namun, bukan berarti dengan berpacaran membuat waktu kamu terbuang percuma. Betul memang, pacaran adalah proses mengenal seseorang sebelum menjadi pendamping hidup kamu selamanya.

cara cepat dilamar

Memang dengan berpacaran kita akan saling mengenal satu sama lain, namun kebanyakan yang terjadi hubungan tidak akan awet ketika memasuki jenjang pernikahan. Karena dalam proses pacaran biasanya orang hanya akan menunjukkan hal-hal yang baik-baik saja. Mereka akan saling menyembunyikan keburukan masing-masing agar hubungannya awet, tapi ketika sudah menikah keburukan yang sudah lama terpendam akan meledak hanya dalam satu waktu.

Tujuan hidup

Jika kamu dan pasanganmu sudah memiliki tujuan hidup yang sama, ada baiknya jika kamu minta langsung dilamar. Kenapa? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, entah satu tahun, satu bulan, satu minggu, bahkan besok hari mungkin saja pasanganmu mengalami hal-hal yang tidak kamu inginkan. Karena perkenalan kepribadian sesungguhnya adalah pada saat setelah pernikahan. Kamu akan tahu sifat-sifat asli pasanganmu yang selama ini belum kamu ketahui.

cara cepat dilamar

Jika kamu sudah cukup mengenal tujuan hidup si dia, dan kamu pun memiliki tujuan hidup yang selaras dengan dia, kenapa tidak langsung lamaran. Toh dengan lamaran tujuan perkenalan kalian akan semakin jelas, yaitu untuk menuju ke jenjang pernikahan dan membangun bahtera rumah tangga yang sakinah,mawadah, warohmah.

Pengorbanan

Banyak orang salah kaprah saat berpacaran. Kebanyakan mereka berpikir pengorbanan sudah harus dilakukan dalam fase pacaran untuk menujukkan keseriusan dalam menjalin hubungan. Nyatanya, jika pengorbanan itu dilakukan oleh salah satu pihak saja, pihak lain (pasangan) malah akan besar kepala dan menganggap kamu sudah cinta mati padanya. Sehingga dia akan berperilaku seenaknya.

cepat dilamar pasangan

Bahayanya, semakin besar pengorbanan seseorang kepada pacarnya, resiko patah hati dan sakit hati yang mendalam akan semakin muncul. Karena tidak ada seorangpun yang rela pengorbanan yang telah dilakukannya hanya menjadi sia-sia. Jika saat ini kamu termasuk orang yang lebih banyak berkorban untuk pasangan, cobalah untuk memikirkan kembali. Mau dibawa kemana hubungan itu.

Komitmen pasangan

Komitmen pasangan dalam fase berpacaran lebih rentan daripada komitmen pasangan yang sudah lamaran. Proses lamaran diketahui oleh kedua keluarga dan bersifat resmi. Sehingga hubungan kalian pun lebih banyak yang mendoakan dan biasanya kedua belah pihak akan memiliki komitmen yang tinggi ketika mereka sudah lamaran. Semakin banyak yang mendoakan bukankah akan semakin memuluskan hubungan kalian hingga ke jenjang pernikahan bukan?

cara cepat dilamar

Daripada pacaran yang dilakukan hanya menimbulkan stigma negatif di kalangan masyarakat, lebih baik langsung melaksanakan lamaran. Ya, walaupun belum resmi menjadi pasangan suami istri, setidaknya sudah ada janji dan komitmen yang dipegang dari kedua belah pihak keluarga. Komitmen dalam pacaran lebih lemah daripada komitmen setelah lamaran. Salah satu pasangan biasanya akan dengan mudahnya mengambil keputusan sepihak. Kalau terjadi demikian, sudah bisa dipastikan salah satu merasa paling dirugikan.

Editor: Sintya W

All images: pexels.com