Mempelajari sejarah kemerdekaan ataupun pasca kemerdekaan Indonesia pastilah kita akan menemuni banyak nama-nama tokoh pejuang yang mengiringi tercapainya Indonesia yang merdeka sebagai sebuah Republik. Setiap wilayah provinsi di Indonesia memiliki pahlawan perjuangannya masing-masing yang berkontribusi dalam mewujudkan dan menjaga kemerdekaan yang telah berabad diperjuangkan hingga hari ini. Salah satu tokoh pahlawan perjuangan adalah Dr. Kariadi di Semarang.

Namanya mungkin pernah kamu dengar, yakni RSUP Dr. Kariadi. Yup, nama beliau memang diabadikan atas penghargaan jasa pengorbanan yang beliau berikan untuk warga Semarang kala itu di tahun 1945 saat kemerdekaan belum genap berusia 2 bulan. Sosok Dr. Kariadi umumnya hanya dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu pahlawan Perang Lima Hari Semarang. Atas jasanya tersebut, namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit. Diluar dua fakta tersebut, yuk cari tau fakta lebih lanjut dari sosok Dr. Kariadi yang telah dirangkum berikut ini!

Pernah bekerja sebagai asisten Dr. Soetomo

Image: wartakan.com

Menempuh pendidikan kedokteran untuk pribumi di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya, setelah lulus, Dr. Kariadi bekerja sebagai asisten untuk seorang sejawat dokter dan juga tokoh pendiri pergerakan Boedi Oetomo, yaitu Dr. Soetomo, di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) Surabaya.

Seorang kepala laboratorium di rumah sakit yang kini diabadikan dengan namanya

Image: wikiwand.com

Dr. Kariadi bekerja di Pusat Rumah Sakit Rakyat (RS Purusara) di tahun 1942, dimana di aula RS tersebut juga adalah markas perjuangan pemuda Semarang. Dr. Kariadi bekerja sebagai kepala laboratorium malaria. Berkat pengorbanan yang diberikan Dr. Kariadi untuk warga Semarang, pada 04 April 1964, atas usul Gubernur Jawa Tengah Mochtar, dengan SK Menteri Kesehatan RI, kala itu Purusara telah berubah nama Rumah Sakit Semarang, kemudian diganti menjadi RSUP Dr. Kariadi kini.

Gugur dalam perjalanan untuk mengecek sumber air yang diracun oleh tentara Jepang

Image: mapio.net

Dr. Kariadi gugur ditembak setelah dicegat di Jalan Pandanaran Semarang oleh tentara Jepang dalam perjalanannya menuju Reservoir Siranda di Candilama. Saat itu, ia hendak melakukan pemeriksaan terhadap sumber air Siranda yang terdengar telah diracun oleh tentara Jepang dan membuat warga Semarang panik. Meskipun tidak gugur di medan pertempuran, namun masa genting dan mencekam tersebut tidak menyurutkn keberaniaan dan niatnya untuk menyelamatkan warga Semarang kala ini. Gugurnya Dr. Kariadi pun disebut ikut menyulut semangat juang pemuda untuk mengusir Jepang dari tanah Semarang.

Dokter yang prestatif

Image: jateng.pks.id

Dr. Kariadi bukan hanya seorang pahlawan yang membakar semangat juang pertempuran 5 hari Semarang, beliau pun memiliki sejumlah karya di bidang penelitian tentang kesehatan masyarakat Papua saat bertugas di Manokwari. Saat itu, ia melakukan penelitian tentang Malaria dan Filariasis atau yang biasa disebut dengan kaki gajah yang banyak merebak pada masa itu di Indonesia. Berkat penelitiannya, ia berhasil menemukan jenis nyamuk baru yang menyebabkan Malaria tersebut. Ia pun juga menemukan cedar olie atau immersion oil yang merupakan sejenis minyak yang digunakan untuk pemeriksaan mikroskopik yang sulit diperoleh. Dr. Kariadi melakukan percobaan dan penelitian yang berhasil membawanya menemukan suatu formula minyak dari bahan Daun Kenanga pada tahun 1944 yang dinamakannya “Minyak Semarang”, yang selanjutnya atas persetujuan Semarang Iji Hookoo Kai, minyak tersebut berubah nama menjadi Oleum Promicroscopiekar. Selama karirnya sebagai seorang dokter, ia juga dikenal tidak memungut biaya pengobatan bagi yang tidak mampu, bahkan membiayai langsung pengobatan bagi pasiennya.

tahukah kamu?

Dianugerahi Satyalencana Kebaktian Sosial secara Anumerta

Image: k2ks.kemensos.go.id

Atas jasa pengorbanan dan upaya yang beliau lakukan semasa hidup, Dr. Kariadi mendapat penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial oleh Presiden Soeharto secara Anumerta pada 20 Mei 1968. Satyalancana Kebaktian Sosial, menurut KKKRS Kementerian Sosial adalah tanda kehormatan yang diberikan sebagai penghargaan kepada Warga Negara Indonesia yang telah berjasa dalam bidang perikemanusiaan.

Nah, itu dia lima fakta sosok pahlawan daerah dari Semarang, Dr. Kariadi. Dengan mengenal lebih dalam sosok dari para pahlawan akan memberikan kita pemahaman sendiri untuk lebih menghargai dan mengenang jasa para pahlawan di Hari Kemerdekaan Indonesia yang berusia ke-72 ini.

Bagaimana dengan pahlawan di regional daerahmu, ShopBackers?.Tulis di kolom komentar ya, dengan lebih banyak mengenal, akan lebih membuat diri kita paham mengapa rasa hormat terhadap jasa pahlawan tidak boleh luntur seiring waktu. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, ShopBackers!

Featured image: wartakan.com

Editor: Neschya Hertian

Join Sekarang di Komunitas ShopBack!

Promo Terbaru yang Pasti Kamu Suka!

Barang-Barang Serba Lima Ribu!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!

Yuk follow sosial media ShopBack untuk info, promo, dan kuis berhadiahnya!