Sudahkah kamu mengenal fitur cruise control saat mengemudi?  Masih banyak yang bertanya apa iru cruise control, beberapa mobil keluaran terbaru sudah memakai fitur yang katanya membuat nyaman pengemudi. Nah jika belum tahu, ada baiknya berkenalan terlebih dahulu sebelum mempelajari fitur satu ini.

Apa itu cruise control?

Dikutip dari Auto Bild, cruise control adalah fitur di mobil yang mampu secara otomatis mengelola kecepatan mobil. Jika sistem ini diaktifkan, mobil  dapat berjalan secara konstan sesuai dengan kecepatan yang kamu set.

Dengan mengaktifkan sistem ini, maka secara otomatif fitur tersebut memiliki hak untuk menguasai throttle untuk mengendalikan laju mobil Anda. Apabila pada sensor diketahui mobil melambat, maka secara sengaja fitur ini akan menarik kabel gas supaya kecepatan mobil tetap pada kecepatan yang telah disetting. Atau dengan membuka throttle secara elektronik jika mobilnya sudah menggunakan sistem drive-by-wire.

Situasi terbalik akan terjadi saat memasuki jalan menurun. Yang mana fitur cruise control secara otomatis akan menghentikan input bahan bakar sehingga kecepatan mobil tetap terjaga. Kehadiran ini tentunya membawa keuntungan untuk pengemudinya, apalagi bila berkendara di kawasan yang memiliki trek lurus dan panjang. Dengan begitu, pengemudi bisa sejenak mengistirahatkan kaki-kakinya.

Ada dua cara untuk mematikan fitur ini, mulai dari menekan tombol atau tuas khusus hingga menginjak pedal rem.

Sekadar informasi, fitur cruise control begitu membantu di jalan lurus, panjang dan lengah. Nah, yang bisa menjadi persialan ialah ketika fitur ini digunakan dengan situasi yang tidak ideal, seperti di tengah kota atau mengaktifkan di jalur tikungan. Berikut trik cruise control yang harus diketahui.

Saat ideal menggunakan cruise control

apa itu cruise control
Image: Concept Carz

Mobil produksi massal yang pertama kali menggunakan cruise control adalah Chrysler Imperial pada 1958. Karena di negara asalnya, Amerika Serikat, banyak sekali jalan raya yang lebar dan sangat panjang. Ini menjadi lahan tepat bagi mobil-mobil yang menggunakan cruise control.

Sedangkan di Indonesia, tentu sulit mencari kondisi seperti itu. Namun bukan berarti cruise control menjadi tak layak digunakan di sini. Yang penting, carilah jalan yang paling mendekati kondisi ideal tersebut.

Pertama, carilah jalan yang ada batas kecepatannya, baik minimal maupun maksimal. Dengan harapan kamu akan berlalu lintas bersama pengendara lain yang tidak jauh beda kecepatannya.

Pengendara yang terlalu cepat atau terlalu lambat sama berbahayanya bagi mobil. Pilihannya kalau tidak ditabrak oleh mereka yang terlalu kencang atau menabrak mobil yang terlalu pelan. Itu sebabnya filter penggunaannya adalah berjalan di jalan yang memiliki batas kecepatan.

Kedua adalah melaju di jalur yang memiliki jarak aman. Melaju dengan cruise control adalah kondisi mobilmu melaju dengan sendirinya. Mobil baru akan melakukan deselerasi ketika kamu sudah menginjak pedal rem.

Jarak aman ideal adalah 150 meter. Atau cara mudahnya dengan mengkonversi jarak tersebut dengan waktu, yaitu mobilmu harus berbeda 2 detik untuk menuju titik yang sama dengan mobil di depanmu.

Kaki pengemudi lebih berpotensi untuk efisiensi

Prinsip kerja cruise control adalah mempertahankan kecepatan mobil. Untuk mencapai itu, cruise control akan dengan sigap melakukan akselerasi atau melepas gas sesuai dengan kontur jalan.

Jika jalan yang dilalui menanjak, maka throttle akan membuka agar mobil terus berakselerasi. Alhasil, konsumsi bbm jadi boros karena bahan bakar terus mengucur deras.

Sedangkan pengemudi, meski tak semua orang mampu melakukan ecodriving dengan baik, namun punya potensi melajukan kendaraan dengan lebih efisien.

Mengapa? Karena pengemudi tak hanya bergantung pada ‘sensor’ kecepatan, namun juga pemahaman akan bagaimana kontur jalan secara keseluruhan. Maksudnya, pengemudi dapat secara lebih luas membaca situasi keadaan jalan yang akan dilaluinya.

Jika di depannya ada tanjakan yang tidak terlalu curam, maka pengemudi tak perlu segera menginjak pedal gas ketika mobil mulai melambat. Pengemudi cukup memanfaatkan momen/ daya dorong untuk melajukan mobil hingga puncak tanjakan.

apa itu cruise control
Image: Nuestep

Setelah memasuki turunan barulah gas diinjak secara gradual hingga tercapai kecepatan yang diinginkan. Sehingga debit bbm yang ditenggak mesin lebih irit dibanding cruise control.

Untuk membuktikannya kami menguji langsung menggunakan Chevrolet Captiva AWD diesel. Percobaan pertama dengan menggunakan fitur ini.

Cruise control kami set di kecepatan 100 km/jam. Karena tes dilakukan di jalan umum, maka masih terdapat mobil lain yang menghalangi jalan kami. Maka menginjak rem atau deaktivasi cruise control pun tak terelakkan.

Setelah menempuh 100 km, kecepatan rata-rata yang tertera di MID adalah 95 km/jam. Angka konsumsi bbm yang tercatat adalah 10,8 km/liter.

Kemudian masuk ke percobaan kedua, yaitu mengemudi tanpa menggunakan cruise control. Kuncinya adalah di kecepatan rata-rata.

Kami berjalan tetap dengan jarak tempuh minimal 100 km. Dan di titik itu, kecepatan rata-rata yang dilajukan harus 95 km/jam agar sama dengan cruise control. Tambahan lagi, kami melintasi rute yang persis sama dengan ketika kami menggunakan cruise control.

Hasilnya, figur konsumsi yang kami raih adalah 11,4 km/liter. Perbedaan 0,6 km/liter mungkin tidak signifikan, namun itu menjadi bukti bahwa pengemudi lebih berpotensi mencapai kehematan dengan kaki kanannya.

Stay alert!

apa itu cruise control
Image: Freepik

Mentang-mentang kaki kanan sudah diistirahatkan, bukan berarti kesigapanmu juga harus rehat. Sebaliknya, kamu harus lebih waspada saat cruise control diaktifkan.

Letakkan kaki kananmu dekat dengan pedal rem. Posisikan dengan rileks agar ia dapat bergerak dengan lentur dan cepat. Jangan bersandar di pedal karena akan mematikan cruise control.

Jadi sudah jelas kan mengenai apa itu cruise control? Walaupun bisa membuat pengemudi lebih nyaman saat berkendara, fitur cruise control ini juga tetap membutuhkan konsentrasi penuh ShopBackers!

Featured image: Freepik

Editor: Nimas Arini